Pengalaman Kedua

Dulu ketika saya mengetahui diri saya hamil, tentu saja perasaan bahagia menyeruak. Jabang bayi yang memang kami tunggu akhirnya hadir juga di rahim saya. Dan seperti ibu hamil lainnya, saya pun mulai mempersiapkan diri. Namun karena kali ini adalah kehamilan yang kedua, jadi saya jauh lebih tenang karena “merasa” sudah memiliki pengalaman dan tahu kira-kira apa yang akan saya hadapi.

Namun, kenyataan berbeda. Kehamilan kedua ini diawali dengan mual-mual yang berkepanjangan yang tidak saya alami di kehamilan pertama. Saya pun tidak bisa minum air selain soda karena setiap kali minum air selain soda langsung mual-mual berkepanjangan. Sempat frustrasi karena hal ini namun mencoba untuk bertahan. Alhamdulillah di trimester kedua sayapun bisa mulai minum air putih kembali.

Di kehamilan kali ini, saya bertekad ingin sekali bisa VBAC, namun setelah segala usaha yang saya lakukan demi memperlancar proses persalinan, tetap saja posisi akhir di minggu ke-38 kepala bayi belum turun, berat badan bayi sudah melebihi berat badan lahir Kana  dan plasenta sudah mengalami pengapuran. Akhirnya diputuskan untuk caesar kembali.

Ketika Kana lahir, saya cukup berhasil melakukan IMD hingga hampir 2 jam. Namun ketika Kirana IMD, tiba-tiba saya terserang panik dan kondisi saya langsung tidak stabil, sehingga IMD langsung disudahi. Karena sudah memiliki pengalaman dengan Kana, ketika menyusui Kirana, saya sudah bisa sedikit mengetahui apa yang akan terjadi. Dan ketika Kirana agak sulit menyusu, saya masih bisa tenang dan bersabar hingga akhirnya proses menyusui menjadi lancar.

Alhamdulillah, kali ini ASI yang saya produksi jauh berlimpah dibandingkan pengalaman pertama saya. Sehingga Kirana cepat sekali menjadi gemuk dan berat badannya juga cepat naiknya.

Dan lagi-lagi pengalaman dengan Kana ternyata berbeda sekali dengan Kirana. Kana adalah bayi yang sangat tenang dan jika berpergian juga tenang. Ketika Kana menangis, tangisannya tidak terlalu besar dan lama. Namun Kirana, seperti kebalikannya dari Kana. Ketika Kirana menangis, dia menangis dengan sangat kencang. Dia lebih suka digendong ke mana-mana, sedangkan Kana dahulu lebih suka di tempat tidur atau di stroller saja. Beberapa kali ketika pergi bersama Kirana, berakhir dengan saya yang stres karena Kirana menangis tak henti-henti.

Dulu saya dan suami pernah mengajak Kana ke psikolog untuk dilihat karakternya. Dan akhirnya kami pun mencoba beberapa hal yang disarankan oleh psikolog itu untuk  Kana, kami coba terapkan juga ke Kirana. Salah satunya adalah selalu memberi tahu dengan jelas ke mana kami akan pergi dan pulang jam berapa. Setelah beberapa kali percobaan, ternyata cukup berhasil dan selama berpergian itu Kirana bisa tenang. Alhamdulillah, satu persoalan teratasi.

Rupanya pengalaman ketika memiliki anak pertama tidak selamanya berlaku di anak kedua. Dan masih panjang perjalanan kami untuk membesarkan kedua anak kami. Tentunya dengan pengalaman yang berbeda-beda pula. Dan saya bersyukur saya kenal dengan Mommies Daily di mana saya bisa banyak belajar dari pengalaman Mommies yang lain.

Jadi, sudahkah Mommies mengunjungi forum Mommies Daily hari ini?


10 Comments - Write a Comment

  1. baca ini jadi deg2an…
    meskipun udah tau kalau setiap anak itu unik, tapi tetap ada keinginan supaya paling tidak kita bisa mengantisipasi hal-hal yang pernah terjadi di anak pertama sama halnya ke anak kedua, ketiga, dll…
    padahal kan kenyataannya nda selalu sama ya…

Post Comment