Sorry, we couldn't find any article matching ''

Anak Susah Lepas Gadget saat Liburan? Ini Cara Mengatasi dari Psikolog
Gemas lihat anak susah lepas sama gadget-nya selama liburan? Simak tips dari psikolog untuk bantu dia suka rela lepas gadget dan menikmati liburan.
Liburan sekolah seharusnya jadi momen penuh tawa, aktivitas seru, dan bonding keluarga. Tapi kenyataannya, banyak orang tua justru kesal karena anak lebih sibuk dengan gadget ketimbang menikmati acara liburan. Dari TV, tablet, sampai game online, layar seolah jadi magnet yang bikin mereka betah duduk berjam-jam.
Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, anak usia 8–12 tahun rata-rata menghabiskan 4–6 jam per hari di depan layar, sementara remaja bisa sampai 9 jam. Bayangkan, hampir separuh waktu mereka diisi dengan gadget!
Tapi tenang dulu, Mommies. Fenomena anak susah lepas gadget saat liburan itu sangat umum dan bukan berarti Mommies gagal sebagai orang tua. Justru karena liburan memberi waktu luang ekstra, gadget otomatis jadi “pelarian” paling gampang dan menyenangkan.
Kali ini kita akan kulik, apa dampak jika anak sulit lepas gadget saat liburan, alasan (terutama pada anak remaja), dan tips dari Psikolog Klinis Anak & Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., M.Psi. agar anak mau meletakkan gadget secara sukarela dan menikmati liburan dengan gembira.
BACA JUGA: 10 Ciri Screen Time Anak Sudah Berlebihan Selama Liburan Panjang
Dampak Buruk Anak Terlalu Lama di Depan Gadget
Psikolog Vera menekankan beberapa beberapa efek negatif yang ditimbulkan jika anak-anak dan remaja terlalu banyak meghabiskan waktu mereka bersama gadget, terutama saat liburan:
- Secara emosional: anak cenderung kurang hadir secara utuh atau kurang menghayati dalam momen bersama keluarga. Liburan adalah kesempatan untuk membangun memori positif, keterikatan emosional, dan pengalaman baru. Ketika anak lebih tertarik pada gadget-nya, maka kesempatan ini bisa berkurang atau bahkan hilang.
- Dari sisi sosial: anak dapat melewatkan kesempatan melatih keterampilan sosial, seperti berbicara tatap muka, bernegosiasi, atau bekerja sama dalam aktivitas bersama.
- Secara fisik: penggunaan gadget berlebihan juga dapat menyebabkan kelelahan mata, kurang gerak, kesulitan tidur dan stimulasi berlebih. Akibatnya, liburan yang seharusnya menjadi waktu pemulihan justru bisa membuat tubuh dan otak tetap dalam kondisi sibuk/overwhelmed.
Foto: Freepik
Tips Ahli agar Anak Mau Lepas Gadget Selama Liburan
Teknologi memang berkembang pesat, tapi dampaknya pada anak juga bikin resah. Apalagi saat liburan, ketika mereka punya waktu luang lebih banyak dan sering dapat hadiah berupa gadget baru. Pertanyaannya: bagaimana cara orang tua mengurangi ketergantungan gadget tanpa bikin liburan jadi penuh drama?
Goals kita bukan melarang gadget total, tapi menciptakan keseimbangan sehat antara screen time dan aktivitas liburan. Berikut beberapa cara kreatif untuk membantu anak-anak dan remaja lebih menikmati liburan tanpa gadget.
1. Siapkan anak-anak sejak awal
Jelaskan kapan waktu gadget berakhir, misalnya “nonton dua episode saja setelah itu kita jalan-jalan ya” atau “selesai satu game, lalu kita berenang, ya.” Anak jadi lebih siap menerima transisi karena sudah lebih memahami durasi dan aktivitas apa yang selanjutnya akan mereka lakukan.
2. Buat zona bebas layar
Tentukan area rumah atau lokasi liburan yang bebas gadget, seperti kamar tidur dan ruang makan (atau saat makan bersama). Ini akan membantu tidur lebih nyenyak dan interaksi keluarga lebih hangat.
3. Seimbangkan dengan aktivitas lain
Gadget bisa kalah pamor jika diganti dengan aktivitas yang menarik minat anak-anak. Ganti waktu layar dengan olahraga, permainan outdoor, membacakan cerita (agar lebih seru, beri anggota keluarga peran-peran yang ada di dalam cerita lalu bergantian membacakan cerita sesuai peran masing-masing), main board games, atau hobi kreatif lainnya. Buku bergambar untuk si kecil, catur atau ular tangga untuk anak-anak yang lebih besar.
4. Jadi role model
Anak belajar dari orang tua. Kalau kita sibuk scroll HP saat makan, jangan heran kalau mereka meniru. Tunjukkan kebiasaan sehat dengan membatasi gadget sendiri. Kalau Mommies bilang “udah ya gadgetnya…” tapi tangan Mommies sendiri masih asyik scrolling TikTok, maka anak-anak akan bingung.
Jika sangat terpaksa, kuncinya beri anak-anak penjelasan “Mama buka laptop dulu ya karena ada urusan pekerjaan yang sangat penting, nanti kita lanjut main lagi”.
5. Ajak anak-anak main di luar
Jalan di alam, main petak umpet, atau bikin tenda di halaman. Aktivitas outdoor bukan cuma seru, tapi juga melatih motorik dan kreativitas anak.
6. Gunakan sistem reward dan konsekuensi
Anak-anak bisa dapat hadiah kecil kalau berhasil tidak menyentuh gadget seharian. Pastikan reward lebih menarik daripada konsekuensinya. Teknik sederhana tapi efektif: kumpulkan bintang/stiker setiap kali anak berhasil melewati jam tanpa gadget dan itu bisa ditukar dengan hadiah. Ada konsekuensi bila anak-anak melanggar, tanpa Mommies marah-marah. Intinya bikin agar reward lebih menggoda daripada gadget.
BACA JUGA: 7 Negara yang Melarang Media Sosial untuk Anak-anak, Ada Malaysia hingga Australia
Tips untuk Anak-anak ABG dan Remaja

