Nirina Zubir, “Saya Itu Memang Indonesia Banget!”

Ada banyak cara untuk mengenalkan budaya pada anak-anak di rumah. Bagaimana dengan Nirina Zubir? Ikuti obrolan saya dengan dengannya, ya!

Beberapa waktu lalu, saya sempat berbincang dengan Nirina Zibir ketika menghadir acara peluncuran mobile site Bango, yang memuat begitu banyak resep dan teknik masak rahasia dari para legenda kuliner. Waktu itu Nirina mengaku kalau dia termasuk Ibu yang Indonesia banget! Makanya, ia bersama sang suami, Ernest, punya cara tersendiri dalam mengenalkan budaya Indonesia pada kedua buah hatinya, Zivara dan Elzo.

 

“Saya percaya ketika anak-anak dibiasakan sejak kecil untuk menikmati makanan khas Indonesia, mereka pasti akan teringat terus. Di rumah juga ada peraturan, untuk makanan junk food atau makanan yang lain itu hanya boleh saat weekend saja, hari Sabtu atau Minggu. Selebihnya, ya, makanan khas Indonesia”.

Nirina Zubir

Makananan Indonesia apa saja, sih, yang jadi favorit di rumah?

Pastinya makanan Sumatra Barat, dong, hahaha. Tapi di rumah, sih, paling suka makanan yang ada kuah-kuahnya semacam soto dan sayur lodeh. Tempe dan tahu, juga pada suka. Saya itu memang Indonesia banget, sih. Buat saya makanan seperti ini tuh sudah sangat mewah. Apalagi kalau sudah bisa masak sendiri.

Masih sempat masak sendiri, ya?

Masak, dong! Beda dengan makanan luar yang bumbunya bisa dibilang sederhana, kalau masak masakan Indonesia itu kan bumbunya banyak sekali, ya, dan memang saya jadi punya tantangan sendiri untuk saya mempelajarinya. Ya, kalau kita niatin sih pasti bisa, kok. Apalagi kalau kita masaknya ditambah dengan cinta, hahahaa. Biasanya, sih, inspirasi menu masakan ini, sih, datang dari anak, lihat saja apa yang dinginkan anak-anak. Untungnya, kalau di rumah i have my own legendary culiner, is my mom. Mama saya itu tuh masih suka masak, terutama masakan Sumatera Barat.

Buat saya, sih, perempuan modern itu memang disarankan untuk bisa masak, ya balik lagi alasannya sebenarnya untuk kesehatan. Apalagi kalau kita lihat banyak sekali berita yang mengekspos makanan yang kurang higenis, atau ada kecurangan oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan semata. Capek nggak, sih, kalau kita bertanya-tanya, ini makanannya sehat nggak ya? Jadi buat saya akan lebih baik bikin sendiri, dong. Do something, dan buat saya masak itu relaksasi banget, lho. Kadang kalau saya lagi ruwet, masak itu bisa bikin happy. Padahal cuma sekedar roast toast aja. Apalagi ketika anak-anak bilang, “Wah, enak, Mami…”

Dalam rangka mengenalkan budaya Indonesia, selain mengenalkan beragam makanan Indonesia, ada cara lain nggak yang Nirina lakukan?

Beberapa tahun ke belakang ini, saya juga suka ajak anak-anak road trip. Saya dan suami memang benar-benar ingin mengenalkan budaya Indonesia ke anak-anak. Nah, jalan-jalan lewat darat jadi salah satu pilihannya, kalau Jawa barat sudah sering, ya. Belum lama ini kami pergi ke Pacitan. Next road trip kami ingin jalan dar Jakarta ke seluruh Pulau Jawa, kemudian ke Bali, dan Lombok. That’s my wish.

Sejauh ini, itu salah satu cara saya melestarikan budaya di rumah. Untuk masakan tradisional saya juga punya pengalaman, saya itukan juga besar di beberapa Negara, karena mengikuti tugas bapak yang jadi Diplomat. Jadi di mana saya tinggal, saya itu selalu bawa bekal buatan Mama, misalnya bawa sate, atau nasi goreng. Nah, kalau di sekolah setiap makanan siang kita suka put luck, dan yang paling membanggakan temen-temen saya ternyata paling suka dengan makanan Indonesia yang saya bawa.

Balik lagi ke road trip, hal apa saja, sih, yang perlu disiapkan?

Yang perlu disiapkan adalah tempat tidur anak di mobil. Dulu saya juga suka diajak road trip sama orangtua, nah, pelajaran yang saya ambil itu adalah penting sekali untuk memerhatikan kualitas tidur. Jadi begitu sampai di lokasi juga bisa fresh, mukanya nggak BT. Nah, saya mencoba memfasilitasi itu untuk anak saya. Di bagian belakang itu dibuat seperti tempat tidur, jadi tidur juga enak. Seperti tidur di rumah saja.


Post Comment