High Heels and Pregnancy

Ditulis oleh: Monik Wulandari

Kalau di dunia beauty ada kalimat beauty is pain, maka untuk di dunia fashion salah satu yang sangat mewakili kalimat fashionable is pain adalah pemakaian high heels secara terus menerus.

High heels and pregnancy

*Gambar dari sini

Jangan salah. Saya sama sekali nggak memusuhi high heels. Lah, wong saya bekerja di dunia fashion, sudah pasti high heels menjadi salah satu must have item saya dahulu kala, sebelum hamil. Somehow, saya merasa dengan mengenakan high heels, saya lebih percaya diri, hahaha, merasa tubuh lebih jenjang dan seksi. Pun pernah juga setelah memakai high heels, kaki saya kram selama 10 menit :D.

Memasuki usia kehamilan, dengan beragam keluhan hamil yang saya alami, otomatis saya pun menyingkirkan koleksi high heels saya. Mungkin  akan saya kenakan lagi setelah melahirkan kelak. Biasanya, selain memikirkan make up dan hairstyles untuk ke kantor, memilih pakaian dan high heels juga menjadi andalan para working mommies untuk tampilan gaya ke kantor, meskipun mungkin saja mereka sudah tahu dampak dari pemakaian high heels secara terus menerus.

Kalau saran dari dokter saya, selama kehamilan sudah jelas nggak disarankanlah berlenggak-lenggok dengan high heels (kita bukan Victoria Beckham juga kan yaaa). Tapi terlepas kondisi hamil atau tidak, ada baiknya para working mommies yang kerap menggunakan high heels untuk bekerja melakukan beberapa hal ini:

  1. Setiap dua jam sekali, lepaskan sepatu dan biarkan jari-jari kaki Anda terbebas. Lakukan gerakan memutar untuk melemaskan otot-otot.
  2. Siapkan sepatu datar untuk berjaga-jaga jika kaki terasa mulai lelah.
  3. Kombinasikan antara pemakaian high heels dengan flat shoes.

high heels and pregnancy2

*Gambar dari sini

Kenapa high heels bisa dikatakan menyakitkan?

  1. Back Pain

Pinggang dan punggung adalah dua bagian yang menopang berat tubuh selain kaki. Dan tekanan yang dihasilkan ketika mengenakan sepatu hak tinggi membuat kaki, pinggang dan  punggung berada dalam posisi tidak rata. Ligamen yang pada saat hamil juga mengalami kelonggaran, dapat menyebabkan bergesernya sendi pada tulang punggung dan akibatnya terasa sakit di pinggang dan punggung.

  1. Varises

Jangan meremehkan varises, lho, moms. Karena ini bisa menjadi ancaman berbahaya, terutama bagi ibu hamil yang menginginkan proses melahirkan normal. Membengkaknya dinding pembuluh darah balik ini tidak saja terjadi pada betis, tapi juga bisa terjadi pada area kewanitaan, sehingga dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah jika sudah sangat kronis. Salah satu penyebabnya memang terlalu lama memakai sepatu hak tinggi, terlalu lama berdiri dan melipat kaki.

  1. Linu Panggul

Sepatu hak tinggi dapat menyebabkan tulang belakang merenggang dan tegang kelika berjalan. Ini juga dapat menyebabkan nyeri saraf sciatic, saraf terpanjang yang melewati telapak kaki, tumit, betis, paha, panggul, hingga punggung bawah. Akibatnya, kaki Anda bisa merasakan nyeri seperti ditusuk-tusuk, rasa terbakar dan nyeri panggul.

  1. Tubuh Tak Seimbang

Berat badan yang bertambah, bentuk tubuh yang tidak proporsional (lebih besar perut) membuat tubuh Anda perlu keseimbangan yang kokoh. Mamakai sepatu hak tinggi hanya dapat mengurangi keseimbangan itu, dan justru mengakibatkan kurangnya konsentrasi ketika berjalan sehingga beresiko membuat bumil terjatuh. Ini sudah pasti membahayakan bagi sang bayi. Tak mau itu terjadi, bukan?

Kalau mommies memang nggak bisa lepas dari high heels, pun sedang berada dalam kondisi hamil, mungkin bisa pilih high heels dengan ketinggian maksimal 2,5 cm dan memilih alas yang lebar seperti wedges agar bidang tumpuan lebih lebar dan kokoh.

Kalau saran saya sih, lupakan dululah high heels di saat hamil. Kayak nggak ada sepatu lain yang keren aja!

 

 


Post Comment