Foto: Freepik
“Memang biasanya lebih menantang untuk membantu remaja lepas dari gadget dibandingkan anak yang lebih kecil. Sebab motivasi dan fungsinya berbeda. Jika anak kecil menggunakan gadget lebih sebagai hiburan, pada remaja gadget sudah menjadi bagian dari dunia sosial, eksplorasi identitas, dan kebutuhan koneksi dengan teman sebaya. Dan teman adalah sesuatu yang penting di usia remaja. Jadi ketika diminta berhenti menggunakan gadget, remaja seringkali merasakannya seperti kehilangan akses ke lingkungan sosialnya,” terang Psikolog Vera.”
“Selain itu, remaja berada dalam fase di mana otonomi dan pengambilan keputusan menjadi hal penting. Semakin orang tua menekan, semakin mungkin mereka menolak karena mereka ingin keleluasaan untuk menentukan sendiri,” imbuhnya lagi.
Tapi bukan berarti sama sekali nggak ada jalan untuk membantu anak -anak yang lebih besar (anak ABG dan remaja) mau lepas dari gadget saat liburan. Berikut tips dari Psikolog Vera:
1. Sebelum berangkat liburan, lakukan diskusi dengan anak remaja Mommies
Ajak mereka ikut menentukan aturan pemakaian gadget selama liburan, misalnya hanya digunakan pada jam tertentu atau setelah aktivitas keluarga selesai.
2. Sediakan alternatif aktivitas yang menarik
Anak akan lebih mudah melepas gadget jika ada kegiatan yang menstimulasi, misalnya aktivitas outdoor, eksplorasi tempat baru, board games, atau hal-hal yang memberi mereka tantangan.
3. Jadikan orang tua sebagai role model
Nah, ini juga luar biasa penting. Remaja sangat sensitif terhadap inkonsistensi. Kalau orang tua masih sibuk dengan ponsel saat makan atau bersantai, aturan jadi terasa tidak adil.
4. Ciptakan jeda bertahap
Tidak perlu langsung bebas gadget seharian. Mulai dari sesi pendek: saat makan bersama, saat aktivitas fisik, atau saat bermain bersama.
Gadget Boleh, Tapi Jangan Jadikan Pusat Liburan
Mengurangi ketergantungan gadget memang butuh usaha ekstra, tapi bukan hal mustahil. Dengan komunikasi yang jelas, aturan yang konsisten, keseimbangan, contoh dari orang tua, dan alternatif aktivitas yang menyenangkan, anak bisa lebih menikmati liburan bersama keluarga.
Ingat, yang kita inginkan bukan liburan tanpa gadget sama sekali, tapi liburan dengan momen keluarga yang lebih kuat daripada apa pun yang tampil di layar gadget. Saat anak sibuk tertawa, kejar-kejaran, heboh bertukar cerita, dan saling peluk, dengan sendirinya gadget pun akan terlupakan.
BACA JUGA: Kenali 7 Tanda Overstimulasi pada Anak saat Liburan dan Cara Mengatasinya
Cover: tirachardz/Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE





COMMENTS