banner-detik
SEX & RELATIONSHIP

8 Hal yang Jarang Dibicarakan tentang Seks Setelah Usia 40, Padahal Dialami Banyak Pasangan

author

Mommies Dailyin 6 hours

8 Hal yang Jarang Dibicarakan tentang Seks Setelah Usia 40, Padahal Dialami Banyak Pasangan

Seks setelah usia 40 memang bisa berubah, tetapi tidak selalu menjadi tanda hubungan bermasalah. Ketahui penyebabnya, apa yang masih normal, dan kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Perubahan seks setelah usia 40 umumnya dipengaruhi oleh perubahan hormon, kondisi kesehatan, stres, kualitas hubungan, serta proses penuaan alami. Meski demikian, banyak pasangan tetap dapat menikmati kehidupan seksual yang memuaskan dengan komunikasi yang baik dan menjaga kesehatan tubuh.

Tidak semua pasangan berani membicarakannya. Ketika kehidupan seks mulai berubah setelah usia 40, banyak yang memilih diam. Ada yang mengira pasangannya sudah tidak lagi tertarik, ada pula yang menyalahkan diri sendiri karena merasa tubuhnya tak lagi sama.

Padahal, perubahan ini dialami oleh banyak pasangan dan tidak selalu berarti ada yang salah dengan hubungan mereka. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa perubahan ini muncul, dan apakah semuanya bisa diatasi?

Jawabannya mungkin tidak seperti yang selama ini Anda bayangkan.

Baca juga: Siap Hadapi Menopause? Ini 20 Tanda Awal dan Cara Persiapannya

8 Hal tentang Seks Setelah Usia 40 yang Jarang Dibicarakan Banyak Pasangan

Seks setelah usia 40 merupakan hal yang normal mengalami perubahan akibat faktor hormon, kesehatan, maupun kondisi emosional. Namun, perubahan ini tidak selalu berarti kualitas hubungan dengan pasangan menurun.

 Hal yang Jarang Dibicarakan tentang Seks Setelah Usia 40

Foto: Becca Tapert/Unsplash

1. Hasrat Seksual Tidak Selalu Menurun, tetapi Bisa Berubah

Tidak semua orang mengalami penurunan libido setelah usia 40. Ada yang justru merasa lebih nyaman dengan tubuhnya sehingga lebih menikmati hubungan intim.

Namun, bagi sebagian lainnya, libido memang dapat berubah karena faktor hormon, stres, kurang tidur, penyakit kronis, hingga efek samping obat-obatan.

Menurut The North American Menopause Society (NAMS), perubahan hormon pada perempuan selama perimenopausedapat memengaruhi gairah seksual. Sementara itu, kadar testosteron pada laki-laki memang menurun secara bertahap, meski biasanya berlangsung lebih lambat dibandingkan perubahan hormon pada perempuan.

2. Tubuh Berubah, Cara Menikmati Seks pun Berubah

Perempuan dapat mengalami vagina yang lebih kering akibat penurunan estrogen, sehingga hubungan intim terasa kurang nyaman.

Di sisi lain, sebagian laki-laki mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi atau mengalami ereksi yang tidak sekuat saat muda. Kondisi ini umum terjadi dan tidak selalu berarti disfungsi ereksi.

Perubahan ini merupakan sinyal bahwa tubuh membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Baca juga: 13 Penyebab Penis Gagal Ereksi

3. Kesehatan Jantung Berpengaruh Besar terhadap Kehidupan Seks

Yang jarang disadari, organ seksual sangat bergantung pada aliran darah yang baik.

Penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, hingga gangguan jantung dapat memengaruhi fungsi seksual, baik pada perempuan maupun laki-laki.

Karena itu, menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan juga berarti menjaga kualitas kehidupan seksual.

4. Stres Lebih Berpengaruh daripada Usia

Memasuki usia 40-an sering kali berarti sedang berada di puncak kesibukan.

Mengurus anak yang beranjak remaja, merawat orang tua lanjut usia, pekerjaan yang semakin menuntut, hingga persoalan finansial membuat banyak pasangan sulit memiliki energi untuk bercinta.

5. Kepercayaan Diri Ikut Berubah

Rambut mulai beruban, berat badan bertambah, muncul keriput, atau bentuk tubuh berubah sering kali membuat seseorang merasa tidak lagi menarik.

Padahal, rasa percaya diri terhadap tubuh (body image) merupakan salah satu faktor penting dalam kepuasan seksual, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Baca juga: 10 Posisi Seks Terbaik untuk Usia 30 dan 40-an, Nyaman dan Mudah Mencapai Klimaks

Foto: Womanizer Toys/Unsplash

6. Frekuensi Berkurang Bukan Berarti Hubungan Memburuk

Banyak pasangan membandingkan kehidupan seks mereka dengan masa awal pernikahan.

Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kualitas hubungan seksual jauh lebih penting dibandingkan jumlahnya.

Banyak pasangan usia 40-an justru merasa lebih puas karena komunikasi mereka lebih baik, lebih mengenal kebutuhan satu sama lain, dan tidak lagi merasa harus memenuhi ekspektasi tertentu.

7. Komunikasi Menjadi Foreplay yang Paling Penting

Menurut The Gottman Institute, pasangan yang mampu berdiskusi secara terbuka tentang seks memiliki kepuasan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang menghindari percakapan tersebut.

Membicarakan apa yang disukai, apa yang berubah, atau apa yang membuat tidak nyaman justru dapat mempererat hubungan.

8. Jangan Menganggap Semua Keluhan sebagai “Faktor Usia”

Nyeri saat berhubungan, hilangnya libido secara drastis, kesulitan ereksi yang menetap, atau perubahan seksual yang mengganggu kualitas hidup sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang harus diterima begitu saja.

Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan penyebab yang sebenarnya, mulai dari perubahan hormon hingga penyakit tertentu yang bisa diobati.

Seks Setelah Usia 40 Bukan Tentang Menjadi Seperti Dulu

Banyak pasangan berharap kehidupan seks mereka sama seperti saat berusia 20-an. Padahal, tujuan yang lebih realistis adalah menemukan cara baru untuk tetap menikmati keintiman.

Hubungan seksual setelah usia 40 bukan soal siapa yang masih “prima”, melainkan bagaimana pasangan saling memahami perubahan yang terjadi, menjaga kesehatan bersama, dan tetap membangun kedekatan emosional.

Pada akhirnya, seks yang memuaskan tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh komunikasi, rasa aman, kesehatan, dan kualitas hubungan yang terus dipelihara.

Bila perubahan seksual berlangsung terus-menerus atau mengganggu kualitas hidup, konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG), dokter spesialis andrologi, atau dokter spesialis urologi sesuai kondisi masing-masing.

Cover: Vitaly Gariev/Unsplash

Share Article

author

Mommies Daily

-

banner-detik

POPULAR ARTICLE

banner-detik
banner-detik

COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan