Jangan Pernah Berhenti Bermimpi

Banyak kenalan yang saya temui berhasil mewujudkan impian mereka meskipun sebelumnya mereka fokus sebagai SAHM. Intinya, jangan pernah berhenti bermimpi. 

Beberapa SAHM (Stay At Home Mommies) di sekitar saya selalu terdiam setiap kali saya tanyakan “Ketika anak-anak besar nanti, kita ngapain ya?” Bagi beberapa orang, SAHM adalah SAHM. Pekerjaan utamanya tentu saja seputar urusan domestik rumah tangga. Padahal, sebenarnya banyak celah bagi SAHM untuk mengembangkan diri. SAHM pun memiliki kesempatan berkarya seperti ibu yang bekerja di kantor. Seperti yang sudah pernah saya tulis mengenai pilihan pekerjaan untuk SAHM.

Banyak pula SAHM yang beranggapan, pengembangan diri yang dilakukan nggak akan jauh-jauh dari seputar bisnis, baik secara online ataupun real. Padahal, minat dan bakat setiap orang itu berbeda. Saya sendiri sudah pernah merasakan untuk terjun dalam usaha memasarkan produk buatan sendiri. Beberapa kali mencoba, berkali-kali pula saya gagal. Hingga saya menemukan passion yang sebenarnya dan memunculkan impian baru bagi saya. Meskipun saya belum tahu kapan impian ini akan terwujud, namun impian itu terus saya pelihara.

dream

Manakala saya mulai goyah dan kehilangan motivasi, saya terus mengingat teringat pertemuan saya dengan ibu dari seorang teman. Usianya tidak lagi muda, sudah lima puluh tahun lebih. Beliau seorang ibu rumah tangga tulen tanpa emel-embel memiliki usaha sampingan yang mengambil keputusan untuk kembali kuliah pascasarjana. Saya sempat mengerutkan kening karena heran, untuk apa beliau sekolah lagi. Waktu itu beliau menjawab sambil tersenyum “Anak-anak sudah besar. Jadi sekarang waktunya tante melanjutkan cita-cita tante untuk mengambil program master dan berkecimpung di dunia pendidikan”.

Yup, ibu dari kawan saya ini sempat mengenyam pendidikan Sarjana jurusan Keguruan. Ketika menikah dan mempunyai dua putri, beliau memilih untuk fokus membesarkan dan merawat kedua buah hatinya hingga dewasa. Yang membuat beliau keren di mata saya adalah gigihnya beliau dalam memelihara cita-citanya. Dan ibu ini langsung terjun ke masyarakat dan berkecimpung di dunia pendidikan khusus anak-anak setelah menyelesaikan program pascasarjana selama dua tahun. Beliau pun rela terseok-seok untuk kembali mempelajari semua materi perkuliahan di saat senggang. Hebat ya!

Pernah juga saya mengenal seorang wanita yang tetap rajin diving meski usianya di atas kepala enam. Hobi ini beliau lakoni bersama sang suami dan menurun ke anak-anak perempuannya. Baginya, diving bukan sekadar hobi belaka. Ada kepuasan tersendiri ketika berhasil mencapai kedalaman tertentu dan sejenak berteman dengan sepi di kedalaman laut. “Plus ini obat awet muda, loh” ujar Ibu sambil tertawa. Tentu saja ada banyak resiko yang beliau hadapi saat terus menambah titik kedalaman menyelam. Itulah sebabnya beliau rutin mengolah tubuh dan memilah makanan yang dikonsumsi. Hasilnya, kemampuan menyelam beliau nggak kalah dengan yang muda.

Pasti ada banyak cerita hebat mengenai perempuan di luar sana yang belum saya kenal. Tapi mungkin posisinya sama, semua berawal dari seorang SAHM. Yakinlah, ada banyak hal yang bisa digali dari diri kita meski kita belum bisa berdaya dan mengaryakan diri diluar rumah. Bukan sebuah masalah besar jika Mommies adalah seorang SAHM yang belum menjelma sebagai seorang mompreneur. Dan tidak akan menjadi sia-sia apapun pilihan Mommies saat ini. Anggaplah, ini hanya menunda saja, bukan menghilangkan cita-cita Mommies atau menumpulkan kemampuan yang Mommies miliki.

Jangan pernah hilangkan impian Mommies, baik Mommies adalah seorang SAHM ataupun saat ini Mommies masih berkutat di balik meja kantor sebagai pegawai. Ingat terus, kejar terus dan usaha terus-menerus hingga Mommies berhasil mewujudkannya impian. Jangan pernah menyerah di tengah proses yang masih berjalan. Jangan lupa, usia bukanlah penghalang untuk membuat semua impian jadi nyata.


Post Comment