Lakukan Deteksi Dini Pada Kanker Usus Besar

Ditulis oleh: Rosalia Titi Wening

Memasuki peringkat ketiga dunia, kanker usus besar merupakan kanker yang paling umum ditemukan pada pria dan wanita. Dengan 1,4 juta kasus di seluruh dunia.

Penyebaran informasi terkait kanker usus besar belum cukup gencar seperti halnya kanker lainnya. Buat saya pribadi, saya pun tidak begitu paham apa itu kanker usus besar dan apa faktor risiko penyebabnya. Baru setelah mengikuti Forum Edukasi Media yag bertemakan “Kalahkan Kanker dengan Deteksi Dini Kanker Usus Besar” yang diadakan PT Roche Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Digestif Indonesia Jakarta Raya (IKABDI Jaya) saya mulai memahami.

Jadi begini, kanker usus besar itu sendiri masih belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun untuk menjauhkan diri dari faktor risiko, yang dapat kita lakukan adalah dengan berperilaku CERDIK. Apa itu cerdik? Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

Lakukan Deteksi Dini Pada Kanker Usus Besar - Mommies Daily

Menurut dr. Ibrahim Basir, SpB, sekitar 50% pasien dengan kanker usus besar datang ke rumah sakit sudah masuk fase lanjut (stadium 3 dan 4). Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat tentang gejala dan deteksi dini kanker usus besar, sehingga banyak orang yang tidak mengetahui gejala kanker usus besar pada stadium awal. Oleh karena itu, deteksi dini, mengenali faktor risiko, serta pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk dilakukan.”

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan:

• Usia di atas 50 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan juga dapat dialami oleh mereka yang masih muda.
• Memiliki riwayat kesehatan keluarga atau pernah mengalami kanker usus besar atau polip pada usus.
• Memiliki kondisi radang usus kronik.
• Pola makan tidak sehat. Mereka yang kerap mengonsumsi makanan yang tinggi lemak dan protein, dan rendah serat.
• Jarang melakukan aktivitas fisik
• Diabetes
• Obesitas atau kegemukan
• Merokok
• Mengonsumsi alkohol

Selain mengetahui faktor risiko atau penyebabnya, ada pun gejala yang sering kali muncul.

• Rasa lemah atau kelelahan tanpa sebab yang jelas
• Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
• Ditemukan darah pada tinja saat BAB
• Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit) tanpa sebab yang jelas
• Perut masih terasa penuh walau sudah BAB
• Rasa nyeri di perut

Untuk masa perkembangan hingga menjadi kanker usus besar tergolong lambat dari tahun ke tahun (10-15 tahun), diawali dengan timbulnya jaringan atau tumor yang awalnya merupakan jenis polip non-kanker pada permukaan usus besar atau rektum. Namun, pada kondisi tertentu, polip berpotensi menjadi kanker bila bersifat ganas. Jika sudah menemukan tanda dan gejala seperti di atas, segeralah konsultasikan ke dokter.

Melalui gerakan kampanye ini pula, banyak informasi yang sudah disediakan seperti e-booklet kanker usus besar yang bisa diakses di situs www.KalahkanKanker.com.


Post Comment