Cara Membuat Bayi Tidur Lelap

Pola tidur bayi yang sebentar-sebentar  terbangun, sukses membuat saya lelah sepanjang hari. Coba kiat di bawah ini agar bayi nggak gampang terbangun.

Saya ingat, 3 hari setelah saya melahirkan dan siap pulang ke rumah, dimulailah hari-hari saya dengan jadwal tidur yang tidak jelas. Bagaimana bisa jelas, kalau si bayi tidur hanya sebentar-sebentar dan di saat malam bahkan cenderung aktif dan malas tidur. Sebagai working mother, jelas saja kondisi ini membuat saya letih luar biasa. Pulang kantor harus begadang dan pagi sudah harus siap lagi berangkat kerja. Dan, di sisi lain, saya juga khawatir kalau si kecil tidur hanya sebentar-sebentar, maka kualitas tidurnya jadi tidak maksimal.

sleeping-baby

 

*Gambar dari sini

Padahal dari yang saya baca di buku “Beauty Sleep,” selama bayi tidur, proses tumbuh kembangnya sedang berlangsung. Perkembangan otak, serta pembentukan sistem kekebalan tubuhnya juga sedang terjadi. Inilah alasan mengapa saya khawatir kalau si kecil tidak mendapatkan tidur yang berkualitas. Kalau berdasarkan usia bayi, berikut adalah kebutuhan tidur tidur bayi:

  1. 0-3 bulan: 15-17 jam
  2. 4-5 bulan: 14-15 jam
  3. 6-8 bulan: 13-14 jam
  4. 9-12 bulan: 13 jam

Jadilah saya dulu ribet berhitung jumlah jam tidur yang dimiliki si kecil.

Tapi daripada ngedumel terus tanpa bertindak, saya mencoba beberapa cara yang ternyata cukup efektif membuat anak saya (dua-duanya) tidak mudah terbangun di saat tidur. Apa sajakah itu?

  1. Belajar tidur normal

Normal di sini berarti saya ajarkan kepada mereka bahwa malam ya memang waktunya mereka untuk tidur. Biasanya saya mencari jam yang sama setiap harinya. Misalnya, kalau hari Senin mereka saya ajak tidur jam 7 malam, ya untuk seterusnya saya tetap berusaha agar mereka tidur jam 7 malam. Bagaimana kalau saat Anda pulang kantor, kangen, eh si kecil sudah lelap tertidur? Jangan paksa mereka untuk bangun karena ini membuat mereka mengira bahwa mereka boleh bangun dan bermain.

  1. Bedakan tidur siang dan tidur malam

Biasanya, saat tidur siang saya membiarkan suasana kamar masih ada sedikit penerangan. Buka gorden sedikit agar sinar matahari masih bisa masuk ke dalam kamar. Begitu masuk waktu tidur malam, saya biasanya akan mematikan lampu kamar. Setidaknya ini membuat si kecil menyadari perbedaan antara tidur siang dan tidur malam.

  1. Biasakan tidur di tempatnya

Awalnya saya memang sempat membiarkan anak-anak tetatp tidur di dalam gendongan. Tapi kemudian mereka jadi terbiasa digendong dan malah menangis saat diletakkan. Akhirnya, saya coba pelan-pelan untuk konsisten menidurkan mereka di tempat tidur. Walaupun awalnya sulit, tapi setelah berjalan satu minggu, usaha ini berhasil. Mereka tak harus digendong setiap kali tidur dan mulai merasa nyaman tidur ‘sendiri’ di tempat tidur.

Setelah sempat berjuang dengan pola tidur yang cukup ‘ajaib’, akhirnya saya sukses membuat anak-anak tidur dengan teratur dan dengan rentang waktu tidur yang cukup lama. Kalau mommies yang lain bagaimana?

 


2 Comments - Write a Comment

  1. Selamat pagi
    Salam kenal mbak Fia

    Saya mau sharing sekaligus curhat hehe soal menidurkan bayi. Boleh ya? Saya cari personal email / socmed-nga mbak ga ketemu. Jadi via comment artikel ini saja ya.

    Anak sy baru berusia 3 minggu. Bbrapa hari setelah lahir, jam tidur dan cara tidurnya normal, krn tdk ada intervensi apapun, sy nenenin, dia tidur cukup lama, bisa tidur sendiri di kasurnya.

    Seminggu kemudian, mama saya datang, dan sering menggendongnya, berlanjut hingga skrg, jadilah sekarang dia kalau ditidurkan di kasur suka terbangun dan nangis. Susahnya di malam hari, saya sudah nenen-in tapi dia tidak juga bisa tidur, bahkan hngga pagi. Saya bingung memulai cara mengubah kebiasaan tidurnya bgmn ya?

Post Comment