7 Hal yang Ingin Diketahui Sebelum Melahirkan

New Parents

Mommies Daily・26 Dec 2016

detail-thumb

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Sebenarnya, ada 7 hal yang ingin saya ketahui sebelum melahirkan Kenzo tujuh bulan yang lalu. Semoga Anda sempat membaca ini sebelum due date, ya, moms.

Sekarang Kenzo sudah hampir tujuh bulan, tapi tak sedikit pun saya lupa hari saat ia dilahirkan. Dan jujur saja, ketika mengingat-ingat masa awal kehadirannya, ada beberapa hal yang ingin saya ulang. Maklum, deh, karena biasanya ibu baru memang overwhelmed dan terlalu text book. Apa yang dibaca, kemudian diamalkan dan diharapkan terjadi. Kalau tidak sesuai, akhirnya malah stress.

Untungnya saya memiliki keluarga yang sangat suportif, sehingga stress yang saya alami tidak berkepanjangan. Eniwei, dari pengalaman saya, setidaknya ada tujuh hal yang-karena tidak mungkin saya ulang-ingin saya bagikan sebagai pengetahuan tambahan kepada calon ibu baru:

7 Hal yang Saya Harap Saya Sudah Tahu Sebelum Melahirkan - Mommies Daily

1. Jangan hanya fokus pada kehamilan dan kelahiran

Goal saya ketika hamil adalah melahirkan secara normal dan gentle (tidak ada interfensi). Saya banyak membaca dan membekali diri tentang dos & don'ts kehamilan dan lalu kelahiran. Padahal, the real deal itu adalah setelah kelahiran sang bayi. Apa yang harus saya lakukan setelah melahirkan? Nah, sebaiknya Anda mulai browsing lagi. Hahaha.. *nggak membantu

Baca juga:

Trend Melahirkan Gentle Birth

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Newborn Pulang ke Rumah

2. Pergi ke klinik laktasi

Entah lebay atau nggak, saya menyarankan pergi ke klinik laktasi setelah kehamilan menginjak 7 bulan. Kenapa? Karena (buat sebagian orang) ternyata menyusui itu perlu perjuangan. Jadi pergi ke klinik laktasi bersama suami, dan kalau perlu ajak ibu atau mertua Anda, bisa jadi keuntungan jika ingin menyusui secara benar. Dan Anda pun mendapat support system setelah melahirkan.

Baca juga:

Kenapa ASI Tak Langsung Keluar Setelah Melahirkan?

3. (Lebih) Bawel mengenai hak pasien

Saya melewati 'pelajaran' pijat payudara ketika di rumah sakit. Dan ketika saya menagih pelajaran tersebut, sepertinya pengajar berganti shift dan mengoper pada rekannya yang lain. Sampai akhirnya saya lupa menanyakannya kembali. Seandainya saja saya mau lebih bawel *sigh*

4. Browsing lebih banyak dokter anak

Ini yang sangat saya sesali. Tidak tahu bahwa dokter spesialis anak yang akan memeriksa sang bayi dapat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri kita sebagai ibu. Dokter anak pertama saya tidak pro asi. Dan parahnya, tidak komunikatif alias tiap konsultasi selalu ingin cepat, sehingga ia tidak memberi tahu bahwa pertumbuhan berat badan Kenzo tidak sesuai. Akhirnya Kenzo under weight di bulan pertama! Nyesek kan?! Untungnya saya segera menemukan dokter anak yang cocok.

5. Menabung lebih banyak

Buat apa ibu-ibu? Meng-hire nanny! Paling tidak untuk empat hingga enam bulan pertama kata orang-orang, sih. Saya termasuk beruntung karena Kenzo hanya ngajak begadang selama dua minggu pertama. Selanjutnya ia bisa mengikuti pola tidur normal dan hanya terbangun setiap tiga jam sekali untuk menyusu. Bahkan di bulan keempat, ia sudah tidur nyenyak selama delapan hingga sepuluh jam. Jadi, tak ada bantuan nanny pun santai. Tapi bagaimana jika bayi Anda belum menyesuaikan diri selama beberapa bulan? Kurang tidur bisa membuat Anda makin capek dan stress, lho.

6. Ms. V tak sama lagi

Saya melahirkan Kenzo secara normal dengan berat 3,8 kilogram. Jadi jangan ditanya bagaimana bentuk Ms. V setelah melahirkan. Saya tidak mencari tahu dengan melihat, sih. Tapi cukup merasakan bahwa ada yang berbeda dengannya. Bisa jadi hal yang bagus, karena semuanya akan terasa seperti baru *akan saya tanyakan pada suami. Hahahaha..

Baca juga:

Apa yang Terjadi Pada Vagina Selama Kehamilan

7. Betah-betahin memakai korset

Sehabis melahirkan perut yang mengempes akan terasa seperti agar-agar jika tidak mengenakan korset. Tetapi karena ingin terus skin to skin, terutama ketika menyusui, akhirnya saya lebih sering melepaskan korset. Belum menyesal, sih, sekarang. Tapi memang katanya lebih baik terus mengenakan korset, terutama pada 40 hari pertama.

Hmm.. Rasanya itu saja yang ingin saya ulang. Selebihnya saya sangat menikmati peran baru sebagai ibu, dengan segala kejutan yang terjadi. Wish me luck untuk kejutan selanjutnya yaa..