Baca Buku Lebih Asyik dengan Gerakan “Baca Buku Bareng”

Gerakan publik “Baca Buku Bareng” baru saja diluncurkan kemarin bertepatan dengan Hari Buku Nasional. Seperti apa persisnya gerakan ini akan berjalan?

Baca Buku Lebih Asyik dengan Gerakan “Baca Buku Bareng”

Dewasa ini Mommies merasa nggak, akses masyarakat terhadap buku jadi lebih luas. Artinya kita nih, sebagai orangtua atau apapun itu perannya makin dimudahkan dengan kegiatan membaca. Semakin banyak pihak yang dengan sadar dan aktif mengambil perannya untuk mensosialisasikan minat membaca. Misalnya Reading Is Fun, tempat belajar membaca untuk anak-anak yang dikemas sedemikian rupa, supaya kegiatan membaca tetap menyenangkan dan makin seru.

Hal seperti ini yang juga saya perkenalkan kepada Jordy, anak pertama saya yang awal July nanti berusia 2 tahun. Meski belum waktunya belajar membaca, setidaknya dia sudah akrab dengan buku-bulu yang sesuai dengan usianya – banyak gambar, warna dan dilengkapi dengan macam-macam bunyian.

Bertepatan dengan Hari Buku Nasional, kemarin ini tanggal 18 Mei 2016, bertambah lagi  pihak yang peduli dengan budaya baca. Tepatnya bernama Gerakan Publik “Baca Buku Bareng”, hasil kerjasama Badan Perpustakaan Arsip Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Smart City, Perpustakaan Nasional RI dan Yayasan Nusa Membaca. Wah, wah, wah ada 4 badan pemerintahan besar yang terlibat – senang deh dengarnya.

Jadi, Mommies Gerakan “Baca Buku Bareng” ini merupakan ajakan kepada publik untuk aktif membaca buku, mendiskusikan buku yang dibaca, dan bagian yang paling seru menurut saya adalah berbagi buku digital dari warga untuk warga melalui iJakarta. Gerakan ini juga memungkinkan para warga Jakarta memiliki perpustakaan (ePustaka) di iJakarta dengan koleksi buku yang bisa disesuaikan dengan minat mereka.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan mendasar, ada fakta yang saya sendiri sedih banget Mommies. Bayangkan saja dari seribu penduduk Indonesia hanya ada satu orang yang memiliki minat baca yang tinggi (UNESCO, 2011) – HANYA SATU?!. Kebayang kan, miris ya, Mommies? Semoga dengan adanya gerakan “Baca Buku Bareng” ini, data dari UNESCO tadi bisa lambat laun mengalami perbaikan.

Untuk ikutan program ini, gampang kok Mommies – cukup mengunggah aplikasi iJakarta di smartphone, bisa untuk Android maupun iOS. Nah, di aplikasi itu Mommies bisa mengakses buku secara gratis. Nggak hanya itu, nantinya Mommies juga bisa menggabungkan buku digita dengan fitur media sosial. Tujuannya supaya ada interaksi sesama pembaca buku.

Dan aplikasi ini 100% karya anak bangsa, yang diprakarsai oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD), kita patut berbangga. Semoga makin banyak pihak pemerintah maupun swasta yang mengambil porsi kepedulian mereka untuk menstimulasi minat baca masyarakat Indonesia.


Post Comment