Kiat Berpuasa Bagi Ibu Hamil Dan Menyusui

Screen-shot-2014-06-22-at-4.37.05-PM

Tidak terasa, sekitar seminggu lagi, bulan puasa akan tiba. Iklan sirup, mie instan, produk siap minum, sampai kartu telepon pra bayar sudah curi start mondar-mandir di televisi. Waktu jaman masih single, saya pasti sudah sibuk sendiri nyetok beragam makanan dan minuman instan plus isi pulsa. Supaya, kalau bangun kesiangan dan waktu sahur sudah mepet-mepet imsak, tinggal rebus air dan makanan siap disantap. Terus kalau saatnya buka, dan nggak kebagian cendol yang lagi ngehits, tinggal sambar minuman RTD (ready to drink).

Nah karena sudah beda status, beda pula persiapan pra Ramadhan. Semenjak menikah tahun 2010 lalu, saya pasti lagi hamil atau menyusui setiap Ramadhan datang. Tapi saya tetap tidak mau ketinggalan berpuasa. Bahkan tahun lalu, saya menjalani ibadah puasa saat sedang mengandung sekaligus menyusui.

Untuk para ibu yang sedang hamil maupun menyusui, namun tetap ingin menjalani ibadah puasa, berdasarkan pengalaman, saya punya beberapa kiat nih:

  • Sahur dengan porsi dan gizi seimbang. Jangan pernah remehkan makan sahur. Pernah sekalinya saya nggak sahur, belum juga setengah hari, badan lemas dan tenggorokan kering. Bukan rahasia, kalau tubuh ibu hamil dan menyusui butuh asupan kalori lebih. Maka, sesuaikan juga porsi dan lengkapi kandungan gizi dalam menu sahur ibu. Pastikan menu sahur ibu mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin & mineral. Misalnya, nasi + rendang + daun singkong rebus + pepaya. Jangan sekedar internet (mie instan + telur + kornet). Big NO…!!!
  • Perbanyak asupan air putih. Bagi ibu hamil, kebutuhan cairan harus dibagi dengan janin. Sedangkan bagi ibu menyusui, cairan (dan makanan tentunya) akan dikonversi menjadi ASI yang sangat dibutuhkan sang bayi dalam jumlah yang tidak sedikit. Jadi, jangan sampai kekurangan cairan. Kalau perlu, jadwalkan waktu minum air putih. Saat berbuka, sebelum tarawih, setelah tarawih, sebelum tidur, saat sahur. Masing-masing dua sampai tiga gelas. Sekali lagi, cairannya berupa air putih lho ya… Bukan teh, kopi, apalagi soda.

Jangan  terlalu banyak mengonsumsi gula dan garam! Kenapa? Penjelasannya di halaman selanjutnya ya!


2 Comments - Write a Comment

  1. keingetan jaman shaum pas waktu hamil muda. pening2 seharian. ramadhan taun itu aku cuma kuat shaum 1 hari full. sisanya bocorr :p taun depannya pas masa menyusui, staminaku lebih baik dan alhamdulillah masih bisa pompa asi 2x125ml per hari. bener banget, asupan makannya harus lebih diperhatikan. kalo aku, tiap sahur ga lepas dari susu, telur, dan madu. badan rasanya lebih kuat :)

    kangen masa-masa itu..
    selamat menunaikan ibadah shaum ya!

  2. Tahun lalu pas banget bulan ramadhan saya sedang menunggu HPL, Alhamdulillah dpt 14 hari puasa krn tgl 16 Ramadhan anak pertama kami lahir :))

    Setuju banget sama asupan sahur itu harus dijaga, dan perbanyak cairan.. tahun kemarin bocor 1 hari karena saya salah strategi waktu konsumsi cairan, pas sahur lebih banyak teh alhasil tengah hari gerakan janin lemah bgt, dicolek-colek slow respon, Yasudah akhirnya memutuskan untuk berbuka, daripada kasihan yang di dalem.. :))

Post Comment