5 Hal yang Tidak Indah dari Menyusui

Segala hal kan selalu ada dua sisi ya, begitu juga dengan urusan menyusui. Ada sisi menyenangkan, ada juga sisi yang menyebalkan dan tidak indah.

Saya dulu sempat lho merasa ‘tertipu’ dengan image yang terpampang di kotak susu khusus ibu menyusui yang menampilkan ibu cantik penuh senyum saat menyusui si kecil. Begitu mengalaminya langsung….. duh…… ternyata, wajah saya saat menyusui nggak selalu tuh senyum secantik para model di iklan susu!

Satu lagi yang saya sesali adalah, orang-orang di sekitar saya, mulai dari dokter, perawat, keluarga, tidak ada yang menyiapkan saya pada kemungkinan-kemungkinan yang kurang menyenangkan ketika menyusui. Padahal, seandainya saya sudah diberi warning, saya mungkin bisa lebih siap dan less stress.

5 Hal yang Tidak Indah dari Menyusui

Jadi, apa saja yang membuat saya sempat gemas dan mengelus dada (sendiri) ketika menyusui dulu?

1. Bahwa ternyata menyusui itu nggak semudah si bayi langsung mangap membuka mulut, kemudian saya menempelkan payudara saya untuk dia isap, lalu cus semua berjalan lancar bebas hambatan. Saya perlu berkali-kali ubah posisi, mulai dari duduk, miring, berdiri, pakai bantal, lepas bantal, nempelin bayi, kasih jarak dan masih banyak lagi. Semua demi terjadinya pelekatan sempurna.

2. Bahwa pelekatan yang tidak tepat bisa membuat puting payudara menjadi lecet, dan menjadikan lidah bayi nggak jauh beda kasarnya dengan amplas, huhuhuhu. Ini sakitnya luar biasaaaaaa. Setiap kali si kecil mau menyusui, saya sampai keringat dingin saking parno dengan rasa sakitnya. Bahkan, karena lecet, setiap kali puting bergesekan dengan kain baju, saya bisa menangis sendiri *__*.

3. Bahwa ternyata, bayi itu bisa minta menyusu berjam-jam!!! Dan membuat saya harus melakukan semua hal serba terburu-buru. Makannya buru-buru, mandinya buru-buru, segala hal jadi serba kilat. Di saat-saat begini, saya suka merasa nggak ubahnya seperti sapi perah :D.

4. Bahwa ternyata, ASI deras namun tidak mengalir dengan lancar membuat payudara bengkak, terasa sakit hingga tubuh menjadi demam.

5. Nah, kalau point yang terakhir ini sih tidak sempat saya alami, karena pada masa saya melahirkan dan menyusui, kesadaran memberikan ASI belum terlalu kencang gaungnya. Tapi kalau saya melakukannya di masa sekarang, mungkin satu hal lagi yang tak kalah menyebalkan adalah kehadiran ibu-ibu menyusui yang kadang menjadikan kegiatan menyusui semacam perlombaan. Lomba banyak-banyakkan dan lomba lama-lamaan.

Ini lima hal yang menurut saya menjadikan kegiatan menyusui jadi lebih menantang. Namun, apakah saya menyesal memberikan ASI kepada anak-anak saya? Sudah pasti tidak ada penyesalan sedikit pun. Karena seperti kata Pamela K. Wiggins, Breastfeeding is a mother’s gift to herself, her baby and the earth :).

Baca juga:

Menyusui Menurunkan Risiko Anak Terkena Gangguan Perilaku

Kenapa ASI Tidak Langsung Keluar Setelah Melahirkan?


One Comment - Write a Comment

Post Comment