Skandal Video & Perlindungan Anak

Jujur saja, saya tadinya sama sekali tidak berminat menulis tentang kasus video pribadi Ariel dan Luna Maya di Mommies Daily, atau di blog manapun, saking lelahnya saya mendengar pemberitaan yang tidak ada habis-habisnya, dan yang semakin lama semakin out of proportion seputar hal ini.

Tapi, ketika beberapa hari yang lalu saya menyalakan TV, dan melihat beberapa orang bicara tentang kasus ini dengan membawa nama anak-anak Indonesia, saya jadi tergerak juga untuk menyuarakan pendapat saya.

Saya tentu saja bukan ingin bicara mewakili anak-anak Indonesia, tapi saya juga orang tua. Dan sebagai orang tua, saya prihatin dan sedih melihat betapa besarnya perhatian, tenaga dan waktu yang sudah terbuang untuk mengurusi kasus ini.

Di tulisan ini, saya tidak berniat menilai apakah perbuatan Ariel dan Luna Maya salah. Saya tidak punya hak untuk menghakimi mereka. Apalagi membahasnya dari segi agama. Saya bukan orang yang paling suci dan bukan orang yang paling alim. Whatever they do behind closed doors, is not my business. And I’m gonna leave it at that.

Yang membuat saya sampai duduk di depan laptop dan mengetik tulisan ini, adalah rasa gemas saya terhadap orang-orang yang dengan tajam menghujat Ariel dan Luna, menuduh mereka ikut merusak moral anak-anak Indonesia, mencap mereka sebagai penyebab anak-anak usia belasan tahun kecanduan pornografi, bahkan menuntut Ariel dan Luna untuk meminta maaf dan mundur dari dunia hiburan. Dalihnya, Ariel dan Luna adalah tokoh high profile dan menjadi idola anak-anak dan tingkah laku mereka bisa ditiru oleh para penggemarnya.

Lucu juga ya, betapa besarnya dampak dari ‘kesalahan’ yang mereka buat ini. Padahal kalau dipikir, ada jutaan video seks yang beredar di luar sana yang dengan gampangnya bisa diakses oleh siapapun, termasuk anak-anak. Bedanya, video seks tersebut dengan sengaja direkam dan diedarkan dengan timbal balik uang. Sementara yang dilakukan Ariel dan Luna adalah sesuatu yang privat, yang tidak sengaja tersebar ke masyarakat luas. Mana yang lebih salah?

Para orang tua yang mengaku peduli atas moral anak Indonesia ini terus-terusan melancarkan cercaan, tudingan, penghakiman, dan hal-hal negatif lainnya di media massa. Padahal bisa juga mereka bersama-sama mempelajari bagaimana mengawasi dan mengarahkan aktivitas online anak-anak yang positif, dan menyebarluaskan informasi ini kepada para orang tua lain melalui media massa yang sama. Bahkan mungkin bisa bekerja sama dengan Depkominfo dalam memberikan konten yang edukatif dan menarik supaya anak-anak tersebut mempunyai banyak alternatif daripada sekedar browsing video porno. (Thanks Thomas for the idea :) ) Mana yang lebih berguna?

Saat saya mengetik tulisan ini, hati saya masih saja menangis karena masih ada jutaan anak Indonesia yang kurang gizi, tidak mempunyai tempat tinggal yang layak, tidak bisa sekolah. Masih ada ribuan anak-anak yang mengalami abuse dari orang-orang di sekitarnya tanpa ada yang bisa melindungi mereka. Tidak ada orang yang berdemo di depan DPR/MPR untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka saat ini. Tidak ada pengacara yang dengan berapi-api meneriakkan sumpah pocong supaya hak dasar mereka dipenuhi. Tidak ada polisi yang menangkapi orang-orang dewasa yang dengan kejamnya mengeksploitasi badan-badan mungil mereka untuk uang. Mana yang lebih mendesak?

