
Memiliki talenta bernyanyi sejak usia empat tahun, kini Jesslyn Anastasia Tambunan aktif mengikuti berbagai lomba bernyanyi, hingga menuai banyak prestasi.
Berawal dari menyanyikan sebuah lagu saat bersantai ketika kecil, Jesslyn Anastasia Tambunan, yang akrab disapa Jesslyn, sudah menunjukkan bakatnya di bidang tarik suara. Dari rumah, tempat les hingga panggung-panggung kecil dijadikannya ruang belajar yang menyenangkan.
Kini, ketekunan dan konsistensi itu berbuah manis. Jesslyn yang saat ini berusia 11 tahun dan duduk di bangku kelas 6 SD, semakin sering membawa pulang gelar juara. Perjalanannya membuktikan bahwa bakat yang diasah sejak dini, ditambah ketekunan, bisa tumbuh menjadi prestasi yang membanggakan.
Yuk, simak kisah perjalanan Jesslyn Anastasia Tambunan berikut ini.
Jesslyn menjalani aktivitasnya sehari-hari layaknya anak praremaja seumurannya. Sekolah, belajar, mengikuti les dan kegiatan ekstrakurikuler. Uniknya, di tengah rutinitas sehari-hari, Jesslyn masih menyempatkan diri untuk tidur siang setiap hari. Rupanya ini kebiasaan yang dibangun oleh sang mama sejak kecil, dan terus dilakukan hingga saat ini.
”Setiap hari aku sekolah sampai jam 1 siang, lalu pulang, makan siang, tidur siang, belajar, dan sekali seminggu ada kursus vokal dengan durasi sekitar 2-3 jam. Aku juga les mata pelajaran (bimbel) dan mengikuti ekskul bahasa Inggris. Kalau weekend, aku mengikuti berbagai lomba” papar Jesslyn.
Jesslyn dan sang mama berkisah; bagaimana awalnya Jesslyn bernyanyi. Rupanya, saat itu ”Jesslyn sedang dipangku oleh Opung Doli (baca: kakek) sambil dengar musik. Saat itu, Jesslyn menyanyikan lagu 1000 Reasons, dan ini lagu pertama yang Jesslyn nyanyikan. Opung merekam Jesslyn bernyanyi, dari situ ketahuan bahwa Jesslyn punya bakat bernyanyi,” ujar sang mama.

Setelah mengetahui bakat bernyanyi putrinya, sang mama terus menstimulasi kemampuan bernyanyi Jesslyn, dan memasukkannya ke kursus vokal. Tak langsung berjalan mulus. Setelah beberapa kali berpindah tempat kursus, barulah Jesslyn menemui tempat les vokal yang membantunya mengasah keterampilan bernyanyi hingga mengalami perkembangan yang luar biasa. Setelah itu, Jesslyn mulai rutin mengikuti berbagai lomba.
”Pertama kali lomba aku kalah, aku sedih dan menangis. Tetapi Papa menghibur dan memberikanku semangat, lalu bilang ke aku untuk belajar dari peserta lain, bagaimana teknik bernyanyinya, dan seterusnya,” kisah Jesslyn.

Dari situ, Jesslyn semakin banyak belajar, mengulik lagu-lagu yang cocok untuk dia nyanyikan. Hingga akhirnya, di lomba keempat di Pacific Garden Alam Sutera, Jesslyn berhasil memenangkan Juara I untuk pertama kalinya, dengan membawakan lagu Listen oleh Beyonce. ”Rasanya speechless dan bertanya-tanya, kok bisa ya? Jesslyn bersyukur banget Tuhan kasih rezeki ini,” kenang Jesslyn
Jesslyn membuktikan, ketika serius dan tekun mengasah bakat, maka ia akan menuai hasilnya. Dari les vokal, mencoba-coba ikut lomba, hingga kini ia rutin mengikuti lomba setiap minggu.
Jesslyn yang terinspirasi dengan penyanyi-penyanyi luar dan dalam negeri seperti Jennifer Hudson, Beyonce, Lyodra, Tiara Andini dan Ziva Magnolya ini, telah mengantongi banyak prestasi dari lomba bernyanyi, baik antar sekolah maupun umum.

”Salah satu yang paling berkesan itu ketika lomba di ajang Star Voice Junior, di mana ratusan penyanyi se-Jabodetabek ikutan. Aku terpilih Top 25 kemudian masuk grand final dan mendapat Top 4 atau Juara Harapan I. Walau bukan juara I, tapi bagiku ini sangat berkesan, karena aku berkompetisi dengan banyak peserta lain yang bagus-bagus,” ujar Jesslyn.
Dengan bakat dan prestasinya ini, Jesslyn turut mengharumkan nama sekolah.
Setiap prestasi tentu tak datang begitu saja. Ada banyak tantangan yang dihadapi di perjalanan bernyanyi seorang Jesslyn. “Dulu saat awal-awal lomba, Jesslyn gugup dan takut kalau ketemu teman-teman uang kualitas vokalnya jauh di atas dia. Namun sekarang, ia lebih percaya diri dan relaks saat tampil di atas panggung.

Jesslyn selalu melakukan warming up sebelum tampil agar emosi lebih terkontrol saat bernyanyi di atas panggung, lalu berdoa kepada Tuhan agar diberi kelancaran, dan tak lupa mengunyah kencur, senjata ampuh untuk menetralkan suara,” cerita sang mama.
Jesslyn yang bercita-cita menjadi penyanyi atau artis terkenal yang bisa menghibur semua orang, rupanya memiliki tips dalam menjalankan kegiatan sekolah dengan hobi bernyanyinya agar berjalan seimbang. “Sejauh ini, aku cukup bisa membagi waktu dengan baik antar sekolah dan kegiatan bernyanyi sehingga bisa jalan bareng dengan baik,” ucap Jesslyn.
“Puji Tuhan, dari kelas 1 hingga kelas 6 SD ini, dalam hal prestasi akademik, Jesslyn masih terus meraih 3 besar,” papar sang mama.
Bagi Jesslyn, “Mengikuti berbagai lomba bernyanyi itu menyenangkan banget. Aku enjoy! Karena, aku jadi punya banyak teman. Lomba juga jadi ajang bertemu dengan teman-teman, yang kini jadi bestie aku.”
Apa yang diraih oleh Jesslyn saat ini tak lepas dari peran orang tua dalam mendukung kegiatan dan prestasi Jesslyn. Sang mama selalu siaga mengantar-jemput, mencari informasi lomba, menyiapkan kostum, sekaligus memberikan dukungan moral dan emosional bagi Jesslyn.

Orang tua Jesslyn menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik kepada Jesslyn sejak dini. “Pertama, Mama dan Papa selalu ingatkan bahwa apa yang kita terima harus disyukuri. Menang atau kalah, diterima dengan legowo. Kedua, tetap rendah hati ketika menang, jangan sombong. Ketiga, jangan cepat merasa puas, terus berusaha untuk lebih baik lagi,” ujar Jesslyn.
”Buat teman-teman, kalau punya bakat, diasah terus, ya. Jangan menyerah, dan tetaplah percaya diri. Percayalah kalau kamu pasti memiliki mental untuk berkompetisi juga,” tutup Jesslyn.
Cover: dokumentasi pribadi