Cara Jitu Mengenalkan Makanan Baru Pada Anak

Ditulis oleh: Lariza Puteri

Makanan baru artinya tantangan baru. Karena, harus siap nerima risiko ditolak mentah-mentah sama si kecil, hahaha.

Kalau kata teman saya, ngenalin makanan baru ke anak itu seperti mengenalkan calon suami yang akan dijodohkan. Susah! Hahaha.. Sebenarnya, tak hanya teman saya saja, sih, yang merasakan sulitnya mengenalkan makanan baru pada anak. Saya juga (sering) mengalaminya. Hanya saja, kadang-kadang saya mudah menyerah. Kalau nggak mau, ya udah. Besok-besok dicoba lagi. Hihi, jangan dicontoh ya, mommies.

Bagaimanapun menyediakan makanan untuk anak sebisa mungkin harus sesuai dengan yang dibutuhkan. Yang dibutuhkan di sini artinya, jumlahnya dan jenisnya sesuai yang dibutuhkan anak. Satu hal yang sering diabaikan oleh orang tua dalam menyediakan makanan adalah jenis makanannya. Kalau jumlah, sih, saya yakin sudah banyak ibu yang tahu seberapa banyak anak harus makan dalam setiap waktu makan.

Jenis makanan seringkali tergantung pada keinginan anak. Dan bila Anda terlalu permisif, bisa-bisa yang muncul di piring anak ternyata makanan yang sama setiap hari, alias tidak bervariasi. Padahal untuk tumbuh kembang anak yang optimal, anak harus mengonsumsi makanan yang beraneka jenis. Perlu diketahui, tak ada satu jenis makanan pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan gizi anak. Inilah sebabnya, anak yang hanya mau makan makanan jenis yang itu-itu saja atau picky eater, sebaiknya dilatih dan dikenalkan makanan lain,.

Kendalanya, mengenalkan makanan baru tidak semudah kita berbelanja online, hehehe. Namun demikian, mengenalkan makanan baru juga sebaiknya tidak dipaksakan. Menurut sebuah penelitian, anak baru akan mencoba makanan baru setelah ditawarkan sebanyak 7 hingga 15 kali!

Jadi, agar semua berjalan lancar dan tanpa drama, berikut cara-cara yang sudah saya terapkan saat akan mengenalkan makanan baru:

cara jitu mengenalkan makanan baru pada anak

1. Ajak berbelanja bersama
Langkah pertama dalam mengenalkan makanan baru dengan cara yang menyenangkan adalah dengan mengajak anak membeli makanan tersebut. Anak juga bisa melihat secara langsung wujud asli makanan sebelum dimasak. Bahkan, beberapa kali saya juga membiarkan mereka untuk menyarankan pada saya, buah, sayur atau makanan baru lain yang akan mereka coba.

2. Ada di sekitar anak
Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini jadi semacam senjata bagi saya saat mengenalkan makanan baru. Sedapat mungkin, saya meletakkan makanan baru tersebut di sekitar anak saat jam-jam makan kecil. Sehingga, setelah selesai bermain, mereka bisa langsung melihat makanan tersebut. Oiya, saat akan menyajikan makanan ini di sekitar anak, saya sudah memotongnya sedemikian rupa, untuk memudahkan anak memakannya. Yang diperlukan saat meletakkan makanan di sekitar anak adalah wadah yang aman, kesabaran dan kecerewetan. Ada kalanya anak hanya akan mengabaikan makanan itu.

3. Beri contoh
Percayalah, anak akan ‘berani’ mencoba makanan baru bila kita mencontohkannya lebih dulu. Percuma saja, bila kita menginginkan anak makan makanan tersebut, namun kita sendiri anti dengan makanan tersebut. Saat mencontohkan, ekspresikan nikmatnya makanan tersebut dengan wajar. Tak perlu terlalu berlebihan ya mom.

4. Kenalkan satu per satu
Meskipun saya punya daftar makanan baru yang harus dikenalkan, namun tak lantas saya mengenalkan semua makanan tersebut sekaligus. Sebaiknya kenalkan makanan baru tersebut satu per satu. Untuk memudahkan, saya biasanya mencampurnya atau menggabungkan dengan makanan lain yang sudah pasti anak sukai. Berikan dalam porsi kecil dulu, agar tidak terlalu mengecewakan kalau ternyata anak tidak menyukainya.

5. Makan bersama-sama

Cara jitu mengenalkan makanan
Suasana hangat dan nyaman akan tercipta saat Anda mengajak anak untuk makan bersama. Saat inilah mengenalkan makanan baru terasa lebih mudah. Apalagi bila anak melihat yang lain juga makan makanan yang sama, termasuk apa yang dimakan ayahnya. Hal ini pernah dilakukan oleh ayah Dhia, saat kami akan mengenalkan sosis. Saat itu kami menggunakan sosis Kanzler. Sosis ini mengandung 85 persen daging sehingga rasanya enak, tidak menggunakan zat pewarna karena warnanya murni dari proses pengasapan dan tidak ada tambahan MSG dalam sosis ini. Meskipun dimasak menjadi makanan yang sederhana, namun sosis ini terasa istimewa karena dimakan bersama-sama.

Nah bicara tentang hal yang menyenangkan, saya jadi ingat kalau saat ini sosis Kanzler sedang mengadakan kompetisi ‘Dad’s Do It Different’, di mana kompetisi ini mengajak para ayah untuk mempererat bonding dengan anak dan keluarga. Hadiahnya menarik banget, lho! Pemenang bisa jalan-jalan sekeluarga keliling Jepang dan Disneyland Tokyo. Informasi lengkap, bisa langsung Mommies lihat di link ini, ya…

Meskipun mengenalkan makanan baru terkadang menciptakan drama, tapi buah kesabaran dan ketelatenan untuk terus mencobakan bisa jadi sangat mengejutkan. Karena bila diteliti, ternyata cukup banyak jenis bahan makanan yang dikonsumsi anak. Itu artinya, asupan zat gizi yang dibutuhkan bisa dikatakan aman.


One Comment - Write a Comment

Post Comment