Anak saya memang baru berumur 2,5 tahun dan sama sekali tidak kenal dengan Ariel atau Luna Maya (walaupun dia tau Anang dan Syahrini :D). Tapi jika saya punya anak dengan umur yang lebih besar, kesempatan ini akan saya gunakan untuk memberikan mereka guidance untuk beraktivitas online yang positif, memberikan mereka edukasi seks yang benar, mengajak mereka bicara terbuka tentang apapun, termasuk masalah seks, mengingatkan mereka bahwa idola mereka juga manusia yang bisa berbuat kesalahan. Mengingatkan mereka bahwa mereka boleh menggemari karya-karya artis-artis tersebut, menyukai musik atau film mereka, tapi tidak perlu mengkultuskan mereka secara pribadi. Ini juga kesempatan yang akan saya gunakan untuk mengajarkan privacy, toleransi dan sikap non-judgmental ke anak saya.

Itu tugas kita sebagai orang tua. Ada banyak sekali hal yang bisa membawa dampak negatif untuk anak kita, banyak yang di luar kuasa kita. Apakah kita bisa membendung semua hal tersebut? Jika tidak, yang perlu kita lakukan adalah memberikan mereka bekal pengetahuan, akal sehat dan hati, untuk membantu mereka menentukan langkah yang akan mereka ambil berikutnya.

Saya orang tua. Moral dan tingkah laku anak saya, adalah murni tanggung jawab saya. Saya tidak bisa melimpahkan urusan ini ke guru, Komnas Perlindungan Anak, apalagi artis.

Jadi tolong bapak-bapak, ibu-ibu, jangan bicara atas nama anak saya di media massa. Berikan perlindungan dan perhatian ke anak-anak yang memang membutuhkannya.


78 Comments - Write a Comment

  1. sanetya

    *standing ovation to Affi*

    Penasaran gue…dengan TV menyiarkan tetek bengek soal video itu setiap hari and almost around the clock..itu dampaknya gimana ke anak2? Ada yg berpikir soal itu ga sih? Gue setuju banget..apapun yg mereka (artis atau nonartis) lakukan behind closed doors are not our business. Soal artis yg “dituntut” utk selalu perfect dlm berkelakuan just because they’re in the spotlight juga ga adil..tentu saja “terkenal” itu ada risikonya but as you said, they’re only human, they’re bound to make mistakes. Ini (salah satu dari sekian banyak hal) yang perlu diubah dari pola pikir masyarakat kita..mengidolakan seseorang sah2 saja tapi ada batasnya.

    And yes, pendidikan anak itu adalah tanggung jawab orangtuanya. Dunia bisa saja aman dari segala macam hal buruk tapi itu tidak akan menjamin akhlak dan pola pikir anak akan 100 persen baik.

  2. Gw setuju, Fi! Banyak banget masalah anak2 Indonesia yang lebih pantas mendapat porsi yang lebih besar drpd diskusi mengenai apakah ariel n luna harus minta maaf dan turun pangkat jadi manusia biasa saja. Setuju juga bhw tugas mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua. Dan dengan lingkungan sekitar yg menjadi lahan belajar anak2, gw berharap semoga didikan kita sbg orang tua lebih didengar n diingat daripada “didikan” lingkungan yg meleset.

  3. Keren sekali tulisannya!
    Anak emang tanggung jawab ortunya. Nah mnrt gw, kalo ortu penasaran/ apapun ttg berita skandal ini ya lihatlah ketika tdk bersama anak. gw siy ga memungkiri sbg eks org inpotemen pny rasa curious tinggi thdp berita ini. Tp kalo lg sama Langit (walo mungkin dia blm ngerti) gw usahain ga nonton berita ttg ini samsek. Jd ketika gw membicarakan skandal ini, gw sbagai diri gw pribadi bukan sbg orgtua. Krn ya bener kata affi, ga ada hubungannya dgn moral anak bangsa. Walo ga menutup kemungkinan, di pelosok2 desa sana ABG2 sangat memuja artis lebih2 dr orgtua/ tokoh lainnya. Mengenai nnt mereka akan meniru/ tidak, sekali lagi, betul kata affi, disinilah peran orgtua bebicara. Disinilah saatnya pendidikan seks yg mungkin tdnya masih tabu utk bbrp kelompok masyarakat dibicarakan scr terbuka.
    Just my 2 cents..

