Berani Lepas Diaper di Malam Hari?

Setelah kemaren ada cerita Kenzie tentang toilet trainingnya, sekarang saya mau cerita tentang lepas diaper/ clodi atau apapun itu di malam hari. Hayooo, siapa yang masih punya kesulitan ini?

Toilet training di siang hari biasanya lebih mudah ya, karena baik anak maupun ibu atau pengasuhnya dalam keadaan sadar alias nggak tidur. Kalaupun tidur siang, biasanya kan cuma 1-2 jam yang berarti si kecil nahan pipisnya cuma sebentaran.

Nah, gimana kalau malam?

Kira-kira sudah hampir 6 bulanan ini saya memberanikan diri tidak memakaikan Langit (2,5 tahun) pospak lagi di malam hari. Kalau siang atau pergi-pergi kemanapun memang sudah lepas sama sekali. Kenapa harus saya yang memberanikan diri? Karena berarti harus siap dibangunkan Langit saat enak-enaknya menikmati ‘beauty sleep’ setelah menyapih Langit pas 2 tahun kemaren, terus belum lagi kalo nggak kebangun dan ngompol? Haduuuh, harus ganti sprei tengah malam! Ini semua berarti akan mengurangi waktu tidur, padahal besok pagi harus aktivitas lagi.

Setelah dipikir- pikir, Langit kan sudah besar, kalo tidur malam pun seringnya diaper dia kering, terus yang lain saja bisa masa saya nggak bisa. Sudah gitu kan juga penghematan! Hihihi… Soal kurang tidur mah, nanti diurus belakangan deh :D

Tadinya mau nunggu Langit pindah kamar sendiri atau mau beli training pants atau beli sprei anti bocor dulu sebelum lepas diaper malam hari. Tapi kok itu semua nggak terlaksana-terlaksana juga ya? Akhirnya nekat!

Modalnya cuma perlak dan alarm hp 2 jam sekali :)

Malam pertama :

Jam 21.00, Sebelum tidur kan memang dibiasakan untuk buang air kecil atau buang air besar dulu. Terus cuci kaki, dan seterusnya. Bagian Langit tidur dialasi perlak (saya dan suami masih belum rela pisah ranjang dengan Langit) Terus pas mau dipakein baju, saya bilang “Langit malam ini kamu nggak pake pampa (cara langit menyebut pospak) ya, kan sudah besar. Nanti kalau mau pipis, Langit bangunin ibu” terus dia menjawab “iya..” hehehe…

Setelah ritual-ritual yang panjang sebelum tidur, kira-kira jam 23.00 saya ajak pipis sekali lagi. Terus saya ulangi sekali lagi, “kalau nanti mau pipis langit bangunin ibu ya”

Saya siap-siap pasang alarm di hp jam 2 pagi. Ternyata sebelum jam 2, Langit gelisah dalam tidurnya. Akhirnya saya ajak dia ke kamar mandi untuk pipis. Sempet marah, tapi sambil saya peluk, lampu kamar dan lampu kamar mandi tetap dalam kondisi mati.

Balik lagi ke tempat tidur, ternyata Langit langsung tidur. Hooree….! Ketakutan saya dia akan segar saat dibangunin untuk pipis sirna sudah.

Saya pasang alarm lagi jam 5 pagi. Lagi-lagi jam 4.30 Langit gelisah, akhirnya saya ajak ke kamar mandi sekali lagi. Terus langsung tidur lagi deh. Dan baru kebangun lagi jam 7.30 tanpa ngompol!

Malam kedua :

Ritual seperti biasa, tapi malam ini Langit tidur lebih cepat, jam 20.00. Jadi ketika saya mau tidur jam 23.30, saya ajak Langit ke kamar mandi untuk pipis. Lalu Langit bangun lagi jam 3 untuk pipis dan lanjut tidur sampai jam 7 pagi. Hari kedua, mission accomplish!

Malam ketiga :

Ritual seperti biasa, tidur lebih cepat juga. Jam 12.30 pagi saat suami saya masuk kamar Langit terbangun, sekalian saja saya ajak pipis. Saya pasang alarm jam 3 untuk pipis selanjutnya, dan celaka….. saya nggak kebangun! Baru kebangun jam 6 pagi dan langsung panik takut Langit ngompol. Ternyata pas saya cek, celana masih kering, perlak pun kering. Asiiiik!

Malam-malam selanjutnya ritual tetap seperti biasa. Kalau saya kebangun, maka Langit akan saya ajak pipis, kalau nggak ya bisa bablas sampai pagi.

Ngompol? Ya tentu pernah! Hahaha, pertama kalinya ngompol malah dikasur hotel waktu kita nginep di Bandung, hihi… Menurut saya nih moms, kalau ngompol malah jangan dimarahin ya. Ajak dia ke kamar mandi seperti biasa, nah kalau saya sambil saya omongin pelan-pelan deh “kok nggak bangunin ibu? Kan Langit jadi harus wawi (cebok) tengah malam deh.. kasurnya basah deh..” gitu-gitu lah pokoknya :)

Kesimpulannya, tantangan terbesar untuk Mommies  yang mau melepas diaper si kecil di malam hari sebenarnya adalah diri sendiri. Seperti saya dengan segala ketakutan saya sebelumnya. Tapi ternyata setelah dijalani nggak akan sesulit yang dibayangkan kok!

Selamat mencoba! Semoga bisa menjadi resolusi tahun depan ya!


50 Comments - Write a Comment

Post Comment