Deg Ser, Anakku Menghilang!

Boy-walking-alone-636*Gambar dari sini

Akhirnya mengalami juga yang namanya perut mules, tangan dingin, darah berdesir, jantung berpacu kencang, muka tegang karena anak nggak kelihatan mata pas lagi main di sebuah waterpark cukup besar di Jakarta Barat.

Saya dan suami sama-sama mengira, Hanami (6 tahun) barengan dengan salah satu dari kami.

Saya pun berkeliling, sementara suami menunggu di gazebo tempat kami meletakkan barang-barang. Saya lihat ke kolam anak, kolam arus, dan kolam lainnya yang agak jauh, Hanami nggak kelihatan.

Lalu, kami bergantian, suami ke tempat loket, sekitar toilet dan ke bagian keamanan.

30 menit dan kami tidak menemukan Hanami.

Saya kemudian mengingat-ingat, saya sudah bilang apa saja ke Hanami. Sejak perjalanan menuju ke waterpark ini, di jalan Hanami sudah kami “brief” kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kalau kita berada di tempat yang besar seperti ini, karena kami sebenarnya tahu bahwa ngilang ini mungkin banget terjadi karena di tempat seperti ini untuk Hanami yang sudah besar, dia sudah bisa main perosotan atau naik-naik ke permainan anak tanpa ditemani. Plus gerakannya cepat sekali. Meleng sebentar hilang lah dia.

Sesampainya di waterpark ini, saya dan Nami juga sempat duduk sebentar untuk sama-sama check list lagi: nomor gazebo, lokasi security, kalau tersesat gimana, dan kalau mau telepon ayah ibu caranya gimana (kebetulan Hanami hafal nomor telepon kami berdua, tapi dia hafalnya lokasi pencetannya bukan nomernya, karena kalau di rumah dan kami di kantor, dia sering telpon kami).

Walau sudah siap dengan semua brief, pas kejadian tetap aja saya mules. Walau di belakang kepala saya, feeling saya, saya percaya Hanami cuma main aja dan akan kembali.

Selanjutnya: Ke mana Hanami?


Post Comment