Persiapan Kesehatan si Kecil Masuk Sekolah

Setelah artikel sisi psikologis kesiapan anak untuk bersekolah dengan pembicara psikolog Toge Aprilianto, ada juga dari segi kesehatan dengan pembicara dr. Arifianto (dr. Apin), apa saja yang harus dipersiapkan orang tua sebelum anak masuk sekolah. Ini ringkasannya:

Dari segi ketahanan fisik, anak pertama yang minum ASI sampai sekitar dua tahun merupakan berkah tersendiri untuk orangtuanya karena jarang sekali sakit. Biasanya paling sering 3-4 bulan sekali, malah biasanya setahun cuma dua kali dan cepat sembuhnya plus nggak pakai demam. Tapii…tidak berlaku untuk anak kedua dan berikutnya (terutama yang punya kakak sudah sekolah), dan saat anak mulai sekolah.

*gambar dari sini

Menurut dr. Apin, hal yang penting disiapkan sebelum anak masuk sekolah sehubungan dengan kesehatannya adalah:

  • Melengkapi imunisasinya.
    Dengan bekal imunisasi yang lengkap, daya tahan anak akan terbangun. Walau kelak tetap bisa tertular penyakit dari teman sekolahnya, setidaknya gejala dan tingkat keparahan penyakitnya akan lebih ringan daripada yang tidak diimunisasi lengkap.
  • Menjalani pemeriksaan mata dan gigi.
    Kesehatan mata dan gigi anak perlu dipantau sehingga bila ada gangguan bisa diketahui sedini mungkin. Gangguan pada mata misalnya, akan berpengaruh pada proses belajar anak. Misalnya ketika anak ternyata menderita rabun jauh tapi tidak terpantau. Saat belajar di sekolah dia akan mengalami kesulitan mengikuti pelajaran karena tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas.
    Gigi pun demikian. Bila ada lubang yang sampai mengakibatkan sakit, otomatis konsentrasi anak akan terganggu. Gigi berlubang juga dapat berpengaruh ke syaraf.
  • Pemantauan tumbuh kembang.
    Pemantauan tumbuh kembang dilakukan berkesinambungan sejak bayi untuk memastikan bahwa perkembangan milestone anak sesuai dengan tahap usianya. Dengan memahami tahap perkembangan anak, kita juga akan tahu kapan waktu yang tepat untuk anak mulai bersekolah.

Sekolah, sebagaimana tempat umum lain, memang sumber penularan penyakit-penyakit umum anak-anak seperti:

  • Batuk-pilek selesma/common cold (cc).
  • Muntaber.
  • Cacar air/varisela.
  • Flu singapura/hand, mouth and foot disease (HMFD).
  • Impetigo.
  • Radang mata/konjungtivitis.
  • Gabag/tampek/roseola.

Perhatikan bahwa mayoritas penyakit yang biasa mewabah di sekolah adalah infeksi virus, yang umumnya tidak sampai perlu antibiotik. Masalahnya tidak semua orang tua paham akan hal ini. Banyak yang masih tetap berprinsip bahwa antibiotik adalah obat dewa untuk segala macam penyakit. Padahal pemberian antibiotik yang tidak tepat justru akan berakibat fatal bagi si anak sendiri. Karena bakteri di tempat biasanya berkembang menjadi kebal antibiotik. Si anak-peminum-antibiotik mungkin nggak terlalu merasakan efeknya. Tapi teman-teman di sekolah yang mungkin tidak dibiasakan minum antibiotik tiap kali sakit, saat terpapar bakteri yang kebal ini akan lebih parah sakitnya. Kabar baiknya, daya tahan anak yang tidak terbiasa mendapat intervensi obat biasanya lebih kuat daripada yang tiap sakit sedikit minum obat.

Nah, saat penyakit menular mewabah di sekolah, perlu diliburkan nggak, ya?

Sebenarnya yang perlu dilakukan adalah mengistirahatkan anak yang sakit di rumah sampai benar-benar sembuh supaya tidak menulari temannya. Tapi kalau memang banyak anak yang sakit berbarengan, mungkin lebih enak sekalian libur, ya, supaya yang tidak masuk tidak ketinggalan pelajaran.

Mommies yang anaknya akan sekolah untuk pertama kalinya tahun ini sudah lengkap imunisasi dan pemeriksaan dasarnya? Tahun ini Devan, si D3 mulai masuk TK. Semoga imunisasi yang sudah dilengkapi bisa membantu ketahanan tubuhnya.

Selamat bersekolah, ya!


Post Comment