Deg Ser, Anakku Menghilang!

Slide1(1)

Menjelang lewat dari 30 menit, saya lihat dari kejauhan warna baju renang Hanami, saya tegaskan lagi untuk memastikan dengan berlari menghampiri. Oiya benar ini dia.

Rasanya pengen peluk kenceng banget tapi saya menahan diri untuk nggak drama di luar tapi drama dalam hati aja. Hahaha. Rasanya legaaaa banget.

“Ke mana aja, Kak? Aku nyariin deg-degan banget.”

“Lah aku kan di kolam arus-arus situ, aku balik kok.”

Saya rasanya antara jengkel ke diri sendiri, merasa konyol karena tadi melepaskan dia, tapi juga sekaligus lega karena ternyata brief-brief itu lumayan berguna karena dia berlari ke arah gazebo kami, dan aman-aman saja.

Kami langsung hubungi security bahwa Hanami sudah ketemu.

Saya kemudian review lagi keputusan-keputusan saya dalam melepas Hanami. Saya mungkin agak loose atau terlalu ke-pede-an juga, misalnya: kalau ke toilet di mal, saya tunggu di depan toilet saja karena Hanami sudah bisa sendiri. Kalau ke supermarket kecil yang dekat rumah, saya tidak ikut turun kalau Hanami jajan beli es krim, saya kasih uangnya saja, saya tunggu di mobil.

Saya ingat dulu waktu saya kecil, pas TK B saya sudah berangkat dan pulang sendiri, TK saya di dalam komplek rumah dan ditempuh dengan jalan kaki walau nggak dekat juga sebenarnya, tapi ibu saya jarang sekali mengantar, karena beliau sibuk dengan kerjaan rumah tangga.

Waktu SD kelas 1 (seusia Hanami sekarang) saya sudah main sepeda sendirian ke komplek sebelah bareng teman-teman sebaya lainnya.

Memang, sih, kondisi sekarang dan dulu beda banget, tapi somehow, deep down inside saya pengen Hanami bisa mandiri dan percaya diri untuk main sendiri juga. Hehe.

Anyway, menarik nih tulisan psikolog Ibu Tari Sandjojo dari Rumah Main Cikal, tentang usia berapa kah anak-anak bisa pergi sendirian ke  tempat umum? Dan apa saja yang menjadi pertimbangan, bisa dilihat di sini http://bit.ly/keMalsendiri

Oiya, ini jadi quote favorit saya, dikutip dari tips Ibu Tari tadi: Orangtua harus tahu kapan melarang, kapan melepas, kapan mendampingi, dan kapan percaya saja. Tidak mudah, tapi bisa didiskusikan dengan anak.

Bagaimana dengan mommies, ada yang punya pengalaman serupa? Punya trik-trik khusus untuk mengakali agar anak tetap aman di tempat umum?

Yulia Indriati adalah content manager di 24hourparenting.com. 24hourparenting.com adalah adalah situs parenting yang memuat how-to-parenting, singkat dan to the point, juga membahas tentang menjadi orangtua, dan ide kegiatan ortu-anak. Dilengkapi visual yang semoga asik. Diasuh oleh psikolog dan orangtua.


Post Comment