Samsung GALAXY Tab4, Gadget Ramah Anak

Photo Caption 1

Beberapa waktu lalu, saya datang ke peluncuran Samsung GALAXY Tab 4 Series. Yang seru dari peluncuran kali ini adalah, Samsung tak hanya meluncurkan gadget-nya, tapi juga mengenalkan fitur khusus di tablet ini yaitu Kids Mode.

Ya, seperti kita ketahui, rasanya belakangan ini anak-anak semakin lekat saja dengan gadget dan teknologi. Apakah ini salah? Ya tidak juga. Biar bagaimanapun, kita nggak bisa mengelak atau menghindarkan anak-anak kita dari teknologi. Tentu saja, asalkan dimanfaatkan secara positif dan pendampingan dari orangtua.

Setelah acara peluncuran selesai, saya pun berdiskusi dengan 4 narasumber yang hadir yaitu Ersa Mayori, selebriti yang punya 2 anak dan mulai akrab dengan teknologi, Selvia Gofar, Product Marketing Senior Manager Samsung Mobile – SEIN, Bapak Luhur Budiyarso dari APSAI (Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia) dan Bapak Wahyu Hartomo selaku Deputi Menteri Bidang Perlindungan Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Bagaimana menurut bapak mengenai penggunaan tablet untuk keluarga ini?

Bapak Wahyu Hartomo: “Dari sini, yang pertama kita siapkan (dalam penggunaan gadget- red) orangtua harus tau persis dulu, menguasai dulu, sehingga nanti dalam rangka memberikan edukasi ke anak bisa tepat dan sesuai sama umurnya. Kalo 2-3 tahun, bisa mewarnai, menggambar sama orangtua. Mungkin kita sadar sebagai bapak, jarang sekali komunikasi sama anak. Pengalaman kami “kamu perlu apa, ini”, kami tinggal ngasih, haha.. tapi dengan ini kita juga komunikasi ke bapak-bapak supaya mau lagi ke anak-anak..”

Kalau Ersa sendiri, gimana? Ada kekhwatiran nggak?

Ersa Mayori: Suami saya, awalnya takut. Apalagi anak saya yang sulung marak-maraknya tablet di sekitar dia. Kita parno banget karena ini anak belum bisa bedain mana yang boleh dan tidak. Kalau mau egois, kita doang yang boleh kok nggak adil. Kan anak selalu meniru apa yang kita lakukan. Kita selalu jadi teladan mereka, jadi kalau kita nggak ngebolehin anak, fair-nya kita juga nggak melakukan. Tapi kan kita juga nggak mungkin menutup mata dengan perkembangan teknologi apalagi kalau dimanfaatkan bisa jadi sesuatu yang positif.

Jadi daripada kita parno ga habis-habis, kenapa nggak kita manfaatkan jadi sesuatu yang positif, ambil yang baiknya. Kalau kita takut ini anak jadi fokus ke gadget aja takut interaksi berkurang, kenapa ga kita gunakan permainan/ aplikasi di sana untuk main bersama. Kan kita selalu bisa lihat dari arah yang beda. Kaya games, saya selalu bertiga, misalnya tebak gambar, anak bantu. Jadi permainan bersama. Jadi kalau gara-gara gadget anak sekarang asik sendiri, nggak ngobrol, kalau saya sih nggak setuju. Tergantung dari mananya.. jadi kalau dulu takut, karena ngerasa nggak boleh.

Setuju banget nih, sama pendapatnya Ersa. Bagaimana dengan Samsung, kok fokus juga ke anak-anak ya? Simak di halaman selanjutnya!


Post Comment