Lari Demi Sepotong Pizza..

Tanggal 3 Oktober kemarin, adalah ulang tahun pernikahan kami yang ketiga.

Tahun pertama, saya lumayan terkaget-kaget. Tidak ada kata yang paling tepat untuk menggambarkan pernikahan selain aneh. Ya, aneh. Aneh ketika terbangun di pagi hari ada orang di sebelah tempat tidur kita. Aneh ketika sedang marahan pun kita tidak bisa menghindar karena tinggal serumah. Aneh karena ada orang lain yang harus kita pikirkan mulai makanannya, bajunya, dan seribu keperluannya. Aneh ada orang yang tahu segalanya tentang kita. Aneh ada orang yang berbagi segalanya dengan kita, mulai dari berbagi kamar mandi, almari, makanan, sampai berbagi rahasia-rahasia kecilnya. Rasanya aneh, tapi seru. Seperti menikmati pizza dengan aneka topping. Mulai dari tuna dan jamur yang yummy, keju yang bikin gregetan, paprika yang rasanya menyebalkan, merica yang pedesnya nagih, tomat yang segar, bawang bombay yang kadang eneg, nanas yang kecut, dan ada manisnya mayonnaise.


Setaun pertama rasanya masih dalam tahap “pacaran”, senang-senang, mengenal satu sama lain, ngambek-ngambekan. Tahun berikutnya, anak kami Kanzie, lahir. Karena sudah mempunyai anak, kami sempat kaget dengan perubahan yang kami alami sebagai sepasang suami istri. Perubahan seperti:

  • Setahun pertama masih ribet tentang nonton di mana, jalan-jalan ke mana. Sekarang ribet waktunya imunisasi apa, DSA Kanzie yang mana.
  • Setahun pertama suami itu ganteng setelah selesai bercukur dan pakai baju favorit. Sekarang, suami ganteng kalau lagi cuci popok dan menyuapi Kanzie.
  • Setahun pertama hal yang kami pikirkan masih kami kami dan kami. Sekarang prioritas utama adalah Kanzie, bukan kami apalagi orang lain.
  • Setahun pertama nabungnya untuk jalan-jalan. Sekarang mikirnya investasi buat sekolah Kanzie
  • Setahun pertama, membicarakan hari depan. Sekarang bukan hanya membicarakan tapi mengambil langkah untuk masa depan keluarga kecil kami.
  • Setahun pertama perdebatannya tentang kami berdua, perasaan dua orang. Sekarang perdebatannya tentang kesehatan Kanzie, pengasuh Kanzie, parenting untuk Kanzie.

Ya, yang membuat kami mulai berubah adalah anak kami. Membuat kami banyak belajar jadi orangtua yang baik. Membuat kami siap nggak siap, ya, memang harus berubah. Tiga tahun pernikahan memang perjalanan yang masih singkat. Ibaratnya masih tahap pemanasan untuk lari sekian kilometer. Masih lari-lari di tempat untuk pemanasan. Belum mengambil posisi untuk berlari, belum ada aba-aba untuk lari, belum mulai berlari, belum merasakan ngos-ngosan, belum merasakan terpaan angin, belum merasakan pegalnya kaki, belum merasakan sensasi mencapai finish. Belum ada apa-apanya.

Tapi, semoga, suatu saat nanti ketika saya dan suami sudah mulai berlari, semakin lama semakin kencang, merasakan terpaan angin, merasakan capeknya berlari, kami masih bisa mengingat nikmatnya masa “pemanasan” itu.

Semoga meski nanti pizza ini nanti baunya jadi tidak harum karena sudah terkena asap knalpot dan tidak karuan bentuknya karena tergencet selama delivery service, meski sudah keras atau bahkan lembek, meski topping-nya sudah berbaur jadi satu dan rasanya sudah nggak orisinil lagi, tapi tetap lezat ketika dinikmati.

Happy Anniversary, my dear..


5 Comments - Write a Comment

Post Comment