Beberapa waktu lalu, Sekolah Cikal kembali mengadakan acara Cikal Bincang-Bincang. Acara yang berbentuk talkshow santai namun sarat dengan informasi penting ini tidak hanya dikhususkan oleh orang tua murid Sekolah Cikal saja lho, jadi siapapun boleh datang. Yang terakhir ini topiknya adalah Sex Education for Children. Whewww penting banget kan? Topik yang bikin orang tua deg-degan karena walaupun pada dasarnya kita tau kalo harus memperkenalkan dari awal tapiii bingung bagaimana memulainya. Makanya beruntung banget kita datang ke acara kemarin ini karena dijelaskan tip dan triknya oleh Ibu Yati Utoyo selaku psikolog handal dan Ibu Tari Sandjojo selaku praktisi pendidikan dari Sekolah Cikal. Berikut poin-poin yang kita catat, mudah-mudahan berguna buat Mommies di sini ya.


Setelah Ibu Yati Utoyo, giliran Ibu Tari Sandjojo yang menjelaskan tentang pendidikan seks di Sekolah Cikal. Seru sekali ya kalau pembekalan ini dimasukkan ke kurikulum, jadi dapat meringankan ‘beban’ orang tua :D. Walaupun tetap yaa, sumber utama itu harus dari rumah karena bagaimanapun kitalah sebagai orang tua yang paling mengerti tentang anak kita. Selain disisipkan di enam unit of inquiry yang diajarkan Sekolah Cikal setiap tahunnya, juga ada sesi ‘boys talk’ dan ‘girls talk’ dengan konselor sekolah.
Sekolah Cikal lebih memberatkan pada pondasi awal karena kalau informasi basicnya sudah diberikan dengan benar dari awal, anak-anak akan lebih gampang untuk menerima pengetahuan yang lebih kompleks lagi ke depannya. Penerimaan anak-anak tentang seks juga ternyata sangat terkait dengan kemampuan mereka menerima informasi, tingkat kepercayaan dirinya, kecakapannya dalam memberi penilaian yang baik dan juga kemampuannya dalam memilih. Contoh simpel dalam memilih adalah memilih teman baik, apa saja ciri-ciri teman yang baik, bagaimana mengatakan tidak dan juga menghadapi konflik. Issue yang diangkat pada setiap umurnya juga berbeda. Untuk level TK B sudah dibiasakan membersihkan private partsnya sendiri, jadi tidak akan dibantu oleh gurunya karena sudah diajarkan bahwa orang lain tidak boleh menyentuh bagian pribadinya. Untuk level SD akhir juga membahas tentang masalah pubertas dan perubahan fisik serta emosi yang terkait.
Jadi intinya untuk memuluskan penerapan pendidikan seks ke anak (serta semua hal dalam pengasuhan anak) memang harus ditanamkan komunikasi yang baik dengan anak. Kita harus bisa membuat anak tidak sungkan untuk berdiskusi dengan kita. Pendidikan seks bukan sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu sesi saja, tapi terus menerus sesuai dengan kapasitas anak.
Di akhir acara ada sesi tanya jawab. Pertanyaan dari peserta sangat beragam, ini membuktikan bahwa pendidikan tentang sex bukan hanya seputar organ intim dan reproduksi tapi juga bagaimana mereka menerima dirinya, bentuk tubuhnya dan melihat perbedaan yang ada di lingkungan mereka.
Sogi ( @sisogi ) yang seorang entertainer dan satu-satunya perwakilan dari para bapak :D menanyakan bagaimana menerangkan ke anak tentang preferency sexual?. Tidak bisa dipungkiri bahwa sekarang semakin banyak yang berhubungan dengan sesama jenis. Nah, menurut Ibu Yati, memang ini tricky, tapi kembali lagi dengan nilai hidup dan agama yang dianut oleh keluarga. Kita bisa terangkan bahwa dalam agama jelas hal tersebut dilarang. Tapi dari sisi psikologi memang ada yang namanya homosexuality dan transgender. Mungkin kita bisa jelaskan bahwa Tuhan menciptkan laki-laki dan perempuan tapi ada laki-laki yang merasa bahwa dia perempuan dan begitu juga sebaliknya. Proses antisipasinya ini yang harus kuat, dari kecil harus ditanamkan nilai-nilai tersebut dan diberi ruang untuk belajar memilih. Tentunya pilihan yang diputuskan tidak akan mengecewakan orang-orang yang mencintainya dan sesuai dengan ajaran yang dianut.
Ada juga yang bertanya kalau anaknya yang umur tiga tahun sangat clingy. Selalu mengikuti kemanapun ibunya pergi, sampai-sampai ke kamar mandi pun di kintilin. Menurut Ibu Yati, hal tersebut masih dalam tahap wajar. Yang bisa kita lakukan adalah memberi batasan. Seperti misalnya memperbolehkan anak untuk masuk ke kamar mandi ketika kita mau buang air kecil, tapi dia harus balik badan. Begitu juga kalau kita ganti baju, bisa sambil kita tutup badan kita dengan handuk atau kita membalikan badan.
Satu pertanyaan yang menarik datang dari seorang ibu yang anak perempuannya sudah kelas enam SD dan berbadan agak bongsor dengan payudara yang cukup besar untuk anak seumurnya. Hal ini membuat dia jadi tidak percaya diri, hanya mau memakai baju yang gombrong, postur tubuhnya pun jadi bongkok karena dia berusaha menyembunyikan payudaranya. Padahal, kalau anak terlihat tidak pede justru akan semakin diperhatikan orang kan? Lagipula ketidak pedean ini takutnya jadi menjalar kemana-mana. Yang tadinya hanya tidak pede dengan baju yang pas badan, sekarang juga jadi tidak pede untuk tampil di depan kelas, atau tidak mau ikut olahraga. Jadi sudah kewajiban kita mengajarkan ke anak untuk menghargai dan bangga dengan bentuk tubuhnya. Dengan begitu, anak tidak akan goyah dengan suara-suara sumbang dari orang di sekelilingnya.
