
Keselamatan anak di hotel perlu jadi perhatian saat liburan. Ini 7 hal yang perlu Mommies cek agar si kecil tetap aman selama menginap.
Liburan bersama keluarga memang jadi momen yang ditunggu-tunggu. Bisa bangun tanpa buru-buru, sarapan bersama, lalu menikmati waktu tanpa harus memikirkan pekerjaan rumah atau tumpukan cucian. Rasanya ingin semua berjalan menyenangkan, ya, Mommies?
Tapi, selain mempersiapkan itinerary dan memilih hotel dengan fasilitas seru, ada satu hal yang nggak boleh luput dari perhatian: keselamatan anak di hotel. Sebab, kamar yang terlihat nyaman belum tentu bebas dari risiko untuk anak, terutama balita yang sedang aktif mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.
Hal ini kembali menjadi pengingat setelah seorang balita berusia tiga tahun meninggal dunia usai terjatuh dari balkon kamar hotel di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan polisi. Tanpa menyalahkan keluarga yang sedang berduka, kejadian ini bisa menjadi momentum bagi kita untuk lebih memperhatikan keamanan anak selama menginap.
Mengutip detikNews, seorang anak perempuan berinisial RK, berusia tiga tahun, meninggal dunia setelah terjatuh dari balkon kamar di lantai lima Hotel Mesra, Samarinda.
Menurut keterangan awal kepolisian, peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 08.30 Wita. Saat kejadian, korban berada di kamar bersama adiknya, sementara kedua orang tuanya sedang sarapan di restoran hotel.
Polisi menemukan pintu menuju balkon dalam kondisi terbuka dan tidak terkunci. Namun, penyebab pasti kejadian masih diselidiki, sehingga temuan tersebut belum bisa dianggap sebagai kesimpulan akhir mengenai bagaimana korban terjatuh.
Peristiwa ini tentu menyisakan duka mendalam. Di sisi lain, kejadian tersebut mengingatkan kita bahwa lingkungan yang terasa familier bagi orang dewasa bisa menyimpan risiko bagi anak kecil. Terlebih, balita belum sepenuhnya memahami bahaya di sekitarnya.
BACA JUGA: 9 Hotel dengan Kids Club Terbaik di Indonesia untuk Liburan Keluarga

Mommies, bukan berarti kita harus merasa takut setiap kali menginap di hotel. Namun, melakukan pemeriksaan sederhana sejak pertama masuk kamar bisa membantu mengenali potensi bahaya lebih awal.
Kalau kamar hotel memiliki balkon, jadikan area ini sebagai salah satu hal pertama yang diperiksa. Pastikan pintunya bisa ditutup dengan baik dan mekanisme penguncinya berfungsi.
Selama anak berada di kamar, pastikan akses menuju balkon tertutup dan terkunci. Jangan mengandalkan penguncian saja, karena kemampuan anak untuk menjangkau gagang pintu dan membuka pengunci bisa berbeda-beda.
Jika membawa balita yang aktif memanjat atau sulit dijauhkan dari area berbahaya, pertimbangkan meminta kamar tanpa balkon. Saran ini sejalan dengan panduan keselamatan anak dari American Academy of Pediatrics melalui HealthyChildren.org.
Mau turun sebentar untuk mengambil makanan atau sarapan di restoran hotel? Sebaiknya, ajak anak atau pastikan ada orang dewasa yang bertanggung jawab mengawasinya secara langsung.
Balita bisa bergerak cepat dan tertarik pada banyak hal dalam waktu singkat. Bahkan ketika sedang bermain tenang, situasi bisa berubah tanpa diduga.
Karena itu, jangan menganggap anak akan tetap aman hanya karena pintu kamar sudah tertutup. Pengawasan langsung orang dewasa tetap penting, terutama untuk anak yang belum memahami bahaya.
Selain balkon, perhatikan juga jendela, pintu penghubung antarkamar, serta akses menuju area lain yang berpotensi membahayakan anak.
Pastikan jendela tertutup dengan baik dan tidak mudah dibuka oleh si kecil. Jangan meletakkan kursi, meja, koper, atau furnitur lain di dekat jendela maupun pagar balkon karena bisa menjadi pijakan anak untuk memanjat.
