3 Penyebab Perempuan Sulit Hamil

Tambah anak ternyata bukan perkara yang mudah. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan perempuan sulit hamil.

Sudah dua tahun belakangan ini saya merencanakan untuk punya anak lagi. Awalnya saya berpikir, anak ke dua bisa didapatkan nggak lama setelah lepas spiral. Eh… ternyata, sudah dua tahun nggak pakai ‘alat pengaman’ saya nggak kunjung-kunjung hamil. Iya, rupanya saya terlalu PD.

Beberapa waktu lalu, saya pun sempat ngobrol dengan dr. Yusfa Rasid, SpOG dan bertanya mengenai hal ini. Sebenarnya, apa saja sih, faktor yang membuat perempuan sulit hamil?

perempuan sulit hamil

Waktu itu dokter yang berpraktik di RS. YPK, Menteng ini menerangkan, “Pada pemakaian spriral, setelah tidak menggunakannya lagi yang perlu dicek itu adalah apakah ada kenaikan berat badan atau tidak, apakah menstruasi berjalan dengan teratur, lalu cek saluran telur. Salah satu efek samping dari pemakaian spiral adalah terjadinya infeksi, yang bisa menyebabkan saluran telur jadi tersumbat. Untuk itulah pastikan dulu apakah saluran telurnya masih baik atau tidak. Ada infeksi atau tidak dalam dinding rahim. Kalau perlu lakukan pemeriksaan HSG. Kalau begitu kamu perlu cek saluran lebih dulu. Setelah diperiksa, dan tidak ada infeksi baru suami yang lanjutkan dengan pemeriksaan.”

Begitu mendengar efek samping yang terakhir, rada ketar ketir juga, sih. Tapi, waktu itu dokter Yusfa sempat menenangkan dengan bilang kalau skala terjadinya infeksi setelah menggunakan alat kontrasepsi spriral nggak terlalu besar, kok.

Lewat obrolan tersebut saya bisa menyimpulkan ada beberapa hal yang (bisa) menyebabkan saya sulit hamil.

1. Kerusakan pada saluran tuba

Seperti yang sudah diterangkan dr. Yusfa SpOG di atas, saya disarankan untuk memeriksa saluran tuba lebih dulu. Soalnya, penyumbatan saluran tuba memengaruhi kesuburan perempuan. Bahkan katanya, hal ini merupakan penyebab kemandulan hampir 30 persen ketika ada kerusakan pada saluran tuba. Pantas saja, sih, ya, soalnya penyumbatan saluran tuba menyulitkan sel sperma mencapai sel telur dan mencegah sel telur ke arah rahim.

2.Menoupause Dini

Salah satu hal yang masih saya syukuri adalah sampai sekarang siklus menstruasi saya masih berjalan norman. Soalnya, apabila siklus sudah tidak teratur, dikhawatirkan terjadinya kekurangan atau hilangnya menstruasi. Perempuan memasuki menoupause apabila fungsi ovarium dan datang bulan terhenti.

3.Gaya Hidup

Perlu diakui, gaya hidup saya belum masuk dalam kategori sehat. Lah wong, makan aja masih sering sembarangan. Contoh kecilnya saya masih suka menyantap makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak tidak sehat. Olahraga pun belum rutin dilakukan. Biar gimana, kebiasaan dengan gaya hidup yang tidak sehat bisa memengaruhi kesuburan. Mengingat berat badan saya juga berlebih, hal ini juga bisa menyebabkan sulit hamil, karena sel-sel lemak terlalu banyak menyebabkan kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur.

Wah… ‘pekerjaan rumah’ saya masih banyak sekali, ya. Tapi… harus tetap semangat dan optimis kalau saya bisa hamil (lagi). Doakan, yaaaa….


Post Comment