  4. setuju fi..emg aneh deh berita kayak gini bisa diulang2 terus tanpa henti..gw aja yg jarang nonton tv begah.

    Mungkin efek video ini lbh ke ortu yg punya teenage kali ya?but like you said,ini justru bisa jd momentum buat edukasi yg baik.

  5. Hanzky

    Nah ini baru yang menyuarakan hati orang tua kebanyakan. Mereka pada nggak mikir apa yah, yang bikin anak2 tau tentang hal ini adalah karena media yang terlalu membesar besarkan, publik sendiri udah pada moving on kok, nggak pada heboh ngebahas ini lagi di Twitter/Facebook. Why? Cause we have better things to do!!. Heran gue sama media yang sembarangan aja ngebahas ini. Bahkan ada stasiun radio yang penyiarnya dengan bangganya bilang kalo dia udah liat (waktu baru keluar) dan menyuruh pendengarnya untuk buru2 download di Youtube sebelum linknya ilang. What the hell! Padahal itu siaran pagi yang kemungkinan ada anak2 juga yang denger karena lagi mau berangkat sekolah. Lagipula terlepas dari adanya anak2 atau enggak yang denger, sebagai media kayanya nggak pantes ya untuk menganjurkan nonton..:((.

    Gue juga ngerasa disgusted banget with how the government handle this. Sedih dan kecewa berat karena pemerintah kita sama sekali nggak punya prioritas..:((. Memang yang Ariel/Luna/Cut Tari lakukan kalo dilihat dari segi agama itu katanya dosa…tapi itu urusan mereka sama yang diatas. Nggak sholat, nggak puasa juga dosa kan..trus apa yang nggak sholat/puasa itu diurusin juga sama pemerintah? Enggak kan..karena memang bukan kapasitasnya pemerintah. Yang mereka lakukan itu tidak merugikan siapa-siapa. Mengutip kata Dhyta (@purplerebel) di Twitter…mereka itu berzina dengan uangnya sendiri..bukan dengan uang rakyat!!

    Dan buat orang2 yang menghakimi mereka….please deh, if you don’t do the things they do it doesn’t mean you’re better than them as a person!!

  6. BRAVO Affi ;) tulisan lo ini sangat menyuarakan isi hati yg tak bisa gw ungkapkan dalam tulisan *hehehe* Aniwei, gw heran banget kok yah pemerintah ga bisa lihat mana sih yg lebih baik diurusin terlebih dahulu ketimbang ngurusin beginian. Bener kata Affi, masih banyak hal2 lain yg lebih penting untuk diurusin. Trus gw sangat takjub pas ngedenger DPR menggelar “rapat” utk membahas kasus A/LM/CT ini. Ya olo kagak ada hal lain yg lebih penting utk dirapatin gituh?!?!

  7. Bravo tuk Affi…
    aq juga ibu dr toddie girls 2thn..gemes bngt ngeliat, denger dan baca berita beginian tanpa henti. apa sih mau pihak2 yang lantang bangt menghujat ariel-luna-cut tari itu? makin kenceng mereka teriak makin keliatan siapa sebenernya mereka. oke, mungkin ke-3 artis itu emang salah, tp bukan proporsi kita untuk terus menghujat mereka. aq yakin bngt orang2 yang berteriak2 kencang itu juga engga lebih suci dr orang yang dia hujat. miris bngt ngeliat situasi ini. sementara bnyk kejadian lain yg lebih penting jadi ga tersorot. korban bencana alam, tabung gas meledak dimana2, penculikan anak yang lagi rame banget smp ada salah satunya di jakarta yang dibunuh..Astagfirullah kalo mereka mengaku para ahli dan orang pintar di negara ini, kenapa mereka ga meng-kontribusikan knowledge mereka untuk sesama? drpd teriak2 tentang kekhawtiran moral anak2, mending kita lindungi dengan agama dan perilaku contoh yang baik anak2 disekitar kita, ya itu anak sendiri, keponakan, sepupu, tetangga siapa pun.

