Hal yang Harus Diperhatikan Saat Membawa Newborn Pulang ke Rumah

Menyambut kehadiran newborn tidak sekadar menyiapkan perlengkapan perangnya, ada hal-hal lain yang jauh lebih penting yang perlu kita siapkan saat membawanya pulang ke rumah.

Usia anak saya, Bumi memang sudah mau 6 tahun, tapi saya masih ingat betapa ‘hebohnya’ saya ketika menjelang hari melahirkan. Mungkin, perasaan ini juga dirasakan sebagian besar Mommies lainnya. Saya pun sangat sadar, kelahiran bayi membutuhkan berbagai persiapan. Dalam hal ini nggak cuma menyiapkan hospital bag essential, baju anak, mainan, popok, dan produk bayi lainnya, lho.

persiapan newborn pulang ke rumah*foto dari www.publicdomainpictures.net

Menurut saya, sih, ada beberapa hal penting lain yang perlu diperhatikan mengenai persiapan menyambut kedatangan anggota keluarga baru di rumah. Apa saja?

Kondisi rumah yang ideal

Mengingat kondisi newborn masih sangat sensitif, tentu masalah kebersihan harus jadi prioritas. Untuk itulah mengapa rumah perlu dibersihkan secara menyeluruh. Nggak cuma disapu dan dipel saja, tapi semua perabotan di rumah harus dibersihkan dari debu dan kuman yang menempel. Jangan lupa untuk memilih produk pembersih yang aman.

Selain itu, masalah kesehatan ini juga nggak terlepas dari masalah asap rokok. Sudahkah rumah kita jauh dari asap rokok? Kalau di rumah ada salah satu anggota keluarga yang masih merokok, coba deh minta kerjasama agar menjauhkan rumah dari asap rokok. Berhubung suami saya masih merokok, meskipun hitungannya hanya social smoker, tetap saja saya selalu wanti-wanti agar dia tidak merokok di rumah. Bahkan, saat pulang kerja ia wajib membersihkan diri dan mengganti baju lebih dulu. Yah.. siapa tahu dimulai dari kebiasaan ini akhirnya suami atau anggota keluarga yang merokok itu bisa sadar dan menghentikan kebiasaan tersebut.

Siapkan perasaan dan mental si kakak?

Ok, sebenarnya saya belum punya pengalaman dalam hal satu ini, maklum, ya…. keinginanan untuk hamil (lagi) dan impian punya anak perempuan masih belum bisa terwujud. Tapiii… saya sudah mendengar puluhan cerita mengenai kecemburuan si kakak dengan kehadiran adiknya. Makanya menurut teman ataupun saudara yang berpengalaman ini, jauh-jauh hari, ketika sudah mengetahui si kakak akan punya adik, kita sebagai orangtua perlu menyiapkan mental si kakak lebih dulu.

Jangan sampai si kakak menganggap kehadiran si adik dianggap sebagai ‘musibah’ buatnya. Perhatian dan kasih sayang yang selama ini dia dapatkan akhirnya jadi terenggut. Kalau hasil ngobrol dengan beberapa psikolog, sebaiknya kita tetap punya waktu khusus bersama si kakak, sehingga bisa mengurangi rasa cemburu yang berlebihan.

Ada yang mau menambahkan poin penting lainnya?


One Comment - Write a Comment

Post Comment