Kalau menemukan bagian kamar yang rusak atau penguncinya bermasalah, segera laporkan kepada staf hotel dan minta solusi sebelum kamar digunakan.
Kamar dengan pemandangan indah memang menggoda. Namun, saat bepergian bersama balita, pertimbangan keselamatan sebaiknya lebih diutamakan daripada pemandangan atau posisi kamar.
Jika memungkinkan, pilih kamar tanpa akses balkon yang berisiko atau dengan tata ruang yang lebih mudah diawasi. Mommies juga bisa menanyakan apakah hotel menyediakan kamar keluarga, baby cot, atau fasilitas lain yang mendukung kebutuhan anak.
Perlu diingat, label family-friendly bukan jaminan bahwa setiap sudut kamar bebas risiko. Tetap lakukan pemeriksaan sendiri setelah tiba.
BACA JUGA: 9 Hotel Ramah Anak untuk Solo Traveling Bareng Anak, Ada Kids Club
Anak kecil punya rasa ingin tahu yang besar. Kursi yang digeser mendekati meja, koper yang diletakkan di sudut kamar, atau meja kecil di dekat jendela bisa menjadi sarana untuk memanjat.
Coba perhatikan kamar dari sudut pandang anak. Adakah benda yang bisa dipanjat untuk mencapai jendela, gagang pintu, atau area berbahaya lainnya?
Pindahkan furnitur yang mudah digeser dari area berisiko. Langkah sederhana ini juga direkomendasikan dalam panduan keselamatan anak dari HealthyChildren.org.

Selain balkon, kamar mandi merupakan area yang perlu mendapat perhatian ekstra. Lantai licin dan air panas bisa meningkatkan risiko cedera pada anak.
Gunakan alas antiselip jika tersedia, dampingi anak saat mandi, dan pastikan suhu air aman sebelum digunakan. Simpan perlengkapan mandi, obat-obatan, serta benda kecil yang berpotensi tertelan di tempat yang tidak mudah dijangkau.
Untuk waktu tidur, pastikan anak berada di tempat tidur yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. Perhatikan juga posisi tempat tidur agar anak tidak mudah menjangkau jendela atau pintu balkon.
Sebelum anak mulai bermain, ajak ia mengenali aturan dasar di kamar hotel. Misalnya, tidak membuka pintu balkon sendiri, tidak memanjat furnitur, dan selalu memanggil orang tua jika ingin keluar kamar.
Untuk balita, aturan perlu disampaikan dengan bahasa sederhana dan diulang beberapa kali. Namun, jangan menjadikan aturan sebagai pengganti pengawasan karena kemampuan anak untuk mengingat dan mematuhinya masih berkembang.
Jika bepergian bersama pasangan atau anggota keluarga lain, sepakati juga siapa yang bertanggung jawab mengawasi anak pada waktu tertentu. Jadi, tidak ada asumsi bahwa anak sedang dijaga orang lain, padahal ternyata tidak.
BACA JUGA: 9 Checklist Traveling bareng Anak saat Liburan Sekolah, Dijamin Anti Ribet!
Mommies, kita tentu ingin mengingat liburan lewat foto-foto lucu, cerita seru si kecil, dan momen kebersamaan yang menyenangkan. Karena itu, selain menyiapkan itinerary dan mencari tempat makan enak, jangan lupa meluangkan beberapa menit untuk mengecek kondisi kamar saat baru tiba.
Keselamatan anak di hotel bukan berarti kita harus mencurigai semua fasilitas atau merasa takut bepergian. Justru, dengan mengenali potensi bahaya dan memastikan anak selalu mendapat pengawasan yang sesuai, kita bisa menikmati waktu bersama keluarga dengan lebih tenang.
Sebab, kamar yang nyaman bukan hanya soal kasur empuk, sarapan enak, atau pemandangan cantik. Kamar yang nyaman juga harus mendukung keselamatan seluruh anggota keluarga, termasuk si kecil.
BACA JUGA:7 Hotel Ramah Keluarga di Jabodetabek, Ada Program Seru untuk Anak!
Cover: Magnific