    Wahai orang2 yang dengan bangga dan lantang menghujat A/LM/CT…tolong instropkesi diri kalian masing2, sudah pantaskah kalian menghakimi saudara kalian sendiri sementara panutan kita Rasulullah SAW pun tetap bersikap baik dan santun dan punya beribu maaf terhadap musuh2nya.

  8. SETUJU !!!!!! ini lah isi hati’ku…..masalah ariel dan luna biar lah menjadi tanggung jawab mereka sendiri, gak perlu lah kita menghakimi mereka…gw yakin toh sebenarnya mereka sudah merasa terhukum kok, kebayang kan betapa malu’nya mereka berdua karna properti pribadi mereka tersebar luas, pasti mereka berdua sangat menderita. Apa urusannya kalo mereka harus minta maaf ke masyarakat segala ? kalo masalah pribadi begini mereka berhak diam dan minta maaf ke TUHAN aja, bukan ke manusia.

  9. Buat gue, semua usaha ini cuma pengalihan isu belaka. Pengalihan dari isu-isu politik. Sangat terlihat bahwa pemerintah, dalam hal ini polisi, NGGAK TULUS dalam memerangi pornografi. Ya dengan mem-blow up ini semua, otomatis masyarakat termasuk orangtua-orangtua sadar ga sadar terseret ke dalamnya.

    Miris. Begitu cepatnya polisi menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sementara akar pornografi sesungguhnya nggak pernah dituntaskan. Penculikan dan penganiayaan anak masih sering terjadi. Kasus bank Century mbulet mbundet ga slese slese. Sedih negeriku ini…

  10. setuju Fi… pertama kasus ini muncul, gw penasaran itu mereka atau bukan, ya cuma sehari doang. setelah itu, gw lebih penasaran dampaknya aja… bagaimana media yg serius2 (bahkan dari luar negeri) satu persatu menurunkan berita ttg kasus ini dan pemerintah kita mulai dagelan, berasa ada kesempatan untuk mengalihkan berita. belum lagi, anggota dewan yg terhormat, ikut2an buka suara, sok mengalihkan isu dari dana aspirasi… edan deh.

    makin dihebohin, makin bikin org yg gak tau jadi akhirnya penasaran. anak kecil yg gak tadinya gak ngeh, sampai ngeh. belum lagi, potongan adegan yg dipampangkan di televisi & koran.

    untunglah, ada piala dunia, yg bisa mengalihkan fokus anak2 itu… hidup Spanyollll!!! :D

  11. four thumbs up!!
    couldn’t agree more…!

    masalah moral anak adalah tanggung jawab orang tuanya…gak bisa dilimpahin atau asal menyalahkan orang lain (bahkan idola) yg bertindak asusila atau bahkan media yang mem-blow up itu semua..
    oke, memang sebagai pribadi mereka salah, but hey, that’s their problem…tugas orang tua yang menunjukkan ke anak mana yang benar dan mana yang salah…
    oke, media memang memberitakannya terlalu berlebihan dan itu bukan hal yang baik…tapi tetep dong tugas orang tua yang nyaring dan ngontrol sumber informasi yang bisa dilihat anak…
    masih terlalu banyak masalah lain yang lebih perlu perhatian daripada hal kaya gini…indonesia oh indonesia…

  12. Saya sangat setuju dengan tulisan Mbak Affi….
    Orang tua yang bertanggung jawab terhadap menjadi apa anak itu nantinya… Orang tua yang punya peranan penting, bagaimana anak menerima informasi…

    thanks for writing the article ….. so happy some mommies still on my side as well….

  13. setuju sekali dgn Affi, anak sy ada yg sdh menginjak remaja sdngkan yg 2 lg ABG…sulit2nya mendidik anak2 di jaman skrg di usia sebaya anak2 sy tsb…
    Namun apabila kita sbg orang tua terutama seorg ibu, bila yakin benar akan apa yg kita berikan kpd anak2 kita maka tak perlu terlalu kuatir akan pengaruh2 buruk yg saat ini marak dibicarakan…
    sangat setuju pendapat Affi, kita tidak bs mengandalkan pengaruh pendidikan hanya pd guru, KOMNAS HAM perlindungan anak apalagi dunia hiburan…
    Anak2 kita adalah tanggung jawab kita…marilah yakinkan diri kita bhw kita telah memberikan yg terbaik utk anak2 kita…so, tak usah khawatir akan pengaruh dr luar bila pengaruh kita lebih kuat… bukan nya sok tetapi kita hrs mengerti bgmn perkembangan jaman ini sejalan dgn pertumbuhan anak2 shg kita bs mengantisipasi hal2 buruk yg kemungkinan bs terjadi…
    Dan bila akan membawa kasus2 pornografi misalkan, jgn bawa2 anak2 sbg tameng agar banyak dukungan, lakukan dgn fair…krn sebelum adanya berita Ariel Luna sdh banyak sekali peristiwa2 pelecehan seksual thd anak2…
    Maaf bila ada ungkapan yg kurang berkenan, tentunya ini tdk sy sengaja…semoga berkenan !
    salam sejahtera…

  14. ameeel

    setuju mbak sama tulisannya! sangat-sangat sependapat… cocok banget sama yang ada di pikiranku selama ini… semoga para pendemo atau orang-orang yang berkoar di luar sana ikut baca tulisan ini :)

  15. pada tanggal 11 juni saya atas nama KKI/ komisi kemanusiaan internasional menyampaikan surat kepada KOMNAS HAM RI….isinya antara lain adalah meminta pertanggung jawaban pemerintah atau negara yang telah membiarkan terjadinya pelanggaran Ham oleh negara dengan membiarkan terjadinya peredaran Video mesum yang begitu dasyat di masy. dan media cetak dan elektronik termasuk tidak dilakukan kontrol oleh negaRA DENGAN BEBAS NYA secara sistematis dan dasyat memberitakan hak tersebut. Itulah sekelumit surat untuk KOMNAS ham dengan Perihal Surat Perlindungan Hak asasi Manusia terhadap ARIEL LUNA dan CUT TARI…….wassalam Chairman KKI I Nyoman di feri SH

  16. setuju dg m’affi

    sebenarnya kalau dikembalikan bagi para pendemo, apakah mereka juga tidak punya cacat??? mmm….itu namanya maling teriak maling….juga masih banyak yg harusnya di urus atau yg lebih penting bgt, gak cuma ariel & luna aja.
    kita urus keluarga kita dulu aja dari dasar, dg moral n agama yg baik. insyaallah kedepannya juga baik.lam tuk semua …..

  17. bagus banget artikelnya
    setujuuuuuuuuu bgt ma pndapat affi..kekuatan pendidikan akhlak&moral adlah keluarga
    kadang suka heran banyak orang teriak masalah moral buat nutupin moralnya sendiri..

  18. kebiasaan jelek indonesia : paling doyan ngomongin kejelekan orang.
    Buktinya? Infotaiment dimana* dan isinya banyakan ngomongin berita yang jelek* daripada yg bagus. Yang cere lah, yang selingkuh lah, yg berantem lah

    OMG!!! dont they have better things to do?

    jadi inget kasus skandal anggota dpr ama penyanyi dangdut few years back, perasaan ga di blow up sampe segede ini dehhhh

  19. OMG, setelah sekian lama ngga berkeliaran di FD, baru baca yang ini…. Luar Biasa.. sampe tersentuh gw dengan tulisan Affi…dan komen komen FDers yang lain… menurut gw yang harus dibatasi adalah media (infotainments) yang mem blow up nya… karena mereka seakan terus terusan mencekokin masyarakat…

