Sorry, we couldn't find any article matching ''

Membongkar Mitos-Mitos Seputar Seks di Bulan Ramadan yang Perlu Diluruskan!
Banyak mitos seks di bulan Ramadan yang bikin bingung pasangan suami istri. Ini sederet fakta hukum hubungan intim saat puasa agar ibadah tetap tenang dan sesuai ajaran.
Ramadan selalu digambarkan sebagai bulan menahan diri dan menjaga kesucian dari dosa. Buat Mommies yang memiliki pasangan, bulan ini juga dipenuhi dengan jadwal padat, jadwal sahur dan buka puasa yang padat. Di tengah semua itu, pertanyaan tentang keintiman pernikahan secara alami muncu. Meskipun, nih, kadang kita tidak selalu membicarakannya secara terbuka.
Mungkin Mommies diam-diam bertanya: Apakah seks diperbolehkan di siang hari? Apakah keintiman sepenuhnya dilarang selama 30 hari? Sayangnya, tabu budaya kadang-kadang membuat pertanyaan-pertanyaan ini terasa canggung, dan itulah cara mitos menyebar lebih cepat daripada fakta.
BACA JUGA: 10 Bahasa Cinta Suami Istri di Bulan Ramadan, Kunci Hubungan Berkah!
Mitos Seputar Seks di Bulan Ramadan yang Perlu Diluruskan
Berikut adalah apa yang sebenarnya diajarkan dalam Islam tentang seks dan keintiman selama Ramadan.
1. Mitos: Mimpi Basah Membatalkan Puasa
Banyak orang percaya bahwa jika seorang pria mengalami mimpi basah pada siang hari selama Ramadan, hal itu secara otomatis membatalkan puasanya atau memerlukan hukuman tambahan. Namun siapa bilang mimpi basah juga tak dialami perempuan? Mommies juga bisa mengalaminya. Lalu harus bagaimana?
Fakta: Mimpi basah tidak membatalkan puasa.
Mimpi basah (dalam terminologi Islam, ihtilam) terjadi saat tidur tanpa adanya tindakan sengaja. Dalam hukum Islam, tindakan yang tidak disengaja termasuk bermimpi tidak membatalkan puasa.
Jika sperma keluar saat tidur, puasa tetap sah. Orang tersebut harus melakukan mandi besar atau mandi wajib sebelum shalat, tetapi tidak ada kewajiban untuk membatalkan puasa atau mengganti hari tersebut.

Foto: Pexels
2. Mitos: Semua Jenis Hubungan Intim Dilarang Selama Ramadan
Ini adalah salah satu anggapan yang paling umum: bahwa segala bentuk hubungan intim seperti ciuman sampai dengan hubungan badan dilarang sepenuhnya selama sebulan penuh.
Fakta: Hubungan seksual dan hubungan intim dilarang hanya selama jam puasa, dari fajar hingga matahari terbenam atau Maghrib. Setelah berbuka puasa dan sebelum sahur, hubungan intim antara suami dan istri diperbolehkan dan secara eksplisit diizinkan dalam Al-Qur’an. Di sana dinyatakan bahwa hubungan suami istri pada malam-malam Ramadan adalah halal. Jadi, keyakinan bahwa hubungan intim dilarang selama 30 hari adalah kesalahpahaman, ya, Mommies.
3. Mitos: Ciuman atau Pelukan Bisa Bikin Puasa Batal
Beberapa orang beranggapan bahwa segala bentuk tindakan fisik selama siang hari secara otomatis membatalkan puasa.
Fakta: Tindakan non-seksual seperti ciuman lembut, pelukan, atau berpegangan tangan tidak membatalkan puasa selama tidak berujung pada hubungan seksual atau ejakulasi.
Para ulama menjelaskan bahwa tindakan antara suami istri tidak secara inheren menjadi masalah kecuali jika berujung pada hal yang membatalkan puasa. Ini berarti pasangan yang dapat mengendalikan keinginan mereka dapat mengekspresikan kasih sayang non-seksual tanpa membatalkan puasa.
4. Mitos: Jika Seseorang Secara Tidak Sengaja Melakukan Hubungan Seksual, Puasa Tetap Sah
Ada keyakinan di beberapa komunitas bahwa jika seseorang “secara tidak sengaja” melakukan hubungan seksual selama siang hari, puasa tetap sah.
Fakta: Dalam kebanyakan mazhab Islam, hubungan seksual selama jam puasa dianggap sebagai tindakan sengaja. Beberapa ulama, seperti banyak ulama Hanafi, berpendapat bahwa tindakan yang tidak disengaja tidak membatalkan puasa, sama seperti makan atau minum yang tidak disengaja.
Namun, coba pikirkan Mommies. Memangnya bisa berhubungan seks tanpa sengaja? Nah, itu sebabnya hubungan seksual umumnya diperlakukan berbeda karena sifatnya yang intim. Jika hubungan seksual terjadi selama jam puasa, bahkan jika salah satu pihak “lupa” bahwa mereka sedang berpuasa, ini dianggap sebagai puasa yang batal dan harus diganti.
5. Mitos: Berhubungan intim selama puasa diperbolehkan asalkan tidak terjadi ejakulasi
Bahwa hubungan seksual atau kontak fisik pada siang hari selama Ramadan tidak membatalkan puasa asalkan tidak terjadi ejakulasi.
Fakta: Menurut ajaran Islam, hubungan seksual itu sendiri membatalkan puasa, terlepas dari apakah terjadi ejakulasi atau tidak. Jika seseorang yang berpuasa sengaja melakukan hubungan seksual dengan pasangannya pada siang hari selama Ramadan, puasanya batal dan konsekuensi serius akan mengikuti.
6. Mitos: Masturbasi Tidak Menghitung sebagai Pelanggaran Puasa

Foto: Freepik
Beberapa orang percaya bahwa masturbasi atau rangsangan seksual yang menyebabkan ejakulasi tidak menghitung sebagai pelanggaran puasa.
Fakta: Setiap tindakan sengaja yang menyebabkan ejakulasi termasuk masturbasi atau sentuhan intim yang disengaja itu membatalkan puasa, loh. Ramadan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, yapi mengajarkan pengendalian diri atas nafsu.
Tips Suami Istri Menjaga Keintiman Tanpa Mengganggu Ibadah
1. Pilih Waktu yang Tepat Setelah Iftar
Banyak ahli merekomendasikan untuk merencanakan keintiman setelah berbuka puasa. Terutama setelah iftar dan bahkan setelah shalat malam seperti tarawih.
2. Segera Mandi Wajib
Setelah keintiman di malam hari, melakukan mandi wajib tanpa menunda-nunda. Ini membantu Mommies beralih kembali ke ibadah, shalat, dan aktivitas puasa dengan lancar keesokan paginya.
3. Jadikan Hubungan sebagai Bagian dari Berkah Ramadan
Menjaga suasana yang tenang dan saling menghormati antara suami istri membantu memastikan bahwa keintiman juga jadi tujuan utama Ramadan.
BACA JUGA: Sexting dengan Pasangan di Bulan Puasa, Batalkah?
Ditulis oleh: Imelda Rahma
Cover: Freepik
Share Article


POPULAR ARTICLE




COMMENTS