Editor’s Note: Let’s Celebrate Our Life

Salah satu cara saya ‘merayakan’ hidup adalah meminta pujian dari orang-orang terdekat saya.

Beberapa minggu lalu, saya sempat terlibat dalam pertengkaran dengan salah satu orang terdekat dalam hidup saya. Bukan suami, bukan anak ataupun orangtua. Orang itu mengirimkan SMS yang isinya penuh kalimat ‘menusuk’ dan membuat saya menangis, hahaha. FYI, saya bukan tipe orang yang gampang menangis. Mungkin saat itu mood saya juga lagi nggak bagus, makanya jadi cengeng. Saat itu saya benar-benar drop dan jadi malas mau melakukan apapun. Itu salah satu hari dalam hidup saya yang cukup ‘suram’ dan menyebalkan.

Saya yakin, ada masanya kita merasakan kalau dunia lagi nggak bersahabat dengan kita, dan itu nggak hanya sekali dua kali, walaupun nggak terlalu sering juga terjadi. Dan, saat itu terjadi, saya merasa butuh mood booster untuk mengembalikan rasa bahagia yang sempat sembunyi.

Celebrate Life

*Gambar dari sini

Mood booster itu bisa berupa membeli makanan enak, nonton film, belanja atau jalan-jalan. Dan, saat kasus SMS itu terjadi, saya menemukan satu cara lagi untuk mengembalikan rasa bahagia. Apa? Bertanya sama orang-orang terdekat saya tentang sifat positif yang saya miliki dan membuat mereka mau bersahabat dengan saya hingga belasan tahun.

Balasan dari mereka cukup membuat saya terkejut, karena ternyata ‘seindah’ itu penilaian mereka tentang saya. Mereka bilang, di balik muka judesnya, saya itu sebenarnya perhatian, helpfull, peduli sama orang lain, ringan tangan dan nggak pelit. And you know what? Saya pun jadi terbawa untuk percaya dengan pemikiran mereka. Pemikiran postitif tentang diri sendiri. Dan pada akhirnya ini menjadi salah satu cara saya untuk merayakan hidup.

Penting ya untuk merayakan hidup?

IMHO, kadang, dengan merayakan hidup membuat saya semakin lebih menghargai kehidupan yang saya punya. Membuat saya menyadari bahwa masih banyak kok hal indah yang saya alami. Membuat saya jadi nggak stress-stress amat kalau ada satu hal yang terjadi tidak sesuai harapan. Bagaimana tidak?

  • Stress dengan kemacetan di jalan dan capek menyetir mobil? Bersyukur saja kalau saya masih bisa duduk tenang di kendaraan pribadi dan tidak kehujanan.
  • Malas banget berangkat ke kantor setiap senin pagi? Masih banyak orang di luar sana yang berjuang untuk mendapat pekerjaan demi sesuap nasi.
  • Kesal ngadepin suami yang nggak mau mengajarkan anak belajar? Masih banyak para suami yang kerap memukul isteri di luaran sana.
  • Capek karena anak selalu minta ini itu? Banyak loh perempuan yang kepingiiiiin banget punya anak tapi belum dapat-dapat.

Yuk, rayakan hidup kita yang ternyata masih jauuuuh lebih baik dari orang-orang di luar sana. Let’s celebrate pekerjaan yang membuat kita bisa bersosialiasi, gaji bulanan yang masih kita peroleh setiap bulan, senyum si kecil yang selalu menyambut kita sepulang kerja, pelukan hangat suami di tempat tidur, dan sejuta hal lain yang bisa kita rayakan dengan penuh senyum.

So, Mommies, mari jadikan bulan Desember ini menjadi bulan yang penuh kebahagiaan, keceriaan dan mari merayakan setiap hal dalam hidup kita yang memang tidak sempurna.

Well, I’ve seen better days but I’ve also seen worse. I don’t have everyting I want, but I do have all I need. I woke up with some pains and aches, but I woke up. My life may not be perfect, but I am blessed.

 


5 Comments - Write a Comment

Post Comment