Jakarta, Oh, Jakarta …

Sudah terbiasa dengan pemandangan ini?

*gambar dari sini

“Jakarta macet banget!”

“Ya, di sini, mainnya paling ke mal doang

“Naik angkutan umum? Aduh, nggak, deh, nggak memadai untuk anak-anak”

“Jam kerja sekarang, tuh, bukan 9 to 5, tapi 5 to 9! Alias berangkat jam 5 pagi, pulang jam 9 malam, secara Jakarta macetnya edan!”

“Aduh, bersyukur sudah nggak kerja. Nggak kebayang, deh, sampai rumah anak-anak sudah tidur”

“Paling enak jalan kaki di Sudirman- Thamrin, tapi itu juga dengan catatan pas Car Free Day, ya, kalau nggak, asapnya itu, lho, kasihan anak-anak”

Dan beribu keluh kesah kita pada kota Jakarta.

Keluar saja dari Jakarta!

Oh, andai semudah itu! Mungkin nggak sedikit yang ingin menghirup udara segar, atau tinggal di kota kecil. Tapi banyak juga yang harus realistis, mencari nafkah di Jakarta.

Tentunya menjadikan Jakarta kota yang sepenuhnya akrab dengan keluarga atau anak-anak masih sulit untuk diwujudkan, ya. Karena posisi Jakarta sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, sehingga sebagian besar kegiatan dan perputaran roda ekonomi ada di sini.

Tapi, kalau saja taman kota diperbanyak dibandingkan mal

Kalau saja fasilitas umum lebih dipercantik dan nyaman untuk keluarga, kita nggak harus ajak anak ke mal terus untuk menikmati playground

Kalau saja transportasi umum dibuat lebih nyaman, sehingga kaum pekerja lebih memilih naik kendaran umum dan meninggalkan mobil pribadinya di rumah, kan bisa mengurangi kemacetan.

Kalau saja transportasi umum yang sudah bagus, seperti Trans Jakarta diperbanyak armadanya dan dijaga keberadaannya, pasti kita nggak akan telat sampai rumah karena antrean Trans Jakarta yang mengular

Kalau saja trotoar memadai untuk pejalan kaki, maka kita bisa berjalan kaki dengan nyaman sekalian olahraga, nggak harus bayar membership di tempat fitnes, deh (judulnya irit, bok)

Kalau saja pembangunan apartemen, aneka gedung tinggi atau mal digantikan dengan pembangunan taman bacaan, pusat kegiatan keluarga, atau jogging track

Kalau saja pembangunan jalur sepeda dan pejalan kaki didahulukan dibanding jalan layang

Kalau saja billboard di sepanjang jalan berisi iklan rokok, susu, makanan instan, dan lain sebagainya itu digantikan dengan pepohonan

Ah, banyak banget, ya, daftar ‘kalau saja’ saya :)

Bisa nggak, sih, kita berperan dalam mengubah Jakarta menjadi lebih bersahabat? Misalnya kaya kota Barcelona di bawah ini:

*Asyik, ya, kebayang nggak ke kantor turun kereta atau bus, lalu berjalan kaki ke kantor. Sehat!

gambar dari sini

Jawabnya, bisa!

Hari ini adalah Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta. Hari yang menentukan nasib kota ini selama 5 tahun ke depan. Setelah masa kampanye yang cukup hangat diberitakan kemarin … sudah ada gambaran, dong, mau pilih siapa?

Yuk, jangan sia-siakan kesempatan ini. Siapa pun yang terpilih, semoga bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk Jakarta tercinta.

We can’t expect saints, let’s just welcome the regular guys marching in to save our city


19 Comments - Write a Comment

Post Comment