Tiga Investasi Kesehatan Untuk Anak

baby-max_2183067b

Kesehatan itu penting. Saya bilang begini karena sejak kecil saya termasuk orang yang penyakitan :( Daya tahan tubuh saya lemah. Kena flu sedikit saja, tumbang. Karena berpengalaman dalam bidang “penyakitan” inilah, makanya saya nggak mau anak saya, Gendra (19m) ikut-ikutan penyakitan kayak ibunya.

Selama mengandung dan membesarkan Gendra, saya mendorong diri sendiri untuk nggak berhenti belajar dan mencari tahu tentang cara-cara terbaik dalam pengasuhan anak. Memang sih, terkadang teori yang kita pelajari dan praktik yang ada di lapangan bisa sangat berbeda dan kita dituntut untuk menyesuaikan diri, tapi paling tidak dengan mempelajari teorinya, kita bisa memiliki acuan sehingga tahu mana yang baik dan tidak untuk anak kita.

Dari hasil proses belajar saya sampai saat ini, saya merangkum paling tidak ada tiga hal yang bisa dilakukan seorang ibu untuk berinvestasi terkait kesehatan anaknya, antara lain:

Poin ini kayaknya sudah dipahami oleh sebagian besar ibu-ibu ya. Saya sendiri mulai mencari tahu tentang dunia per-ASI-an ini sejak masih mengandung Gendra. Semua literatur yang saya baca menyebutkan bahwa ASI-lah makanan terbaik bagi bayi. Sejak itu, saya berkomitmen untuk memberikan ASIX dan terus ASI sampai usia Gendra minimal 2 tahun. Komitmen ini pula yang membuat saya harus menjadi ibu pertama yang memerah ASI di kantor.

Perjuangan memberikan ASI untuk Gendra mulai sedikit terlihat hasilnya. Gendra lebih jarang sakit ketimbang teman-temannya yang tidak minum ASI. Kalaupun sakit, proses pemulihannya cepat. Ini penting buat saya, karena tau sendiri kan rasanya kalo anak sakit, rasanya ibunya juga jadi ikutan sakit deh.

Poin nomor dua, klik ke halaman selanjutnya, ya!