Mau Mulai Dating Lagi setelah Jadi Single Parent? 7 Hal Ini Sebaiknya Dipersiapkan Dulu

Sex & Relationship

Mommies Daily・in 5 hours

detail-thumb

Single parent dating lagi? Kenali 7 hal yang perlu dipersiapkan sebelum membuka hati, mulai dari kesiapan emosional hingga mengenalkan pasangan ke anak.

Mau mulai dating lagi sebagai single parent? Ini 7 hal yang perlu dipersiapkan, mulai dari kesiapan emosional, batasan, hingga kapan mengenalkan pasangan kepada anak.

Setelah melewati fase patah hati, berpisah, atau beradaptasi dengan kehidupan baru, keinginan untuk bertemu orang baru sebenarnya sangat wajar.

Tapi, dating sebagai single parent memang sedikit berbeda. Ada hati yang perlu dijaga, waktu yang harus dibagi, dan yang paling penting: ada anak yang juga menjadi bagian dari kehidupan kita.

Lantas, apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum single parent mulai dating lagi?

1. Pastikan dating bukan sekadar untuk mengusir kesepian

Tidak ada aturan bahwa seseorang harus menunggu sekian bulan atau tahun setelah perceraian sebelum boleh dating lagi. Menurut psikolog klinis Greg Matos, PsyD, yang dikutip dari Psychology Today, kesiapan emosional lebih penting daripada lamanya waktu sejak perceraian.

Salah satu hal yang perlu ditanyakan kepada diri sendiri adalah: “Saya ingin dating karena memang ingin mengenal orang baru, atau karena tidak tahan merasa sendirian?”

Dating untuk mencari koneksi baru tentu berbeda dengan dating karena ingin mendapatkan validasi, membuktikan sesuatu kepada mantan, atau sekadar menghindari rasa sepi.

Jadi, sebelum membuka dating app atau menerima ajakan ngopi dari seseorang, coba jujur dulu dengan motivasi sendiri.

BACA JUGA: Jangan Tanyakan 7 Hal Ini ke Single Parent!

2. Sudah berdamai dengan hubungan sebelumnya?

Ini bukan berarti harus sudah melupakan mantan sepenuhnya. Namun, penting untuk memahami apa yang terjadi dalam hubungan sebelumnya dan apa yang ingin dilakukan secara berbeda di hubungan berikutnya.

Matos menekankan pentingnya self-awareness, accountability, dan emotional regulation sebelum seseorang kembali menjalin hubungan romantis. Artinya, bukan cuma bertanya, “Kenapa mantan saya seperti itu?”, tetapi juga berani melihat pola dan keputusan diri sendiri dalam hubungan sebelumnya.

Misalnya:

  • Apa red flag yang dulu saya abaikan?
  • Batasan apa yang dulu tidak saya tegakkan?
  • Apa yang sekarang tidak mau saya toleransi lagi?
  • Hubungan seperti apa yang sebenarnya saya inginkan?

Jawabannya bisa membantu agar dating kali ini tidak sekadar mengulang pola lama dengan orang yang berbeda.

Photo by Phuong Nguyen on Unsplash

3. Tentukan batasan sebelum bertemu orang baru

Batasan menjadi penting karena kehidupan pribadi dan kehidupan anak bisa dengan mudah bercampur. Misalnya, tentukan sejak awal:

  • Seberapa banyak waktu yang bisa digunakan untuk dating?
  • Kapan waktunya untuk anak?
  • Kira-kira kapan seseorang boleh mengetahui lebih jauh tentang kehidupan keluarga?
  • Kapankah anak boleh diperkenalkan kepada pasangan?

Batasan membantu single parent tetap punya ruang untuk kehidupan romantis tanpa mengorbankan kebutuhan anak.

BACA JUGA: Mau Kembali Kerja Setelah Jadi Single Parent? Ini Langkah agar Lebih Siap

4. Jangan buru-buru mengenalkan pasangan ke anak

Ini salah satu bagian paling penting: Dating boleh dimulai tanpa anak harus langsung ikut terlibat.

Ketika masih tahap mencari tahu kecocokan dengan seseorang, anak tidak harus langsung dikenalkan. Apalagi jika hubungan tersebut masih sangat baru dan belum jelas arahnya.

Menurut Lisa Zeiderman, pengacara keluarga yang menulis di Psychology Today, anak juga sedang beradaptasi dengan perubahan setelah perceraian atau perpisahan. Kehadiran orang baru bisa menjadi perubahan tambahan bagi mereka.

Karena itu, ia menyarankan agar pengenalan pasangan baru dilakukan ketika hubungan sudah terlihat serius dan memiliki prospek jangka panjang.

Panduan HealthyChildren.org dari American Academy of Pediatrics juga menyarankan agar anak tidak dikenalkan kepada setiap orang yang sedang dikencani, melainkan kepada pasangan yang hubungannya sudah serius, karena anak dapat lebih mudah membentuk keterikatan dengan orang baru.

Photo by Maria Maraboli on Unsplash

5. Siapkan jawaban ketika anak mulai bertanya

Cepat atau lambat, anak mungkin bertanya:

“Mama lagi dekat sama siapa?” atau, “Ayah punya pacar?”

Tidak perlu memberikan penjelasan terlalu detail. Sesuaikan dengan usia dan kemampuan anak memahami situasi.

Yang penting, anak tetap merasa aman bahwa kehadiran orang baru tidak mengurangi kasih sayang atau waktu orang tua untuk mereka.

BACA JUGA: Parfum Lokal Unisex untuk Kantor

Photo by Perfect Snacks on Unsplash

6. Jangan abaikan red flag hanya karena “sudah lama sendiri”

Setelah lama tidak dating, perhatian dari seseorang memang bisa terasa menyenangkan.

Tapi justru di sinilah pentingnya tidak terburu-buru. Perhatikan bagaimana calon pasangan:

  • menghargai batasan;
  • berbicara tentang mantan;
  • merespons ketika keinginannya ditolak;
  • menghargai waktu kita bersama anak;
  • memahami bahwa kehidupan single parent punya prioritas berbeda;
  • berkomunikasi ketika terjadi perbedaan pendapat.

Single parent juga tetap berhak memilih.

7. Siapkan ekspektasi yang realistis

Dating lagi bukan berarti harus langsung mencari pasangan hidup.
Boleh, kok, tahap awalnya hanya kenalan.

Mungkin ada first date yang menyenangkan tapi tidak berlanjut.

Mungkin ada orang yang terlihat cocok tetapi ternyata tidak.

Mungkin juga butuh beberapa kali mencoba sebelum menemukan seseorang yang benar-benar sesuai.

Yang penting, jangan menjadikan satu pengalaman dating sebagai ukuran apakah kita “masih menarik” atau “masih layak dicintai”.

BACA JUGA: Parfum Perempuan Usia 40 Tahun yang Elegan dan Tahan Lama, Ada Alchemist hingga Chanel

Jadi, kapan single parent siap dating lagi?

Bukan ketika sudah benar-benar tidak punya luka. Bukan juga ketika sudah melewati angka tertentu sejak perceraian.

Mungkin kita lebih siap ketika bisa berkata:

“Saya ingin mengenal seseorang karena saya memang ingin membangun hubungan baru, bukan karena saya membutuhkan seseorang untuk menyelamatkan saya dari kehidupan yang sekarang.”

BACA JUGA: Tanda Single Parent Siap Pacaran Lagi

Cover: Priscilla Du Preez 🇨🇦 on Unsplash