Etika Memberi dan Menerima Hadiah Ulang Tahun Anak

kidsgift*Gambar dari sini

Beberapa waktu lalu, anak kami yang bungsu berulang tahun. Salah satu teman memberikan hadiah berupa satu buah jaket. Hadiah tersebut ketika diberikan kepada anak saya masih terbungkus rapi dalam kertas kado dan kami baru membukanya ketika sampai di rumah.

Ketika dalam proses dibawa ke ruang mesin cuci, tiba-tiba salah satu Asisten Rumah Tangga kami di rumah datang kepada saya dan berujar:

“Bu, baju baru punya Adik di bagian tangan jaketnya ada yang robek dan bolong”

Mungkin ini adalah salah satu kejadian yang membuat saya bingung. Dan ini bukan yang pertama kali lho. Dahulu saya pernah menerima hadiah kelahiran anak, satu set jumper dengan hiasan muka kelinci namun ketika saya memeriksa baju tersebut, ternyata ada bagian yang robek cukup besar di belakang hiasan tersebut, yang memang tidak terlihat.

Tanpa berusaha berprasangka buruk berpikir bahwa ada unsur kesengajaan dari si teman, saya dan suami memikirkan apakah kami harus memberitahu bahwa hadiah yang diberikan rusak atau sama sekali tidak memberitahukan kepada beliau mengingat pastinya memang kerabat tersebut mempunyai niat baik membahagiakan anak kami?

Akhirnya saya menemukan jawaban setelah berkelana di dunia maya, dan ternyata memang terdapat beberapa etika dalam beberapa artikel terkait dengan giving and receiving gift, terutama yang terkait dengan acara ulang tahun anak-anak.

Saya rangkum beberapa kutipan kurang lebih seperti di bawah ini ya Mommies:

Jika diundang dalam pesta ulang tahun anak-anak, berapa harga hadiah yang sesuai untuk sebuah hadiah kepada anak?

Menurut Lizzie Post, salah satu keturunan Emily Post penulis Amerika Serikat terkenal buku tentang etiquette, tidak terdapat angka yang tepat, karena tujuan utamanya adalah memberikan sesuatu yang spesial dalam rangka merayakan hari spesial anak tersebut.

Lizzie Post menyarankan untuk disesuaikan dengan budget pemberi hadiah, tapi jika memungkinkan untuk menanyakan kepada orangtua anak tersebut hal-hal atau aktivitas yang disukai yang berulang tahun, sehingga apapun yang akan dihadiahkan akan disukai anak tersebut.

Apakah hadiah yang diterima dapat dibuka pada saat acara ulang tahun?

Menurut Lizzie Post, terdapat beberapa pros and cons terkait hal tersebut. Namun memang ada keuntungan untuk mengajarkan anak kita bagaimana etika membuka hadiah serta menerimanya, dan juga pasti pemberi hadiah akan senang melihat wajah bahagia sang anak ketika menerima hadiah tersebut.

Selanjutnya: Bagaimana kalau hadiah yang diterima harganya mahal? >>


4 Comments - Write a Comment

  1. Wah bermanfaat sekali infonya. Sejak masuk ke preschool, jadi dilema setiap bulan harus stok hadiah ulang tahun untuk temen2 anakku. Alih2 mau kasih hadiah yg sifatnya personal dan fungsional tapi kendala waktu utk belanja (karena bekerja) dan banyaknya yg berulang tahun jadi disiasati waktu belanja kado sekalian banyak untuk beberapa anak. BIasanya pemilihannnya berdasarkan kebutuhan usia anak aja. Kalau masih ada waktu baru deh cari yg lebih personal.

    Anakku punya pengalaman dikasih kado pesawat terbang Planes dari tetangga depan rumah. Dari awal ibunya uda wanti2 kalau pesawatnya gak bisa nyala segera kasih kabar supaya bisa dikembalikan ke toko sebelum 3 hari karena pada saat beli mainannya gak bisa dicoba, dan ternyata benar gak bisa nyala. Awalnya gak enak mau kasih tau takut ngerepotin tapi karena uda cukup dekat dan ybs sendiri yg info akhirnya aku kembaliin juga dan alhamdulillah bisa diganti sama tokonya dan bisa nyala.

    Pernah juga dikasih kado kaos dan celana tapi kekecilan, jadinya malah aku kasih lagi ke temennya yang usianya lebih kecil. Untuk kado2 lain yg nggak terpakai karena double (punya 2 yg sama persis atau serupa) biasanya aku jadiin kado lagi untuk temen anakkku yg ulang tahun. Menurutku sih oke aja kok daripada disimpan terus dan gak terpakai.

    Oh iya aku juga suka kepikiran gimana menyesuaikan hadiah yang akan kita kasih dibandingin sama goodiebags yang akan kita terima. Goodiebags ultah anak2 jaman sekarang itu kan keren2 banget, kadang lebih keren dan lebih personal daripada hadiah/kado yg kita kasih.

    Ups, sorry jadi curcol panjang, topiknya menarik banget sih :)

    1. Thank you mbak Shinta Daniel, buat cerita ttg hadiah Planes nya, karena ternyata penting juga kalau kita sebagai pemberi hadiah memberitahukan bahwa jika ada kerusakan untuk dapat dikembalikan agar dapat diperbaiki. Reminder buat gue sendiri at least to show that we do really care dengan hadiah yang kita berikan :).

  2. Prinsip gue dalam memberi kado ke temen2nya Nadira, gak harus mahal, tapi harus disukai anak yg ultah dan kalo bisa personalized. Makanya kalo dapet undangan ultah, gue perhatiin tema ultahnya, kartu undangannya, etc. Misalnya ada gambar putri salju, thomas, etc. Atau kalo mentok bener2 clueless, ya gue pilihin aja yang cocok dengan jenis kelamin dan kesukaan anak2 seumurnya.

    Untunglah, sepupu gue punya kenalan yg terima pesanan barang2 personalized. It makes life easier banget deh, secara gue kerja, jd gak bisa sering2 pergi beli kado ke toko. Tapi karena personalized, kadang kadonya suka telat sampe seminggu setelah ultah hehehe.. :)

    Sayangnya, gak semua ortu berpikir gitu ya. Ini ketauan pas Nadira ultah dulu. Ternyata kado-kado dia dapet bikin gue sedih liatnya. Banyak yg asal2an bok! Masa ada yg kasih baju ukuran anak umur 2 tahun, padahal jelas2 Nadira umurnya (waktu itu) 4 tahun, hahahaha..

    But it doesn’t stop me, sih. IMHO nih, yang penting Nadira tau bahwa kalo memberi sesuatu ke orang jangan asal2an, kudu niat. Pelajaran pertamanya, ya dari gue dong, ortunya, yg kasih contoh. :)

    1. Bagus tuch Ra, lebih personal berasa sekali perhatiannya si pemberi kado. Kalau yang itu gue masih belum sanggup untuk semua teman Zia, malah banyak stok barang tempat makan, pensil crayon, tas atau mainan di rumah. Tapi kalau diberitahu in advance gue usahain cari dulu sesuai dengan anaknya. Benar juga kita harus beri contoh kalau kasih kado jangan asal-asalan, ortu juga harus aware gak semua mainan cocok buat anak-anak, ada batasan umur, diusahakan sesuai umurnya.

Post Comment