Sorry, we couldn't find any article matching ''

Cara Membuang Celana Dalam Bekas: 10 Tips Higienis dan Ramah Lingkungan
Cara membuang celana dalam bekas tidak boleh sembarangan. Ini 10 tips higienis, aman, dan ramah lingkungan agar lebih tenang saat membuangnya.
Setiap perempuan pasti punya celana dalam bekas yang sudah tidak dipakai, tapi masih teronggok di dalam lemari. Bingung cara membuang celana dalam bekas menjadi salah satu masalah karena buat kita yang tinggal di Indonesia, ada banyak alasan mistis di balik membuang celana dalam. Tidak mau kena santet atau takut dikejar lelembut. Hiiiii.
Kalau baju bekas mungkin bisa kita berikan ke orang lain atau dijual di bazaar pakaian bekas. Namun menjual kembali celana dalam bekas? Tidak etis dan tidak higienis!
Jadi, bagaimana dong cara buang celana dalam bekas yang benar? Apakah boleh begitu saja membuangnya ke tempat sampah? Haruskah kita mendaur ulangnya? Atau adakah cara yang lebih baik yang terasa lebih bersih?
Oke, di sini kami akan berikan langkah-langkah membuang celana dalam bekas. Bukan secara agama tertentu, misalnya cara buang celana dalam bekas menurut Islam ataupun kepercayaan lainnya. Mari kita bahas cara buang celana dalam bekas secara sederhana dan ramah lingkungan.
BACA JUGA: 9 Tipe Celana Dalam Wanita. Meski Tak Kelihatan, Ampuh Menambah Rasa Percaya Diri
10 Cara Membuang Celana Dalam Bekas yang Benar
Berikut cara melakukannya agar terasa benar dan juga ramah lingkungan.
1. Cuci sebelum dibuang

Foto: Pexels
Selalu cuci pakaian dalam Mommies sebelum membuangnya. Ini langkah sederhana, tapi penting. Ingat, kan, kalau untuk membuang minyak atau beling bekas piring pecah saja ada aturannya? Nah, sebaiknya Mommies juga tidak membuang celana dalam yang kotor atau bahkan masih ada noda darah menstruasi yang baru.
Celana dalam yang bersih lebih higienis bagi petugas pengelola sampah dan siapa pun yang mungkin bersentuhan dengannya.
2. Potong-potong dulu
Ini mungkin terdengar berlebihan, tetapi sebenarnya merupakan kebiasaan yang baik. Memotong pakaian dalam menjadi potongan-potongan kecil membuatnya tidak bisa dipakai lagi dan mencegah penyalahgunaan. Hal ini juga membuatnya kurang dikenali, yang bagi banyak perempuan terasa lebih nyaman.
3. Bungkus dengan benar
Setelah dipotong, bungkus dengan kertas atau kantong kecil sebelum dimasukkan ke tempat sampah. Anggaplah ini sebagai bentuk penghormatan kecil terhadap sesuatu yang bersifat pribadi.
4. Pisahkan kain alami dan sintetis

Foto: Pexels
Kalau mau lebih ramah lingkungan, pisahkan celana dalam berdasarkan bahannya. Celana dalam berbahan katun lebih mudah terurai daripada bahan sintetis. Kain sintetis seperti nilon atau poliester membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai.
5. Manfaatkan jadi kain lap
Sebelum membuangnya, luangkan waktu sejenak untuk memikirkan apakah celana tersebut masih bisa berguna di rumah. Tentunya setelah dicuci bersih dan dipotong, celana dalam katun bekas dapat dengan mudah diubah menjadi lap pembersih atau lap debu. Mungkin terdengar menjijikkan, tapi toh sudah dicuci bersih, kan?
Lagipula, ini adalah cara praktis untuk mengurangi limbah sambil memanfaatkan barang yang sudah tak dipakai.
6. Gunakan untuk keadaan darurat
Menyimpan beberapa pasang celana dalam bekas (yang sudah dicuci bersih) juga bisa membantu untuk situasi tak terduga di rumah.
Misalnya, nih, Mommies butuh untuk membersihkan tumpahan dengan cepat, terutama saat membutuhkan sesuatu yang menyerap cairan seketika. Selain itu, juga bisa menggunakannya untuk proyek DIY kecil atau bahkan sebagai bantalan saat mengemas barang-barang rapuh.
7. Buat jadi kompos
Rupanya Mommies juga bisa mencoba solusi rumahan untuk memberikan kehidupan kedua pada celana dalam, loh. Buat kompos dari pakaian dalam berbahan 100 persen katun atau sutra, setelah melepas atau memotong tali elastisnya atau bagian yang bukan katun.
8. Cek organisasi yang menerima daur ulang limbah celana dalam bekas
Beberapa tempat menerima limbah tekstil, bahkan pakaian yang sudah usang. Namun, pakaian dalam tidak selalu diterima karena alasan kebersihan. Tenang, di Indonesia ada beberapa perusahaan dan organisasi yang menerima limbah celana dalam bekas, seperti Ecotouch.
9. Cek brand yang menerima program daur ulang

Foto: Instagram/nipplets_official
Oh iya, ada loh merek pakaian dalam yang menyelenggarakan program daur ulang untuk celana dalam bekas. Sebaiknya periksa apakah merek favorit Mommies menawarkan opsi ini. Salah satu brand pakaian dalam yang menawarkan ini adalah Nipplets.
10. Jangan donasi celana dalam bekas
Sering melihat berita bencana alam seperti banjir atau longsor dan terpikir untuk mendonasikan pakaian Mommies? Usahakan yang layak pakai dan hindari donasi celana dalam bekas. Tidak etis dan tidak pantas.
Seberapa Sering Harus Buang Celana Dalam dan Ganti yang Baru?
Nah, ini mungkin jadi pertanyaan besar Mommies. Sebenarnya, kapan kita harus benar-benar membuang celana dalam bekas dan menggantinya dengan yang baru?
Sebagian besar ahli kebersihan menyarankan untuk mengganti pakaian dalam setiap 6 hingga 12 bulan. Hal ini karena, meskipun sudah dicuci, bakteri dapat tetap menempel di serat kain seiring berjalannya waktu.
“Pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit, dan lebih spesifiknya dengan area intim, dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya, pakaian dalam tersebut menyerap banyak sel kulit mati dari area tersebut serta bakteri—baik bakteri sehat yang secara alami ada pada tubuh kita, maupun bakteri berbahaya yang dapat disebabkan oleh infeksi seperti sariawan dan infeksi menular seksual,” kata dokter kecantikan dan spesialis kesehatan intim, dr. Shirin Lakhani dari Elite Aesthetics, seperti dikutip dari The Independent.
Karena itu, dr. Shirin menyarankan agar celana dalam diganti setidaknya sekali setahun. Namun, ada beberapa pengecualian. Misalnya, celana dalam yang sering Mommies pakai untuk berolahraga di gym sebaiknya diganti lebih sering karena lebih sering bersentuhan dengan keringat berlebih.
Nah, kan, buang celana dalam bekas tidak terlalu memusingkan. Mulailah dari hal-hal kecil dulu, Mommies. Misalnya, pilih beberapa pasang pakaian dalam lama hari ini. Cuci, potong, bungkus, dan buanglah.
BACA JUGA: Tidur Pakai BH dan Celana Dalam, Benarkah Berbahaya? Yuk, Cari Tahu Kebenarannya!
Ditulis oleh: Imelda Rahma
Cover: Pexels
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS