Sudah Tertawa Hari Ini?

Tertawa bukan hanya sekedar respon tubuh terhadap sebuah peristiwa yang dianggap lucu. Ketika tertawa lepas, saat itu juga kita akan merasa gembira sehingga memandang segala hal dari sudut pandang yang (lebih) positif.

Masih ingat nggak dengan film ‘Life Is Beautiful’? Buat saya, film yang meraih Oscar tahun 1998 ini merupakan salah satu film terbaik sepanjang masa. Banyak pelajaran yang bisa saya petik lewat film yang perankan Roberto Begnini ini, salah satunya adalah bagaimana kita harus bersikap dan memandang bahwa hidup ini sangat indah meskipun sedang dalam tekanan. Termasuk memperlihatkan pada saya bahwa kekuatan humor dalam sebuah keluarga sangat penting.

Kebayang, sih, ya, bagaimana kondisi hidup ini kalau nggak diisi dengan tawa? Terlebih dalam sebuah keluarga. Berani taruhan, deh, kalau kehidupan keluarga nggak banyak diisi dengan tawa, rasanya pasti ‘kering’. Biar bagaimana pun, saya percaya kalau tertawa bisa membuat relasi makin erat.

tertawa

Bisa dibilang, tertawa merupakan ekspresi kebahagiaan yang muncul secara spontan, dan tertawa juga bisa bisa dijadikan obat mujarab bagi kesehatan. Percaya, dong, kalau  kondisi psikis seseorang dan obat terbaik bagi hati? Berikut saya rangkum kenapa kita perlu menjadikan tertawa sebagai ‘nutrisi’ dalam hidup ini.

Membuat perasaan lebih baik

Maunya, sih, apa yang kita jalankan dalam hidup ini bisa sesuai kehendak, dan rencana kita. Kenyataannya kan nggak begitu. Ada kalanya kita akan bertemu dengan kondisi yang membuat merasa down.  Namun,  kalau kita mampu enanggapi kesedihan dengan tawa tentu saja bisa membuat pikiran, tubuh dan jiwa tenang dan nyaman. Seperti yang sudah disinggung di atas, tertawa ini berhubungan erat dengan psikis seseorang. Nggak heran, kalau kita bisa tertawa, akan membuat perasaan jadi lebih baik. Perasaan bahagia juga akan muncul ketika melihat ekspresi wajah senang dari lawan bicara.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Seorang dokter dari Loma Linda University, California, AS, Dr. Lee Berk dan Dr. Stanley Tan, sempat menulis hasil penelitiannya dalam “Humor and Health Journal” edisi 2009. Jurnal ini berisi tentang pengaruh tertawa terhadap sistem kekebalan tubuh.  Ternyata, tertawa bisa meningkatkan jumlah dan kemampuan sel-sel imun yang bertugas memerangi sel virus yang menyerang tubuh.

Setara latihan berat

Ada banyak litelatur yang menyebutkan kalau tertawa 100 kali setara dengan energi 15 menit pada mesin dayung. Nggak beda jauh dengan olahraga, tertawa membuat orang cenderung mengambil nafas yang berfrekuensi cepat. Hal ini bisa membantu asupan oksigen bagi tubuh. Tertawa pun bisa membakar kalori, di mana kalori yang dibakar sebanyak 10-40 kalori dalam 15 menitnya.

Meningkatkan daya ingat

Sering merasa lupa? Punya sumbu memori yang sangat pendek? Mungkin saatnya memperbanyak tertawa. Soalnya dengan tertawa akan mampu memberikan pasokan oksigen dalam jumlah banyak ke otak kita sehingga bisa membantu meregenerasi ulang sel-sel otak.

 Membuat hubungan dengan suami tambah mesra

Seks sehat bukan berarti harus melakukan hubungan intim setiap hari. Paling nggak, saya merasa kalau seks yang sehat adalah ketika saya dan suami sama-sama merasa happy ketika melakukan hubungan intim. Bisa melakukannya dengan enjoy, nggak terpaksa, apalagi kalau sampai harus pura-pura merasa ‘puas’. Hal ini pun berlaku dalam komunikasi, di mana humor yang kerap dilontarkan ternyata sangat efektif membuat hubungan kami jadi lebih menyenangkan dan nggak kaku. Aaah… saya jadi ingat dengan video ‘Pengakuan di Hari Kasih Sayang” , waktu itu saya bilang kalau hal yang membuat saya jatuh cinta pada suami, karena dia satu-satunya lelaki yang mampu membuat saya bisa tertawa terbahak-bahak,

Mumpung hari ini adalah Hari Tawa Sedunia, yuk, kita sama-sama ingat apakah hari ini sudah banyak diisi dengan tawa? Tertawa bersama suami, anak, sahabat, orangtua atau banhkan tertwa sendiri? Because, the most wasted of all days is one without laughter…


Post Comment