Yang Dipelajari Rekan Kerja Pria, dari Para Ibu Bekerja

Saya mengumpulkan 7 testimoni dari pada laki-laki pekerja, tentang pelajaran yang mereka dapatkan dari para ibu bekerja.  

Tepat di Hari Ibu ini, saya mau menyampaikan apresiasi kepada para ibu bekerja dari beberapa pria yang saya mintai pendapatnya. Sekaligus sebagai penyemangat, bagi mommies yang sesekali merasa patah semangat, di tengah pekerjaan kantor yang menggila, atau bisnis mommies yang sedang sepi.

Yang Dipelajari Rekan Kerja Pria, dari Para Ibu Bekerja - Mommies DailySelain itu, nggak jarang di antara kita, ketika masuk ke sebuah perusahaan, masih merasa sebagai “masyarakat kelas dua”, baik dari keterampilan dan gaji. Tapi, tahu nggak mommies, bahwa ternyata para pria ini, menyimpan kekaguman tersendiri untuk para ibu bekerja, terlepas ibu yang bekerja kantoran atau yang mempunyai usaha sendiri. Kita simak bersama, apa saja pelajaran atau inspirasi yang mereka lontarkan lewat saya untuk para mommies:

Anggung Suherman (31), Musisi, Bottlesmoker

“Keputusan yg sangat besar bagi seorang ibu yg bekerja, nggak cuma menaruh bangga pada mereka soal mengatur waktu, tapi juga dalam mengatur fisik, pikiran dan perhatian yang begitu banyak. Saya pribadi belum tentu bisa sekuat mereka dan tetap menjaga keluarga agar terus seimbang.”

Gilang Agustino (31th), Karyawan BUMN

“Saya pribadi kagum dengan ibu atau istri yang bekerja, selain membantu finansial keluarga, bekerja juga menjadi aktualisasi diri. Namun satu hal yang paling saya kagumi adalah mereka sangat menghargai waktu sekecil apapun bersama anak maupun keluarga di rumah, biasanya mereka tidak akan membuang waktu dan benar-benar memanfaatkan waktu ketika di rumah, maupun ketika libur tiba,  kerena waktu untuk keluarga tidak bisa dibeli dengan apapun.”

Khanisyah Erza Gumilar, dr., SpOG (32), Staf divisi Fetomaternal RS Universitas Airlangga, Surabaya

“Seorang ibu yg bekerja di luar rumah adalah bukti bahwa pekerjaan rumah bukan lagi urusan mutlak kaum perempuan. Perbedaan jenis kelamin dan gender tidak menghalangi perempuan khususnya seorang ibu untuk bekerja. Namun perlu diingat bahwa kebahagiaan dan kesejahteraan rumah tangga adalah segala-galanya.”

Arman Barzani Rizal, (35), Head of Technology, Female Daily Network

“Saya salut banget sama stamina yang mereka punya, karena kuat mengurus keluarga dan pekerjaan kantor dari pagi sampai malam. Selain itu, juga dari manajemen waktu, pintar membagi antara keluarga dan pekerjaan.”

Reno Esnir, (39), Pewarta Foto, Kantor Berita Antara

“Yang saya pelajari dari para ibu bekerja adalah bagaimana mereka masih bisa membagi perannya dengan baik, antara menjadi ibu, istri dan ibu bekerja. Di antara kesibukannya masih sempat, mengurus anak, menjalani kewajiban sebagai istri dan bahkan masak untuk keluarga!”

Syauqy Lukman, (37), Dosen Universitas Padjadjaran, Bandung

“Kesabaran, ketekunan. Kedua profesi tersebut perlu dedikasi yg nggak main-main. Saat seorang ibu bekerja mampu bekerja dengan baik, berprestasi, tetap bisa mengurus anak dengan baik, itu adalah sesuatu yg indah.”

Cholid Zain, (31), Producer, TvOne

”Yang saya pelajari dari seorang perempuan bekerja adalah menjadi seorang petarung tangguh dalam kehidupan sesungguhnya. Bagaimana seorang perempuan berjuang untuk anak dan kariernya  ditengah-tengah kerasnya kehidupan ibukota. Bagaimana dia bisa lemah lembut dalam menyayangi anaknya namun bisa keras dlm menghadapi sesuatu yg mengancam dirinya di luar sana.”

So sweet, ya, mommies? Selamat Hari Ibu, mommies :)

Baca juga:

5 Alasan Mengapa Ibu Bisa Menjadi Pemimpin yang Baik di Kantor

8 Perusahaan dengan Aturan yang Ramah untuk Ibu Bekerja

 


Post Comment