Mitos Seputar Makanan Anak

Sepanjang hidup kita pasti sering sekali bertemu dengan yang namanya mitos. Ketika hamil, menyusui, melahirkan, bahkan sampai si kecil sudah balita pun, mitos masih tetap berputar di sekeliling kita. Dulu mungkin dunia internet belum se-handy saat ini, ya, sehingga kita sering menelan informasi bulat-bulat. Kalau sekarang, situs, forum, milis atau tinggal tanya di Twitter, pasti bisa dapat jawabannya. Apalagi hal yang berkaitan dengan anak, nih, kalau salah-salah penerapan, efeknya panjang. Nah, kali ini saya coba share beberapa mitos seputar asupan si kecil, ya ….

  • Air Tajin

Mitos: Air tajin, atau air rebusan beras bisa membuat badan anak jadi kencang atau untuk anak yang sedang diare.

Faktanya, air tajin secara gizi hanya mengandung kalori, tidak ada kaitannya dengan mengencangkan badan atau menghentikan diare. Selain itu, pengolahan air tajin yang kurang higienis justru memperbesar kemungkinan anak diare.

  • Madu

Mitos: Madu lebih sehat daripada gula.

Faktanya, madu tetap mengandung pemanis yang memungkinkan terjadinya karies gigi. Tapi, bayi di bawah 1 tahun tidak bisa diberikan madu, karena mengandung bakteri penyebab botulisme, yang dapat berbahaya bagi sistem pencernaan bayi yang belum sempurna.

  • Makanan Berserat

Mitos: Makanan berserat tinggi, penting bagi anak.

Faktanya, serat tinggi memang bagus untuk pencernaan, tapi ingat, anak dalam masa pertumbuhan jadi butuh kelengkapan asupan gizi lainnya seperti karbohidrat, lemak, protein dan lain-lain.

  • Es Krim

Mitos: Es krim bisa menyebabkan pilek, batuk, obesitas dan karies gigi.

Faktanya : Kalau masalah batuk dan pilek, itu juga tergantung dengan  daya tahan/kesehatan si anak dan kekuatannya terhadap cuaca, dan virus/bakteri lainnya. Kemudian kalau batuk saat makan es krim, biasanya disebabkan karena perubahan suhu yang timbul pada kerongkongan. Sementara obesitas,  tidak semua makanan yang manis-manis mutlak menyebabkan obesitas ataupun kenaikan berat badan. Sebagai orangtua kita memang harus cermat melihat kandungan yang ada dalam sebuah makanan, serta memberi si anak takaran yang pas untuk setiap makanan agar anak tidak underweight atau overweight. Misalnya, biskuit susu kemasan 100 gram, bisa mengandung hingga 430 kalori, sementara es krim Walls Selection hanya 120 kalori di setiap 100 ml porsi saji. Atau salah satu susu yang mengandung 120 kalori dalam 1 kemasannya. Jadi sebenernya es krim seperti Wall’s Selection kalorinya sama atau bahkan kurang dari makanan yang biasanya ibu-ibu kasih untuk anak-anak! Rata-rata, anak di atas setahun sampai 10 tahun membutuhkan 100 kalori per kilogram berat badan. Jadi misalnya, nih, Langit berat badannya 16 kg, berarti ia butuh 1600 kalori/ hari. Jadi sebenarnya Mommies jangan terlalu takut untuk sesekali kasih anak satu porsi es krim.

  • Fast Food

Mitos : Fast food nggak memiliki nutrisi apapun.

Faktanya : Saya sudah pernah menulis tentang pro kontra makanan fast food. Berdasarkan artikel tersebut, saya, sih, berpatokan, bahwa selama masih bisa menyediakan makanan selain itu, ya, pilih makanan lain. Tapi juga nggak mengharamkan fast food.

Gimana, Mommies? Menjaga asupan untuk si kecil kan memang penting, ya, tapi menurut saya, nih, jangan sampai kita menilai sesuatu itu buruk jika belum tahu sesungguhnya. Ada lagi yang mau menambahkan mitos seputar makanan dan anak?


11 Comments - Write a Comment

Post Comment