banner-detik
ETC

Ketika Anak Susah Bangun Sahur, Lakukan  5 Hal Ini

author

dewdewin 5 hours

Ketika Anak Susah Bangun Sahur, Lakukan  5 Hal Ini

Jangan diguyur air, ya, Mommies. Ada banyak cara untuk mengatasi anak susah bangun sahur. Cek alasan dan cara mengatasinya di sini.

Masuk bulan Ramadhan, tantangan buat ibu-ibu makin bertambah. Selain memikirkan menu sahur dan berbuka yang bergizi seimbang, ada juga hal menantang lainnya, yaitu membangunkan anak sahur. 

Yang namanya bangun sahur, terutama untuk anak-anak di usia 5-9 tahun, cukup membuat mereka kesulitan. Ada yang sulit dibangunkan, ada yang sudah bangun tapi rewel, bahkan ada yang kembali tertidur sebelum makan. 

Sebenarnya Mommies, kondisi ini sebenarnya wajar, karena tubuh anak belum sepenuhnya terbiasa dengan perubahan ritme selama bulan puasa. 

Jam biologis belum beradaptasi

Kita tahu, kalau tubuh manusia bekerja mengikuti ritme sirkadian. Anak yang biasanya tidur pukul 20.00–21.00 dan bangun pukul 06.00 keesokan harinya, tentu akan “kaget” ketika harus bangun pukul 03.30–04.00. Tubuhnya masih berada di fase tidur dalam (deep sleep), sehingga lebih sulit dibangunkan.

Cara membangunkannya adalah dengan melakukannya pelan-pelan. Alih-alih membangunkan anak dengan terburu-buru atau mengguncang-guncangkan badannya, Mommies bisa mencoba dengan menyalakan lampu terlebih dahulu. Lalu usap-usap punggungnya perlahan, belai kepalanya, pokoknya dengan sentuhan yang lembut. Usahakan transisi dari tidur menuju bangun itu tetap nyaman bagi anak.

Baca juga: 30 Ide Menu Sahur yang Mudah dan Cepat, Bergizi Pula 

Kurang tidur

Nah, ini yang mesti Mommies waspadai. Terkadang anak jadi ikut tidur larut (misalnya ikut tarawih atau bermain setelah berbuka), sehingga sulit dibangunkan di jam sahur. Anak usia sekolah idealnya membutuhkan 9–11 jam tidur per hari. Kurang tidur membuat anak lebih sulit bangun dan cenderung rewel.

Cara mengatasinya adalah dengan mengusahakan anak tidur 30–60 menit lebih awal dari biasanya, selama bulan Ramadhan. Jika memungkinkan, batasi aktivitas malam yang terlalu stimulating. Boleh saja mengajak anak sholat Tarawih di masjid, tapi usahakan sampai di rumah langsung tidur. 

Fase Pertumbuhan

Anak yang sedang growth spurt biasanya membutuhkan tidur lebih banyak. Saat tubuh sedang aktif bertumbuh, rasa kantuk bisa lebih dominan.

Cara mengatasi susah bangun tidurnya, bisa dengan mengakali menambah jam tidur di waktu siang sedikit lebih lama.

Belum Siap Puasa Secara Fisik dan Mental

Untuk anak yang baru belajar puasa, sahur bisa terasa seperti “gangguan” terhadap rutinitasnya. Jika belum memahami tujuan puasa, ia mungkin merasa tidak termotivasi untuk bangun.

Cara mengatasinya adalah dengan memberinya pengertian akan makna sahur sesungguhnya. Jelaskan padanya kenapa sahur penting. Kaitkan dengan nilai ibadah dan juga manfaatnya bagi tubuh agar kuat beraktivitas.

Baca juga: Asupan Makanan Penambah Energi Saat Puasa 

Tidak suka makan di jam sahur

Ada juga, lho, anak-anak yang begini. Meski menu sahurnya sama dengan menu sehari-hari ia tetap menolak untuk makan. 

Cara mengatasinya adalah dengan mencoba menyiapkan menu favoritnya. Anak lebih termotivasi bangun jika tahu ada makanan yang ia suka. 

Untuk anak-anak di usia yang masih belum wajib berpuasa, tak perlu terlalu menetapkan standar tinggi, ya, Mommies. Jika suatu hari anak benar-benar sulit bangun dan belum kuat berpuasa penuh, itu bukan kegagalan. Proses adaptasi memang bertahap. Yang penting Mommies konsisten dan mengajarkan tentang berpuasa dengan nyaman. 

Cover photo by Freepik

 

Share Article

author

dewdew

Mother of Two. Blogger. Make-Up Lover. Skin Care Amateur. Beginner Baker. Entrepreneur Wannabe. And Everything in Between. www.therusamsis.wordpress.com


COMMENTS


SISTER SITES SPOTLIGHT

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan

synergy-error

Terjadi Kesalahan

Halaman tidak dapat ditampilkan