Sebelum Safari Ke Afrika, Yuk Ke Cisarua Dulu!

Awal Desember kemarin, kami sekeluarga pergi ke Taman Safari Indonesia (TSI) dalam rangka family gathering kantor saya. Walaupun cuaca kurang mendukung karena mendung dan berulang kali gerimis tapi acara jalan-jalan kali ini tetap seru! Setelah pernah mengajak Igo ke BonBin Ragunan, kami memang berencana ke TSI untuk … alasan klise tapi benar adanya, memperkenalkan Igo ke area wisata luar ruang.  HTM TSI adalah Rp 75.000 untuk dewasa, Rp 60.000 untuk anak-anak berusia di bawah 5 tahun, dan Rp 15.000 untuk mobil.

Agenda wajib kami di TSI (karena dilakukan bersama-sama karyawan kantor) adalah tur melihat beragam satwa dan cowboy show. Igo terlihat senang melihat beragam satwa bebas berkeliaran bahkan berani menghampiri bus yang kami tumpangi. “Maaaaam!”, ujar Igo ketika melihat segerombolan zebra sibuk mengunyah rumput sembari berteduh dari hujan. Lucunya setiap jenis unggas pasti dipanggil, “Ayam!” oleh Igo, hahaha.

Selesai tur satwa, rombongan berjalan ke “Pool Canteen” di mana makan siang sudah disediakan. Menurut saya, kantin ini sangat cocok dijadikan alternatif tempat makan keluarga karena menunya cukup ramah (baik porsi, rasa, maupun harga, hehe) untuk anak. Igo lahap sekali makan nasi goreng telurnya. Plusnya lagi lokasi kantin berada di samping “Water Park”, jadi anak-anak bisa menikmati pemandangan beragam seluncur ditemani suara meleter bebek-bebek di bawah. HTM “Water Park”, jika Anda dan keluarga ingin berenang, adalah Rp 25.000 per orang.

Selesai makan siang dan salat, kami naik kereta (harga tiket terusan Rp 15.000, di bawah usia 2 tahun gratis) menuju ke lokasi cowboy show. IMO, pertunjukan ini kurang cocok untuk anak di bawah usia 5 tahun karena banyak menampilkan adegan slapstickdan efek-efeknya juga mengeluarkan suara cukup keras. Igo tidak terlalu terganggu oleh bisingnya acara tapi dia berulang kali menangis tiap kali kuda masuk ke belakang panggung, hahaha. Punya anak laki-laki? Pastikan Anda menonton show Motor Gila (mirip atraksi Tong Setan), anak Anda pasti takjub melihatnya. Igo girang sekali … digendong ayahnya di bahu, dia bertepuk tangan dan berteriak histeris melihat lima motor menjalani atraksinya.

Tadinya kami ingin melihat “Baby Zoo” tapi lagi-lagi gerimis turun. Akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta kecil mengelilingi “Baby Zoo” (HTM Rp 10.000) tersebut. Untuk anak-anak yang takut gelap, saya tidak menyarankan untuk naik kereta ini karena kereta akan masuk ke sebuah ruang gelap dan mengeluarkan efek cukup seram saat “memperkenalkan” dinosaurus. Igo yang biasanya tidak takut gelap kemarin menangis kencang dan baru berhenti setelah kereta keluar dari ruangan tersebut. Selesai acara bebas dan pembagian door prize, rombongan pun bertolak ke Jakarta. Alhamdulillah banget bisa ajak Igo untuk lebih mengenal satwa tanpa harus mengeluarkan banyak biaya, hehe. Lain kali kita kemari lagi ya, nak!

Tip untuk orangtua yang ingin mengajak keluarga ke TSI:

  • Siapkan dana agak lebih karena tidak ada tiket terusan seperti di Dunia Fantasi. Tiap atraksi atau foto bersama satwa dikenakan biaya minimal Rp 10.000.
  • Toiletnya bersih banget, no need to worry about that mommies … asaaaaal jangan lupa bawa Rp 1.000 untuk bayar “HTM” (kecuali toilet di dalam restoran).
  • Do your research. TSI punya situs cukup informatif yaitu www.tamansafari.com di mana kita bisa mempelajari dan memperkirakan atraksi mana saja yang akan dilihat (tentunya akan berpengaruh pada anggaran *teteub UUD*), judulnya efisiensi waktu dan uang :D
  • Saran saya, parkirlah kendaraan di bawah (sebelum area restoran) dan gunakan kereta besar untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain ramah lingkungan, anak juga pasti lebih senang. Ribet karena bawa stroller? Tidak perlu takut! Ruang kereta ada yang sengaja  dibuat lebih lega untuk kebutuhan satu itu.

Bisa jadi salah satu tujuan wisata akhir tahun kan moms? Ada yang mau nambahin tips atau sharing tentang TSI?


32 Comments - Write a Comment

Post Comment