Motherhood Monday: Nia Umar, Perempuan Di Balik Berdirinya AIMI

Nia Umar, namanya tentu sudah nggak asing lagi buat para ibu, terutama yang aktif di dunia maya dan per-ASI-an. Kendati tampuk kepemimpinan AIMI ada di tangan Mia Sutanto, tapi peran Nia nggak bisa ditutup sebelah mata. Malah boleh dibilang, AIMI berdiri berkat Nia.

Cerita ihwal berdirinya AIMI pasti sudah banyak Mommies yang tau, ya. Selain sudah banyak beredar di berbagai media, Mommies juga bisa membacanya di buku Breast Friends, yang diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Ibu tahun 2013.

Tapi kalau dituturkan langsung dari Nia Umar, saya bisa merasakan betapa passionate-nya Nia terhadap urusan yang satu ini :)

“Setelah dipikir-pikir, gue selalu terlibat dengan kerjaan yang sukarelawan gitu deh”.

Ketertarikan Nia terhadap dunia ASI, rupanya erat kaitannya dengan masa ia sebagai mahasiswi. Mundur ke beberapa tahun yang lalu, jauh sebelum menikah, Nia  magang di YLKI –Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Saat magang di sana, Nia pernah ditugaskan sebuah pekerjaan yang membuatnya harus melakukan riset seputar Air Susu Ibu.

“Gue baru tau lho, oh ternyata ASI begini manfaatnya! Secara di keluarga gue, menyusui itu bukan hal yang biasa”

Apa Nia langsung menjadi lactivist?

Tidak. Beberapa tahun berselang, sahabat Nia, Nina (Fanina Andini) melahirkan. Nina bisa dibilang ‘klien’ pertama Nia. Nia, berbekal pengetahuan yang ia dapat dari buku dan pengalaman menyusui anak pertamanya, Najya Hani Assegaf, memberikan aneka nasihat pada Nina tentang menyusui. “Sekarang, gue udah jadi konselor laktasi kan, kalo inget apa yang gue omongin, duh, itu salah semua deh! Hahaha”.

Dari pengalaman itu, duo Nia dan Nina kemudian bertekad menyebarkan informasi tentang ASI seluas-luasnya. Caranya? “Nina bikin milis, gue yang bikin blog! Kita berdua invite-invite orang-orang yang kami kenal”. Ada yang pernah bergabung dengan milis ASI for Baby? Saya sih, gabung dulu. Inilah milis ASI cikal bakal AIMI.

Singkat cerita, milis ini mendapat banyak perhatian dan berkembang dengan cepat. Nia yang hobi blogwalking, menemukan satu blog seorang konselor laktasi dan mengundangnya ke milis. “Jadi ada yang ngomongin ASI dengan bener gitu, lho!”. Ibu itu adalah Mia Sutanto. Mbak Mia, yang juga pernah saya wawancara mengenai ASI, kemudian diajak Nia dan beberapa anggota awal milis untuk bertemu dengan dr. Oetami Rusli, dokter anak yang ‘galak’ banget sama pemberian ASI. Tak tanggung-tanggung, dr. Oetami di pertemuan pertama langsung mengajak Nia (dan beberapa member milis yang bergabung di kopdar) untuk membuat asosiasi ASI tingkat nasional.

AIMI_founder*Gambar dari sini

“Kita yang “haaah?”, gitu pas diajakin dokter Oetami. Tapi campur excited, sih!”

AIMI pun resmi berdiri tanggal 21 April 2007, dan sekarang sudah memiki cabang di 7 provinsi.

Selanjutnya: Nia dikenal publik sebagai konselor laktasi, jaim nggak ya sehari-hari?


Post Comment