10 Mitos Dan Fakta Tentang Seks

myth

Bagi sebagian orang, seks masih dianggap tabu. Hal ini sangat memprihatinkan, karena pengetahuan seks  sangatlah penting. Jika konsep mengenai seks yang diterima salah, akhirnya akan menimbulkan mitos-mitos mengenai seks yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya berdasarkan fakta ilmiah. Dan hal tersebut akan menimbulkan banyak akibat, risiko, bahkan ketidaktepatan penanganan aktivitas seks. Berikut adalah 10 mitos mengenai seks yang banyak beredar di masyarakat.

Mitos #1 Gairah seks pria lebih besar, REALLY?

Secara umum, usia 17 – 35 tahun merupakan usia reproduktif sehingga pada usia tersebut laki-laki maupun perempuan memiliki  gairah seks yang cukup tinggi.

Gairah seks dikendalikan oleh hormon yang tidak sama kadarnya pada setiap orang, sehingga gairah seks  orang yang satu berbeda dengan lainnya.

Pada laki-laki, hormon testosteron memegang peranan utama dalam mengatur libido. Pada perempuan, estrogen merupakan salah satu hormon yang berperan dalam menjaga kondisi epitel vagina dan memungkinkan terjadinya lubrikasi vagina.

Kekurangan hormon ini selama laktasi atau menopause, seringkali menyebabkan gairah seks pada perempuan menjadi berkurang. Berbagai faktor lainnya seperti pengobatan tertentu, stres emosional, dan kelelahan fisik dapat mempengaruhi gairah seks seseorang. Jadi gairah seks pria tidak lebih besar dibandingkan perempuan.

Mitos #2  Di atas usia tertentu, orang-orang sudah tidak tertarik pada seks.

Tidak ada batasan usia pada hubungan intim, tapi untuk orang dengan usia di atas 40 tahun, kepuasan seks  lebih bergantung pada kualitas keseluruhan suatu hubungan daripada yang dilakukannya oleh pasangan muda.

Pada umumnya dengan bertambahnya usia, khususnya pascamenopause, frekuensi dan kepuasan hubungan intim menjadi menurun. Karena pada perempuan pascamenopause, terjadi penurunan produksi estrogen yang menyebabkan penipisan epitel vagina, kekakuan mukosa vagina, dan penurunan lubrikasi vagina sehingga pasien mudah mengalami infeksi vagina dan mengeluh nyeri saat berhubungan intim (dispareunia) yang mengganggu terjadinya orgasme. Sedangkan pada lelaki seringkali mengalami ketidakmampuan ereksi. Penyakit atau medikasi tertentu pada orang usia lanjut juga seringkali mengganggu fungsi intim.

Selanjutnya: Malam pertama harus ‘berdarah’ >>


Post Comment