—–
Pheww panjang sekali ya Mommies…kalau datang langsung, lebih banyak lagi informasi yang didapat. Oh ya tanggal 19 Februari nanti akan ada Father & Kids talkshow bersama Najelaa Shihab di FX Giggle. Jangan sampai ketinggalan ya. Informasi lengkapnya ada di Facebook: http://on.fb.me/hP8xaH
See you there ya :)
Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
To all mommies, read this, bgs bgt ▸ RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
Penting! RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
“@mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU”
Must read! RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
RT @mira_kanaka: RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
RT @mira_kanaka: RT @mommiesdaily: Pendidikan Seks untuk Anak http://fdly.me/g6VcdU
Bingung ga Mom kalo ditanya anak 'Apa itu bencong? Kenapa ada laki2 suka sama laki2?' di artikel ini ada cara jawabnya http://fdly.me/g6VcdU
RT @mommiesdaily: Bingung kalo ditanya anak 'Apa itu bencong? Kenapa ada laki2 suka sama laki2?' ada cara jawabnya http://fdly.me/g6VcdU
Waktu itu kita jadi media partner @sekolahcikalacara Bincang2. Temanya: Pendidikan Seks utk Anak. Baca reportasenya di http://fdly.me/g6VcdU
Cc: @nynot RT @mommiesdaily: Bingung ga Mom kalo ditanya anak 'Apa itu bencong? laki2 suka sama laki2? da cara jawabny http://fdly.me/g6VcdU
di @mommiesdaily juga pernah dibahas ttg #sexeducation untuk anak, disini http://t.co/fWNgiMFz
Wow..great sharing mam Hanzky. Sangat mencerahkan. Kalau baca yang seperti ini, rasanya malah kurang panjang. Lebih detil lebih ok hehehe. Thanks :-)
Haha..iya memang sih, kemaren juga pas workshop rasanya masih ada yang ngambang, tapi waktunya udah abis jadi nggak bisa diskusi lebih lanjut :)
wah, jadi inget beberapa hari lalu suami panik setelah nonton Kick Andy yang ngebahas tentang PSK itu, dia bingung gimana nanti ngajarin anak-anak lakinya pendidikan seks biar nggak terjerumus seks bebas (atau seandainya terlanjur terjerumus pun, tetap main aman, heheheh)
TFS ya Hanz… soalnya poin yang gw tau dan sempet kasih tau ke suami ya cuma pas bagian nyebut kelamin itu, harus dari kecil biasain nyebut penis dan vagina… sisanya masih ngawang-ngawang :P
Iyaa walaupun dari teori udah manteb banget tetep aja pada prakteknya susah :D. Tapi bener sih intinya kalo memang kita deket dengan anak, membiasakan komunikasi yang terbuka, pasti untuk membahas hal-hal yang menyeramkan kaya gini jadi lebih nyaman. Trus juga mungkin bisa tarik ke belakang, dulu persepsi kita gimana tentang seks, apa yang terjadi, apa yang dikasih tau orang tua dll..:)
TFS ya mbak.. anakku emg br 8 bulan, tp mau gak mau suatu saat anakku bakal tanya2 hal kyk begini. setuju kata bundit, baca ini jd malah kerasa kurang panjang ;-)
sering2 aja share seperti ini ya mbak. biar emak2nya ni pd gak kelimpungan kl ditanya bocah2 yg makin kritis. hehehe..
Thx
Sama2 Mbak…yuk ikutan ke workshop2 kita (& yg kita jadi media partner) selanjutnya…bagus2 lho pembahasannya :)
great sharing… ponakan saya yang kelas 3 dan 5 SD sudah banyak banget pertanyaan seputar seks yang bikin kakak saya sport jantung *termasuk saya*, apalagi sejak kasus video porno artis yang terkenal itu… Memang sekarang kita sebagai orang tua benar-benar harus aware sama masalah seks yang mungkin tdk seheboh jaman kita kecil dulu *jadul yak :))*
Menurut saya penting bagi kita orang tua menanamkan “ilmu” dan agama sebagai pondasi anak saat mereka sudah bersosialisasi nanti *tekad kuwat* :D
Saya masih sedikit bingung untuk menjelaskan ke anak2 ttg transgender,apalagi saat anak2 lihat Ivan Gunawan di TV yg secara postur laki-laki tapi make-up,cara berpakaian dan gaya bicara seperti perempuan. Belum sempat menjelaskan dari segi psikologi atau agama, anak2 sudah berkesimpulan bahwa Ivan adalah perempuan…hhmmm sepertinya harus dijelaskan lagi yah ke mereka supaya lebih mengerti. Anw, thanks very much utk artikelnya yg owkeh
TFS ya..artikelnya bener2 berguna banget buat kita para orgtua, secara masalah kyk gini emang bikin deg2an. Apalagi kmrn nonton KickAndy, ngelus dada mulu. Mudah2an kita semua bisa jadi orangtua yg bijaksana ya..
iya nih, ini memang sangat penting dimana sang anak sekarang sangat gampang mendapat informasi dari berbagai media, ngeri juga jika ngelihat berita di TV tentang remaja sekarang, kalo kita orang tua tidak mau belajar untuk pendidikan anak yang lebih baik, ngeri sekali