Panik Saat Anak Sakit? Wajar!

Health & Nutrition

nenglita・07 Apr 2014

detail-thumb

Siapa, sih, yang nggak panik kalo buah hati kesayangan tiba-tiba jatuh sakit? Bahkan cuma pilek, batuk atau demam yang kerap bikin tubuhnya nggak nyaman, pasti sedikit mungkin menimbulkan rasa khawatir dalam hati kita.

Inilah yang saya alami seminggu kemarin. Drama ini dimulai dari hari Sabtu minggu lalu. Malam minggu suhu tubuh Langit tinggi, 39, 7 tepatnya. Karena sudah di atas 39, saya segera beri ia penurun panas. Suhu tubuhnya nggak kunjung turun. Malam itu jadi malam yang melelahkan karena Langit nggak kunjung tidur. Baru pas hari Minggu jam 11 siang, Langit  baru bisa tidur. Canggih lah!  Bagi yang follow akun sosial media atau baca blog saya, mungkin 'ngeh' sama cerita detailnya :D

Senin, panasnya turun di angka 38, Selasa juga sudah aman. Rabu ia minta pergi sekolah. Kangen sama sekolah, katanya. Akhirnya saya antar ia sekolah walau matanya masih sayu. Saya pun berangkat ke kantor.

Sore hari, pengasuhnya kasih kabar, panasnya naik lagi! Kali ini berhenti di angka 38,6. Walaupun saya sudah berulang kali ikut sesi PESAT dan aneka seminar lainnya, tak saya pungkiri rasa khawatir mulai menyerang.

Kalau boleh dibilang, dengan posisi saya yang saat ini menggawangi Mommies Daily dan sering membaca sharing ibu lain tentang anaknya yang sakit, justru malah tambah deg-degan. Apalagi tetangga sebelah rumah baru saja kena DB, teman sekolahnya juga beberapa tumbang kena aneka ragam penyakit khas musim pancaroba.

Tapi saya harus tetap tenang toh? Saya kontak sahabat saya yang juga seorang dokter, saya ceritakan masalahnya. Terutama panasnya yang sudah turun lalu naik lagi. Sahabat saya menyarankan untuk cek darah. Malam itu juga langsung saya boyong Langit ke rumah sakit terdekat.

Setelah diperiksa, dokter jaga bilang kondisi Langit aman. Belum perlu cek darah. Ia merekomendasikan untuk cek darah di hari Jumat.

Kamis, kondisi Langit membaik. Jumat pagi saya lihat di badannya mulai keluar bintik merah. Roseola kah? Atau campak? Kelihatannya begitu. Tapi untuk memastikan, saya tetap membawanya cek darah.

Setelah hasil keluar, saya luar biasa lega. Semuanya baik-baik saja. Hanya lekosit yang agak rendah dari seharusnya. Menurut dokter jaga, dalam kondisi infeksi virus wajar lekosit turun. Fiuuuh...

Lesson learned:

  • Panik boleh, tapi Mommies harus tetap berpikiran positif. Kepanikan tidak akan menyembuhkan anak.
  • Banyak membaca dari sumber yang tepat. Di suhu berapa anak harus minum penurun panas, kapan harus dibawa ke dokter, apa yang harus dilakukan untuk membantu menyamankan tubuhnya, dst. Lihat kategori 'health' di Mommies Daily deh, banyak sekali artikel yang membantu common problems yang sering kita hadapi.
  • Sudah sering ikut seminar dan 'ngelotok' ilmu kesehatan jadi lebih tenang, juga bagus. Tapi saran saya, jangan terlena dan harus tetap waspada.
  • Bertanya pada sumber yang tepat. Saya bertanya pada sahabat saya yang dokter, tapi tetap membawanya ke dokter. Kenapa? Dokter bukan dukun yang bisa menyembuhkan jarak jauh. Mereka harus memeriksa di depan mata mereka sendiri untuk menegakkan diagnosa. Makanya jangan heran kalau dokter-dokter anak di Twitter juga sering menjawab hal yang sama kalau ada yang konsultasi via Twitter.
  • Yang terakhir, ke dokter bukan untuk sembuh. Tapi untuk mencari tau apa penyebab dari sakitnya anak kita. Kalau sudah tau penyebabnya, maka kita bisa lebih enak mencari tau solusinya. Seperti saya, sudah tau penyakitnya, tapi tetap nggak boleh menyepelekan campak, kan?
  • Eh ada satu lagi, deh, jangan sampai sakitnya si anak bikin kita bersitegang dengan orang lain; suami, orangtua, keluarga. Ya, pasti sebel dong kalo dituduh nggak sayang anak karena belum bawa ke dokter padahal kita tau dokter baru bisa mendiagnosa penyakit kalau panasnya sudah 72 jam. Hadapi dengan santai. Mereka pasti juga sayang sama si kecil kok, ini salah satu bentuk perhatian mereka kan :)
  • Alhamdulillah, ternyata Langit kena roseola. Kalau sudah tau peyakitnya akan lebih mudah cari solusi atau treatment-nya kan? Mudah-mudahan Langit dan semua yang baca 'curcol' saya ini sehat-sehat selalu ya... amin.