Perlukah Menjadikan PMS Alasan?

Keseringan mencari alasan bisa membuat diri kita nggak maju-maju, lho, Moms. Daripada sibuk mencari excuse, mending belajar menerapkan PMS alias Powerful Message to Self. Apa maksudnya?

Premenstrual Syndrome atau yang biasa disebut PMS merupakan sebuah kondisi yang nggak mungkin bisa dilepaskan dari kaum perempuan. Iya, sejak memasuki masa puber, PMS bakal rutin datang dan jadi tamu bulanan. Biasanya, sih, kehadirannya nggak pernah menyenangkan. Maklumlah, perubahan hormonal yang dialami saat PMS, mau nggak mau memengaruhi kondisi fisik dan emosional.

Pernah ngerasain, dong, ya? Atau malah sudah menemani si bayi kecil memasuki masa PMS?

Biasanya, nggak sedikit, perempuan yang jadi terlihat berubah ketika sedang PMS. Berubah jadi lebih galak dan sensitif. Ya… paling, nggak kondisi ini yang sering saya rasakan. Bahkan suami sampai hapal dengan perubahan ini, hahahaha. Kalau menjelang tamu bulanan datang, suami sering komentar. “Kamu mau PMS, ya? Galak banget, sih?”. Mendengarnya saya cuma mesam mesem sambil bilang, “Iya… makanya bersikap ‘manis’ ya…”

Tanpa disadari, situasi seperti ini sering kali dijadikan sebuah pembenaran. Maksudnya begini, mentang-mentang lagi PMS menjadikan kita berpikir, sah-sah ngomel ke suami, lah wong emosi lagi naik turun gara-gara PMS. Atau malah melampiaskan emosi ke anak? Umh… ada juga yang menjadikan PMS alasan untuk makan, jadi nggak tahu waktu dan punya batasan untuk ngemil? Aaah… menulis ini, kok, saya jadi berkaca pada diri sendiri, ya?

Ketika si tamu bulanan ini datang tidak sedikit perempuan yang ‘meyalahkan’ dan mencari pembenaran atas nama PMS. Sambil membatin, “Ya udah lah ya, kan gue lagi PMS. Normal aja dong, jadi galak? Wajar aja, dong, kalau jadi doyan makan? Atau malah, membenarkan diri kalau saat lagi PMS jadi nggak bisa produktif bekerja. Yup…. somehow we just use PMS as an excuse because its the easiest thing for us to do.

PMS is real. Bahkan keberadaannya pun dibenarkan oleh para peneliti. Emosi kita bisa naik turun, sakit kepala, kram perut bisa disebabkan karena pengaruh hormonal yang dialami saat PMS. Banyak juga perempuan yang mengalami PMS dengan batas yang tidak wajar, seperti sakit kepala luar biasa, demam tinggi, bahkan sampai jatuh pingsan. Artinya, kita yang mengalami PMS dalam batas wajar perlu merasa bersyukur karena kita masih bisa produktif dan aktif menjalani aktivitas sehari-hari.

Di ulang tahun yang ke-9, Female Daily Network mempersembahkan #ChooseYourPMS. Sebuah gerakan mengajak perempuan Indonesia untuk tidak menjadikan PMS sebagai sebuah pembenaran segala sikap atau perilaku yang sebenarnya nggak ada gunanya malah cenderung merugikan. Apapun kondisinya, yuk, ubah mindset kita yang menjadikan PMS (Premenstrual Syndrome) sebuah alasan menjadi PMS: Powerful Message to Self”.

Apa Powerful Message to Self yang bisa membuat Mommies bangkit lagi saat mengalami bad day? Bisa sesuatu yang dilakukan atau dipakai. Lipstick merah yang bisa membuat percaya diri, misalnya. Atau mendengarkan lagu favorit? Mungkin juga sebuah ucapan dari orangtua, atau berolah raga. Ayo ikut gerakan #ChooseYourPMS dan tunjukan kalau kita sebagau perempuan tidak butuh banyak alasan untuk tetap positif! Untuk informasi lengkapnya mengenai gerkaan #ChooseYourPMS kunjungi pms.femaledaily.com, temukan kekuatan dalam dirimu!