Keputihan pada Anak-anak

Ditulis oleh: Nayu Novita

Keputihan biasa dialami oleh perempuan dewasa. Tapi bagaimana jika si kecil juga mengalaminya? Apa penyebab keputihan pada bayi atau balita?

Biasanya, keputihan itu menjadi masalah klasik yang dialami oleh seluruh perempuan dewasa di muka bumi, betul nggak? Menjelang menstruasi, saat terlalu lelah, sedang sakit atau bahkan hamil pun kita juga bisa keputihan. Nah, karena saya beranggapan bahwa keputihan itu hanya dialami oleh perempuan dewasa, saya sempat kaget saat seorang teman curhat mengenai anak perempuannya yang masih kecil kok sudah mengalami keputihan.

Ternyata, keputihan juga bisa dialami oleh anak-anak! Apa yang menyebabkan munculnya keputihan pada si kecil? dr. Kartikaningsih, Sp.A dari RSIA Carolus, Summarecon Serpong memberi penjelasannya.

Keputihan pada anak

*Image dari www.kemin.com

Normal VS Abnormal
Secara umum, keputihan adalah pengeluaran cairan selain darah dari dalam vagina—atau disebut juga vaginal discharge. Ada dua jenis keputihan; keputihan fisiologis (normal) dan keputihan patologis (abnormal). Pada perempuan dewasa, keputihan fisiologis biasanya dialami oleh mereka yang sedang memasuki masa subur, ketika dilanda stres, kepanasan, sedang minum obat-obatan tertentu, atau saat tubuh kelelahan.

Keputihan fisiologis alias keputihan yang normal, cairan vagina berwarna bening, relatif encer, tidak berbau, dan tidak menyebabkan gatal. Jumlah cairan yang keluar juga tidak terlalu banyak. Sedangkan keluhan patologis atau abnormal ditandai dengan cairan vagina yang berwarna (putih, kuning pekat, hijau, abu-abu, ataupun kecokelatan), berbau, dan dibarengi keluhan lain seperti gatal-gatal, perih, nyeri kala berkemih, dan sebagainya. Ini umumnya disebabkan infeksi jamur, bakteri, atau jenis parasit lainnya.

Akibat Hormon dan Paparan Bedak
Sama seperti kita yang sudah dewasa, keputihan juga bisa dialami oleh bayi dan anak-anak. Hanya saja, penyebabnya tentu berbeda. Pada bayi baru lahir misalnya, terkadang muncul cairan seperti keputihan ataupun yang disertai bercak darah dari dalam vagina. Tapi tak perlu cemas, karena ini hanyalah pengaruh hormon dan proses pematangan kelenjar-kelenjar pada alat kelamin si kecil. Dalam hitungan hari, biasanya keluhan ini akan lenyap dengan sendirinya.

Bayi juga bisa mengalami keputihan yang disebabkan karena reaksi alergi serta akibat faktor kurang bersih. Teknik membersihkan alat kelamin yang keliru menjadi penyebab munculnya masalah kesehatan yang paling sering terjadi. Arah membersihkan alat kelamin yang benar adalah dari depan (vagina) ke belakang (anus), agar kotoran tidak masuk ke dalam vagina. Jika dilakukan ke arah sebaliknya, maka vagina berisiko terkena kotoran dan terinfeksi!

Kondisi ini bisa bertambah parah jika popok seringkali dibiarkan dalam kondisi lembap serta jika kita terbiasa membubuhkan bedak di sekitar alat kelamin si kecil. Jika sampai masuk ke dalam vagina, partikel-partikel bedak bisa memicu terjadinya iritasi dan penumpukan kuman, yang dapat menimbulkan infeksi—salah satunya bisa ditandai oleh munculnya keputihan.

Fisik Aktif dan Tubuh Lembap
Gangguan keputihan pada anak yang lebih besar juga bisa timbul akibat kebersihan tubuh yang kurang terpelihara. Anak-anak usia sekolah biasanya amat aktif. Entah ketika mengikuti pelajaran olahraga ataupun saat bermain bersama teman. Frekuensi aktivitas fisik yang tinggi mengakibatkan produksi keringat dalam jumlah banyak di seluruh tubuh, termasuk pada area seputar alat kelamin.

Kala beraktivitas, keringat yang keluar akan membasahi tubuh dan pakaian—termasuk pakaian dalam. Kondisi lembap ini merupakan tempat ideal bagi pertumbuhan kuman penyakit. Makanya, jika malas membersihkan tubuh dan mengganti pakaian dalam, jangan heran bila infeksi kuman kemudian menyerang vagina dan menimbulkan keputihan.

Pada anak yang sudah mulai memasuki usia praremaja, keputihan juga terkadang muncul sebagai akibat perubahan kadar hormon di dalam tubuh. Biasanya, keputihan muncul beberapa saat menjelang tibanya masa pubertas. Jika demikian, maka jenis keputihan yang dialaminya tergolong normal dan akan hilang dengan sendirinya.

Keputihan pada anak-anak

*Image dari payload390.cargocollective.com

Segera ke Dokter, Bila….
Berbeda dengan jenis keputihan normal, jenis keputihan patologis—yang disebabkan oleh adanya penyakit di dalam tubuh, tidak dapat lenyap dengan sendirinya. Makanya, jika menemukan gejala keputihan abnormal pada tubuh si kecil, orangtua perlu segera berkonsultasi pada dokter.

Waspadai pula kemungkinan terjadinya pelecehan seksual pada anak jika munculnya keputihan yang abnormal disertai pula dengan perubahan perilaku pada keseharian si kecil. Jika demikian, maka selain melakukan tes untuk mendeteksi jenis penyakit yang menyebabkan keputihan, orangtua tentu perlu melakukan pendekatan secara lebih intensif pada si kecil untuk mencari tahu secara pasti apa yang menjadi penyebabnya.


One Comment - Write a Comment

  1. Baru tahu ternyata anak-anak bisa keputihan juga, informasi yang penting sekali supaya para ibu dan calon ibu (terutama saya sendiri) lebih memperhatikan kebersihan anak, kadang karena malas atau ingin hemat popok jadi kurang tertib dalam mengganti popok :-)

Post Comment