  20. tulisan yang bagus dan berisi langsung ke tujuan…
    betul sekali bahwa kita melihat dan menyikapi sesuatu harus proporsional, tidak hanya ikut euphoria semata…
    saya sangat setuju bahwa setiap kita, apalagi sebagai orangtua berpikir seperti Affi
    minta izin untuk share artikel nya di tempat lain..

    salam

  21. IYA Kalau kalian kan orangtua yg berpendidikan tinggi. sudah S1, S2, S3.
    kalian tau? kemaren saya ada perlu ke rumah tetangga, mereka tnyata sdg keluar kota bersama anaknya. Dan…pembantunya di rumah tsb sedang nonton acara infoteiment ttg videoartis bersama anak-anak dia (bukan anak majikan). ITU yg harus kalian pikirkan. kalau yg membuat video si ujang sama si dedeh, gak juga tu anak2 peduli. inii?? yg main kan pasangan paling ngetop se Indonesia. Ya PASTI merambah semua videonya . apa kalau sdg nunggu guru les, ada seorang anak dan teman2 yg duduknya dekat sama dia, nonton film bokep ariel itu, trus anak anda akan diam saja??

  22. Thanks teman2 untuk komennya. Silahkan kalau mau dishare :)

    Sally,
    Betul. Kalau orang tua dengan tingkat pendidikan rendah mungkin akan berbeda menyikapi kasus ini. Tapi apakah sikap orang2 di media masa, seperti salah satunya Bp. Arist Sirait Merdeka dari Komnas Perlindungan Anak yang begitu negatif, bisa dianggap lebih mendidik? Yang saya tangkap dari omongan mereka hanya tudingan dan amarah kepada pelaku, yang walaupun iya mereka pasangan paling ngetop di Indonesia, saya YAKIN tidak bermaksud menyebarluaskan video tsb. Apa tidak lebih baik jika mereka menyediakan solusi bagi para orang tua, terutama yg anaknya sudah remaja? (and by solution I do not mean razia handphone :p) Dan apa nggak sebaiknya pemerintah dan Komnas Perlindungan Anak bahu membahu mencegah bagaimana supaya video ini nggak tambah menyebar instead of razia kutang ke rumahnya Cut Tary?

  23. Harisman Nasution · Edit

    ketika sebuah perbuatan maksiat (siapapun), lalu kemudian dibela habis-habisan (perbuatannya itu) karena dianggap hal yang biasa saja dan privat, maka bersiaplah bencana akan didatangkan (jika demikian adanya)

  24. tadi siang pas liat brita TV one,, suka ada tulisan brita berjalan dibawahnya isinya

    33 anak dicabuli setelah nonton video mesum (ariel-luna): KPAI

    sebenarnya setelah di blow up di tv-lah yg akses di internet vi-mes tsb melonjak grafiknya scra signifikan,,aku d tw bbrp hari d video tsb di situs internet sebelum diberitain di media masa,,bahkan sempet protes ke salah satu situs bloger supaya link download tsb ditiadain (sukur link d diapus),, tapi masi banyak link2 yg laen yg nyediain akses,,dan g d peraturan bahwa anak2 g boleh donlot

  25. speechless and get my -aha-moment while I’m reading this. Jadiinget lagunya Iwan Fals yang judulnya Manusia Stengah Dewa. Cuplikan liriknya seperti ini Masalah moral masalah akhlak //
    Biar kami cari sendiri//Urus saja moralmu urus saja akhlakmu// Peraturan yang sehat yang kami mau

  26. sebenarnya yg bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah mengajarkan untuk tidak menyalahkan sesuatu/seseorang, semua itu pilihan.

    kita jg punya pilihan untuk gak lihat. Anak2 kita bisa di beri pilihan untuk tidak melihat dengan mendidik mereka self censorship.

    My parent did that to me, sampe sekarang saya gak nonton infotainment (udah 4 th lebih) dan tidak menonton video “porno” ariel+luna itu…dan jg jaman model iklan sabun, bandung lautan api.

    semoga saya berhasil dengan anak2 saya…one can only hope ;)

Post Comment