4 Tahapan Karier, Di mana Posisi Anda?

Enjoy dengan pekerjaan yang sedang dijalani boleh saja. Tapi, jangan sampai mengesampingkan tahapan karier yang sebaiknya kita lalui.

Seperti yang sudah pernah saya tulis dalam artikel ‘Berbahagia dengan Pekerjaan’, sampai detik ini saya masih sangat menikmati dunia yang saya tekuni, yaitu menjadi pekerja media. Paling tidak dengan memilih karir sesuai dengan pilihan hati, sudah merasakan dampak yang begitu besar. Saya sendiri percaya pilihan pekerjaan yang tepat akan memiliki efek positif pada hidup karena kita melakukan sesuatu yang membuat bahagia.

CareerPathAhead

Walaupun sangat enjoy dengan pekerjaan yang dijalani saat ini, bukan berarti saya lupa diri dan hanya mau berada di zona nyaman. Memang, sih, bisa dibilang saya ini bukan tipe orang yang kompetitif dan ambisius, tapi yang namanya target hidup kan harus tetap ada. Salah satunya, ya, mengenai pencapaian karier.

Kenyataannya, urusan pendakian menuju tangga karier yang makin menjulang bukan proses yang mudah. Mungkin tidak sedikit orang yang beruntung dengan mudah bisa menembus jalan yang berliku sehingga bisa mencapai target sesuai dengan keinginan. Tapi, nggak sedikit juga orang yang merasa stuck on the middle of nowhere.

Kalau berdasarkan teori karir  yang dikemukakan Donald Super, perkembangan karier ini memang dipengaruhi oleh banyak faktor. Baik faktor yang didapatkan oleh individu sendiri, seperti pengaruh akan kebutuhan, sifat-sifat kepribadian, serta kemampuan intelektual. Sementara faktor di luar individu, seperti taraf kehidupan sosial ekonomi keluarga, variasi tuntutan lingkungan kebudayaan, dan kesempatan yang muncul juga memiliki peran yang nggak kalah besar.  Namun, dalam teori ini juga disebutkan kalau sebenarnya titik beratnya terletak pada faktor-faktor pada individu, diri kita sendiri.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang mengulas soal tahapan perkembangan karier manusia. Dalam artikel tersebut menyebutkan bahwa seorang pakar SDM mengatakan kalau orang yang berhasil dalam menjani karier, pada umumnya akan melakukan analisa serta mengetahui apa yang menjadi tujuannya. Apa rencana serta tindakan yang diambil untuk mencapai karier yang diharapkan. Bahkan banyak praktisi manajemen diri yang menganjurkan  kalau sebenarnya  perburuan karir dimulai sepuluh tahun sebelum karier tersebut bisa kita raih.

Pantas saja, kalau dalam sesi wawancara dengan HRD sebuah perusahaan, sering ada pertanyaan, “Apa rencana kamu 5 atau 10 tahun mendatang? Sudah membayangkan  beberapa tahun mendatang kamu akan seperti apa?” Ternyata, tanpa kita sadari dengan punya impian seperti ini sebenarnya langkah awal kita membangun kesuksesan dalam karier. Kuncinya, ya, perencanaan yang matang.

Kalau impian saya ke depan, sih, memang nggak mau long life employee. Maunya, punya usaha sendiri. Lagi pula dengan menjadi Mompreneur saya melihat ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan. Memang, sih, menjadi mompreneur nggak semudah membalikkan telapak tangan. Pasti banyak tantangannya. Tapi saya percaya jika mengetahui apa saja yang harus diperhatikan untuk memulainya, tentu langkahnya akan lebih mudah.

Pertanyaannya sekarang, mau sampai kapan, ya, saya ini berkarir? Kapan sebaiknya saya mulau melangkah lebih maju? Lah wong usia saya sudah nggak muda lagi, kan. Singkat kata, jangan sampai perkembangan karir kita ini mandek lantaran kepentok usia.

Kalau merujuk pada Teori Karier dari Donald Super, ada 4 tahapan karier dalam kehidupan seorang manusia. Apa saja? Cek di laman selanjutnya, ya.