Peradangan Saluran Telur, Apa Yang Perlu Kita Ketahui?

Peradangan saluran telur menjadi salah satu masalah reproduksi yang harus kita waspadai.

Peradangan Saluran Telur, Apa Yang Perlu Kita Ketahui? - Mommies Daily

Dari sekian banyak gangguan reproduksi yang bisa terjadi, salah satu gangguan yang akan saya bahas ini terus terang jarang saya dengar. Dari sekelumit informasi, peradangan saluran telur atau tuba falopi ternyata cukup ‘menyeramkan’.

Bagaimana tidak, peradangan saluran telur ini sangat mungkin terjadi pada siapapun. Menurut dr. Ricky Susanto, SpOG, dari RS Mitra Keluarga Kali Deres, peradangan saluran telur disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Penyebab terbesar infeksi adalah karena kebersihan diri yang kurang terjaga. Jadi, mommies perlu waspada deh kalau mengalami keputihan dalam jangka waktu lama!

“Saat terjadi keputihan, akan banyak bakteri yang masuk ke dalam vagina hingga ke saluran telur dan rahim, maka keputihan abnormal yang terjadi harus segera diatasi,” ucap dr. Ricky. Keputihan abnormal yang dimaksud adalah keputihan yang berbau, menyebabkan gatal, dan berwarna. Saat hal ini terjadi, jangan diabaikan. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Pada peradangan saluran telur yang ringan, kita akan jarang sekali atau bahkan tidak merasakan gejala apapun. Ini yang menyebabkan banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sudah terjangkit infeksi. Sementara pada kasus yang berat, peradangan saluran telur akan menyebabkan kita merasakan nyeri di perut bagian bawah, baik bagian kanan maupun kiri. Rasa nyeri tersebut seringkali disalahartikan sebagai penyakit usus buntu. Maka diperlukan pemeriksaan USG untuk mendapatkan diagnosa yang tepat.

Sebenarnya bukan hanya wanita yang sedang merencanakan kehamilan saja yang patut mewaspadai penyakit ini. Bagi yang pernah melakukan operasi atau pembedahan di bagian perut juga harus hati-hati. Karena menurut dr. Ricky, orang tersebut lebih berisiko untuk mengalami peradangan saluran telur ini.

Saat seorang wanita mengalami peradangan saluran telur, maka ia akan kesulitan memiliki anak. Apalagi bila peradangan terjadi di kedua saluran telur. Mengapa? Karena saluran telur akan tersumbat sehingga sperma menjadi sulit untuk menjangkau sel telur.

Kabar baiknya, peradangan saluran telur dapat dicegah, dengan cara yang bisa dibilang mudah. Kita cukup menjaga kebersihan organ intim kita. Segera konsultasi ke dokter bila mengalami keputihan, ganti celana dalam secara teratur, dan gunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat. Untuk deteksi dini, dr. Ricky juga menyarankan untuk melakukan papsmear secara berkala.

Bagaimana bila sudah pernah terkena peradangan saluran telur ini? Bagaimana cara kita memastikan kesehatan saluran telur? Menurut dr. Ricky, saat kita memiliki riwayat, sebaiknya lakukan USG setahun sekali, untuk mengetahui kondisi kesehatan saluran telur dan organ reproduksi lainnya. Sehingga bila terjadi hal-hal yang tidak normal, dokter pun bisa segera mengambil tindakan untuk mengatasinya.

Jadi, jangan anggap remeh keputihan dan jangan malas mengganti pakaian dalam :).


Post Comment