Teknik Marmet, Andalan Busui

Banyak ibu baru yang merasa panik ketika harus menyetok ASIP (Air Susu Ibu Perah). Apalagi ketika masa cuti melahirkan didepan mata. Saya pernah mengalaminya juga loh!

Awalnya saya menggunakan the famous Medela Mini Electric (kado melahirkan dari teman-teman di kantor, hihihi). Tapi setelah menggunakan selama 2 bulan pertama setelah melahirkan, kok ASI saya sedikit sekali ya? Hiks.

Tanya sana sini, banyak yang menyarankan saya memerah ASI menggunakan tangan saja. I was like.. heh? Pake tangan? Yakiiin? Kok kaya sapi… hehehe. Karena hopeless ngelihat stock ASI yang nggak nambah-nambah, akhirnya saya mencoba untuk memerah ASI pake tangan. Ternyata hasilnya jauh lebih efektif! Sehari saya bisa ‘menghasilkan’ minimal 100 ml.

Memerah menggunakan tangan akhirnya terus saya lakukan sampai saya masuk kerja lagi. Kalau membaca artikel saya sebelumnya, saya sudah menceritakan bahwa saya mengalami krisis stock ASIP saat usia Langit menjelang 5 bulan. Setelah ke laktasi dan diberikan jus pare yang mengagumkan itu, saya juga diajari pijat payudara dan memerah dengan benar. Tak cukup bekal resep jus dan cara memerah dari bidan di laktasi itu, saya pun mulai googling cara memijat dan memerah payudara. Sampai saya menemukan dan jatuh cinta *lebay* pada Teknik Marmet.

Apa sih teknik marmet? Mungkin sudah banyak yang tau ya, tapi saya mau berbagi di sini. Gampang banget kok, kuncinya hanya 3:

  • Massage

Cuci tangan hingga bersih, kompres payudara dengan air hangat untuk merileks-kan syaraf-syaraf. Lalu dengan 2 jari (jika payudara tergolong besar, gunakan 4 jari), pijat payudara dengan gerakan melingkar sekitar aerola. Saya kadang memodifikasi sedikit dengan menambah tekanan ringan dari bagian keluar kebagian tengah payudara dengan menjalankan jari (kebayang kan ya, seperti kalau kita sedang mencontohkan jalan dengan menggunakan jari)

image diambil dari sini

  • Stroke

Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan secara lembut dari bagian luar ke dalam payudara. Kalau rajin nih, gunakan sisir bergigi lebar lalu ‘sisirlah’ payudara dari luar ke dalam. Dalam keadaan tertentu, di tahap ini ASI saya sudah sering ‘bocor’ loh!

  • Shake

Nah ini nih, gerakan yang agak ‘memalukan’. Condongkan tubuh, lalu ‘kocok’lah atau goyang-goyangkan payudara supaya gravitasi bumi menarik produksi ASI ke dasarnya, yaitu aerola.

Setelah selesai melakukan ketiga langkah diatas, perah payudara dengan menggunakan 2 jari yaitu jempol dan telunjuk di bagian terluar aerola yang merupakan ‘gudang’ ASI. Kalau dianalogikan, payudara kita adalah pabriknya, sementara sekitar aerola adalah gudang. Secara logika, nggak mungkin kan, mengeluarkan sesuatu dari pabriknya tanpa melewati gudang? Sebelumnya, cara saya salah. Memerah payudara, bukan dekat aerola. Pantesan hasilnya kurang maksimal dan lecet semua 

Dengan menggunakan teknik ini, waktu memerah saya sangat efektif, kurang dari 30 menit sekali perah bisa menghasilkan minimal 175ml. Hebat ya? *sombong*

Ada yang mau atau pernah mencoba teknik ini?. Good luck ya Mommies. Jangan putus asa, banyak jalan menuju Roma :)


79 Comments - Write a Comment

  1. litaaa..ada lonk video atau youtubenya ga? huuu, gw dah mulai kerja nih dan krn kerja EO agak susah bawa2 pompa kemana2 (apalagi kalo meeting pindah2 tempat, nyuci pompanya dimana?) itu diperesnya lsg ke botol atau plastk?

    thanks ya neng..

    Kiss kiss buat langit

  2. litaaa..ada link video atau youtubenya ga? huuu, gw dah mulai kerja nih dan krn kerja EO agak susah bawa2 pompa kemana2 (apalagi kalo meeting pindah2 tempat, nyuci pompanya dimana?) itu diperesnya lsg ke botol atau plastk?

    thanks ya neng..

    Kiss kiss buat langit

Post Comment