Motherhood Monday: Nadia Meutia – Potensi Bisnis MLM yang Menggiurkan

Siapa sangka, berkat bisnis MLM, ibu dua anak ini mampu terbebas dari lilitan hutang dan mendapat penghasilan dengan nominal yang fantastis.

IMG_0450

Successful people are not gifted; they just work hard, then succeed on purpose. – G.K Nelson

Quotes di atas saya pikir tepat untuk menggambarkan usaha gigih seorang perempuan bernama Nadia Meutia. Berawal dari keinginan terbebas dari lilitan utang dan membantu suaminya memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya, Nadia ibu dari Haura (14) dan Khaira (10) mantap merintis bisnis Multilevel Marketing (MLM) Oriflame semenjak tahun 2005. Bisnis jenis ini memang kerap dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, tapi fakta berbanding terbalik – dalam kurun waktu hampir 10 tahun ia berhasil mendapat reward berupa penghasilan dengan nominal yang fantastis. Selain itu juga ada sejumlah kendaraan mewah yang terparkir manis di rumahnya dan berbagai momen plesiran ke luar negeri bersama anak dan suami tercinta. Awal April lalu, Mommies Daily sempat berbincang dengan perempuan pecinta kopi dan kucing ini, kepada kami Nadia tak segan membagi kunci sukses dan perjalanan kariernya. Ingin tahu seperti apa? Silahkan disimak obrolan kami dengan Nadia atau familiar dengan sapaan “Jengnad” berikut ini:

Sempat berprofesi sebagai broadcaster dan terlilit utang, hingga akhirnya memutuskan menggeluti MLM untuk membayar utang, apa benar? Kenapa pilih MLM?

Intinya saat itu saya sudah memiliki anak dan ingin bekerja di rumah saja. Saat menjelang nikah, saya bekerja sebagai jurnalis untuk salah satu website di luar, jadi memang sudah pernah ngerasain serunya bekerja di rumah. Sebulan setelah menikah saya langsung hamil, otomatis biaya hidup langsung membengkak. Berhubung saya dan suami tipikal orang yang tidak suka bekerja di bawah pimpinan orang lain, kami pun nekad mencoba membuka bisnis percetakan. Oh iya, suami saya adalah musisi, tau sendiri kan kalau musisi penghasilannya tidak tetap. Jadilah saya berusaha cari tambahan, sampai akhirnya ketemu satu komunitas ibu-ibu yang suka bisnis dan menjual segala macam barang deh, pokoknya. Saat itu saya ngerasa, lumayan juga ya dagang seperti ini. Hanya saja kalau dulu kan nggak seperti sekarang, dulu masih lewat mailing list.

Kebetulan karena saya cocok dengan founder komunitas ini, Dini, kami berdua langsung menjadi sahabat. Dia bagian menghitung, saya bagian marketing dan promosi. Saking cocoknya, apapun bisnis yang kami geluti selalu kami lakukan bersama. Intinya, kami berdua butuh uang. Setelah itu kami mencoba bisnis aromatheraphy dan MLM. Ternyata, pas kita pelajari usaha aromatheraphy ini lumayan mahal untuk beberapa kalangan.

Beberapa waktu kemudian, saya bilang sama Dini, “Din, kita coba Oriflame yuk.” Sementara saya juga sedang mencoba bisnis lain yang memaksa saya menjual mobil dan barang berharga lainnya. Ini terjadinya sekitar 2004 atau 2005. Mulailah saya terlibat utang, dan mulai panik mencari cara untuk melunasi utang. Kami mulai berpikir MLM kayaknya ok nih, tapi produknya harus pas. Kalau produknya nggak pas susah juga menjalaninya.

Kami akhirnya membagi tugas, masing-masing mempelajari beberapa MLM. Lalu kita bandingkan, dan satunya-satunya yang bisa mendukung apa yang kami mau – ada pengantaran, diperbolehkan berjualan secara online itu hanya Oriflame. Kami juga mikir Oriflame kan produk sehari-hari, orang juga butuh terus – mandi dan sebagainya, makanya kami fokus mengerjakan Oriflame.

Kalo ditanya kenapa pilih MLM, karena kami sudah pernah mencoba MLM. Asal caranya benar bisa kok bisnis ini berkembang dengan baik. Kenapa orang Indonesia agak antipati sama MLM? Karena biasanya orang MLM ngajakinnya suka nggak to the point – muter kemana-mana, ada yang pake tipu-tipu bilang mau diajak ke mana, ternyata diajaknya ke presentasi. Jadi yang saya pelajari, caranya jangan seperti itu.

Berapa modal yang dibutuhkan, Mbak?

Sebelumnya saya sama Dini udah menjalankan MLM menggunakan nama perusahaannya Dini (d’BC Indonesia). Begitu saya bilang Oriflame ok, kami bikin d’BC Network. Awal bikin kami butuh biaya server dan sebagainya. Untuk modal, kalau MLM itu kan harus tutup point, harus belanja setiap bulannya. Waktu kami mulai di tahun 2006, masih sekitar Rp.200.000 per bulan. Jadi modal yang harus kami keluarkan per bulan untuk tutup poin ya sebesar Rp.200.000. Saya sih mikirnya, daripada belanja ke supermarket nggak dapat poin, mending alihkan semuanya ke Oriflame.

Bisa jelaskan sedikit mengenai d’BCN itu apa Mbak?

D’BCN atau The Business Chain Network itu sebenarnya, d’bc-nya (The Bussines Change),  sendiri bisnis milik Dini. Saya sempat jadi downlinenya d’bc Indonesia. Begitu saya mau masuk Oriflame, kami pakai nama d’bc karena sudah ada website replika, punya ilmu cara bikin e-book, SEO dan sebagainya. Terus aku minta menjadi upline. Terbentuk deh d’BC Network. Jadi semua konsultan Oriflame yang ada di bawah Nadia Meutia adalah anggota d’BC Network.

Nah, kalau Multilevel Marketing (MLM) itu sendiri apa?

Sebuah sistem di perusahaan, tentang bagaimana produk dipasarkan. Misalnya Tupperware, itu termasuk ke direct selling, dia bisa minta orang-orang bergabung sebagai anggota, kemudian anggotanya jualan, dia dapat keuntungan langsung. di Oriflame ada juga direct selling-nya, tapi yang jadi persoalan adalah nggak semua orang punya kekuatan jualan terus-menerus. Perusahaan MLM Oriflame berpikir, bagaimana caranya agar orang punya penghasilan bukan hanya dari jualan, tapi dari merekrut member.

Jadi MLM itu sistemnya adalah kita mengumpulkan poin dari poin-poin yang downline kita kumpulkan. Semakin besar poin kita, rupiah yang kita dapat juga semakin besar. Tapi harus diwaspadai adalah banyak MLM yang cara menghitung bonusnya tidak adil untuk orang yang masuk belakangan. Makanya orang suka takut masuk MLM karena takutnya kalau masuk belakangan, upline yang kaya duluan. Itulah yang kami pelajari, bagaimana caranya supaya adil, siapapun yang masuk dan kapanpun akan dapat. Saat kami bandingkan, Oriflame keren banget, karena sistemnya yang kerja yang menghasilkan.

Setelah meraih gaji yang fantastis, mobil mewah dan ruitn jalan-jalan ke luar negeri, apa lagi yang ingin Nadia kerjakan? Cari tahu di halaman selanjutnya ya Mommies


One Comment - Write a Comment

Post Comment