
Anak susah lepas gadget atau mulai tantrum saat screen time dibatasi? Coba 15 aktivitas sains anak ala Dr. Seuss yang bisa dimainkan di rumah.
Liburan sekolah baru berjalan beberapa hari, tapi anak sudah terlihat bosan.
Mainan di rumah mulai ditinggalkan, buku cerita hanya dibuka sebentar, lalu ujung-ujungnya kembali mencari gadget. Saat waktu screen time dibatasi, tidak sedikit anak yang langsung protes, rewel, bahkan tantrum.
Kalau Mommies sedang menghadapi situasi serupa, mungkin ini saat yang tepat untuk menawarkan aktivitas baru yang lebih menarik daripada layar.
Kabar baiknya, aktivitas tersebut tidak harus mahal atau membutuhkan persiapan rumit. Terinspirasi dari dunia penuh warna karya Dr. Seuss, ada banyak aktivitas sains sederhana yang bisa dicoba bersama anak di rumah.
Selain menyenangkan, kegiatan ini juga membantu melatih rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas anak.
BACA JUGA: Ciri Anak yang Mengalami Brain Rot? Ketahui juga Cara Atasi Kecanduan Gadget pada Anak

Terinspirasi dari buku Green Eggs and Ham, ajak anak membuat slime hijau yang kenyal dan menyenangkan untuk dimainkan. Aktivitas sensorik seperti ini biasanya langsung menarik perhatian anak yang sedang bosan.
Campuran tepung maizena dan air ini punya tekstur unik. Saat ditekan terasa padat, tetapi ketika disentuh perlahan berubah menjadi cair. Cara seru mengenalkan konsep sains kepada anak tanpa terasa seperti belajar.
Kalau anak suka karakter The Cat in the Hat, buat slime dengan kombinasi warna merah, putih, dan biru. Selain seru dimainkan, hasil akhirnya juga menarik untuk dilihat.
Cukup menggunakan paper bag, anak bisa belajar tentang suara dan energi dengan cara yang sederhana tetapi tetap menghibur.
Hanya dengan dua bahan sederhana dari dapur, anak bisa melihat reaksi berbuih yang tampak seperti eksperimen di laboratorium mini.

Gunakan balon hijau, botol kosong, baking soda, dan cuka untuk membuat “hati Grinch” mengembang. Aktivitas ini selalu berhasil membuat anak takjub.
Gunakan apel mainan atau bola kecil lalu tantang anak membuat susunan setinggi mungkin. Aktivitas STEM sederhana ini melatih kemampuan problem solving.
Eksperimen ini menggunakan kubis ungu untuk menghasilkan warna hijau alami tanpa pewarna buatan. Menarik sekaligus bisa dimakan.
Versi lain dari eksperimen telur hijau yang menghasilkan efek berbuih dan suara mendesis yang membuat anak penasaran.
Terinspirasi dari buku One Fish, Two Fish, Red Fish, Blue Fish, anak bisa mengamati bagaimana permen larut di dalam air sambil belajar tentang warna dan perubahan bentuk.

Aktivitas ini mengajak anak mengenal warna primer dan sekunder melalui reaksi yang seru untuk diamati.
Terinspirasi dari The Foot Book, ajak anak mengukur berbagai benda di rumah menggunakan ukuran kaki mereka sendiri. Sederhana, tapi menyenangkan.
Aktivitas STEM klasik yang hampir selalu disukai anak. Tantang mereka membuat pelindung agar telur tidak pecah saat dijatuhkan dari ketinggian tertentu.
Gunakan gelas plastik dan lihat seberapa tinggi anak bisa menyusunnya tanpa roboh. Melatih kesabaran sekaligus koordinasi tangan.
Kalau di rumah ada LEGO, ajak anak membuat mobil sederhana lalu meluncurkannya menggunakan karet gelang. Sekaligus mengenalkan konsep gaya dan gerak.
BACA JUGA: 3 Cara Mencegah Kecanduan Digital pada Anak di Era Gadget
Salah satu alasan buku-buku Dr. Seuss masih disukai banyak anak hingga sekarang adalah kemampuannya memancing rasa ingin tahu dan imajinasi.
Hal yang sama juga terjadi saat anak melakukan eksperimen sederhana. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga mengamati, bertanya, mencoba, bahkan membuat kesalahan lalu mencari tahu jawabannya sendiri.
Pengalaman seperti inilah yang sering membuat anak lebih terlibat dibanding sekadar menonton layar secara pasif.
Jadi kalau Mommies sedang mencari cara mengalihkan perhatian anak dari gadget selama liburan sekolah, tidak ada salahnya mencoba beberapa aktivitas di atas.
Siapa tahu, dari slime hijau, telur berbuih, atau mobil LEGO sederhana, anak justru menemukan keseruan baru yang membuat mereka lupa meminta gadget selama beberapa jam.
Cover: Magnific