10 Rekomendasi Buku Parenting dan Keluarga yang Bikin Lebih Paham Jadi Orang Tua

Parenting & Kids

RachelKaloh・in 3 hours

detail-thumb

Lagi butuh rekomendasi buku yang membahas tentang parenting dan keluarga? Cek daftar bacaan berikut ini. 

Mommies yang punya hobi baca buku dan sedang membutuhkan referensi buku tentang parenting dan keluarga, pas banget, nih! Kadang kita memang perlu insights dan POV orang lain terhadap berbagai hal yang kita alami sehari-hari, mulai dari pengasuhan anak, cara menghadapi anak yang tantrum, cara pandang pra-remaja, bagaimana membesarkan anak menjadi seorang yang self-driven, dan masih banyak lagi. Bila perlu masukan dari ahli, Mommies bisa pilih buku yang memang ditulis oleh psikolog, dokter anak, maupun pakar dalam hal parenting. Namun, bukan artinya topik parenting dan keluarga ini hanya bisa didapat melalui bacaan non-fiksi. Buku fiksi juga bisa membantu kita menemukan banyak pandangan, bahkan bisa mengajak kita untuk benar-benar merasakan apa yang dialami oleh karakter yang ada di dalam bacaan tersebut. Langsung saja, ya, berikut rekomendasi buku yang patut dibaca.

1. Educated

Penulis: Tara Westover

Buku ini adalah memoir dari si penulis langsung, Tara Westover. Dalam kisahnya, kita diajak untuk melihat betapa kelamnya kehidupan Tara sejak ia masih kecil, karena ia harus berhadapan dengan anggota keluarga yang toksik. Tergambar betul di sini, bahwa pendidikan bukanlah sebuah hak yang didapatkan seorang anak, terutama mereka yang sehari-hari masih berjuang untuk bertahan hidup akibat masalah finansial. Lewat perjuangannya, Tara Westover akhirnya membuktikan, bahwa pendidikanlah yang pada akhirnya membuatnya bebas dari masa lalunya yang gelap. 

2. The Last Act of Love

Penulis: Cathy Rentzenbrink

Buku ini cocok kalau saat ini Mommies sedang menjadi caregiver, ketika salah satu anggota keluarga sedang mengalami sakit berat. Buku ini mengisahkan tentang letting go, berserah, duka, bahkan fight for rights, berhadapan dengan hukum, demi kesejahteraan keluarga. Ketika ketenangan datang saat kita melepaskan kepergian seseorang, karena kita paham ia lebih baik pergi, daripada harus hidup tanpa daya. Buku ini juga mengajarkan pentingnya melewati proses griefing yang, seperti kata penulis, tidak linear, bisa naik turun, bolak balik dari level satu ke level lainnya, penulis sendiri merasa terbantu karena telag melewati berbagai sesi terapi. 

3. Crying in H Mart

Penulis: Michelle Zauner

Buku ini menjadi favorit banyak orang karena meski ini sebuah memoir, penulis Michelle Zauner memperlihatkan kemampuannya dalam menggambarkan budaya Korea dengan sangat apik, padahal beliau adalah blasteran Amerika-Korea. Pembaca pasti sangat bisa merasa relate, karena cerita ini mengisahkan tentang ibu dari penulis yang sangat tipikal Asian Mom, tentu, hampir sama dengan orang tua (generasi boomers) di Indonesia; menyatakan cinta lewat masakan, selalu memastikan anaknya kenyang, dan menerapkan tough love (bukan gentle parenting). 

4. Love Your Kids Without Losing Yourself

Penulis: Dr. Morgan Cutlip

Salah satu buku parenting (motherhood, tepatnya) yang akan sangat membuat kita sebagai ibu merasa affirmed alias diyakini! Mom-guilt is a common issue, saking umumnya, menjadi sesuatu yang wajar sekali dirasakan hampir semua ibu, tapi kemudian jadi tidak wajar kalau pada akhirnya si ibu jadi lupa siapa dirinya alias ‘losing yourself’. Hal ini sebetulnya fatal, sih, kalau sampai kita alami. Buku ini mengajak kita untuk mengingat lagi bahwa sebagai individu, kita ini punya nilai, kita bisa bermimpi, kita bisa punya passion, kita bisa mengejar sesuatu untuk kebahagiaan diri kita sendiri, we’re not just someone’s mother

5. How to Stop Losing Your Sh*t with Your Kids: A Practical Guide to Becoming a Calmer, Happier Parent

Penulis: Carla Naumburg

Pecinta non-fiksi, wajib baca ini! Meski mungkin tips yang Mommies temukan di dalamnya bukanlah hal baru dalam dunia parenting, tetapi ada satu bagian yang krusial, yaitu apa yang sebaiknya orang tua lakukan paska-”perang dunia”, alias setelah bertengkar dengan anak. Karena biasanya, kita nggak tahu, nih, mau melanjutkan percakapan ke mana—seringnya malah silent treatment atau, ya, awkward, nggak tahu mau gimana. Penulis menjelaskan tentang cara berbicara sama anak supaya mereka mengerti apa yang sebetulnya terjadi. Jadi, yang nantinya ‘nempel’ di benak anak bukan hanya, “Tadi, tuh, Mama marah karena aku bandel, nggak bisa dibilangin, aku nakal.” 

6. Regretting You

Penulis: Colleen Hoover

Mommies yang anaknya sudah teenager, rasanya perlu baca kisah Morgan dan Clara yang kebetulan juga sudah diadaptasi menjadi film. Morgan sebagai ibu (dan istri), harus kehilangan suaminya akibat kecelakaan, yang ternyata membuka banyak rahasia. Sayangnya, Clara yang saat itu masih berusia 16 tahun, harus menghadapi rasa duka dengan penuh pertanyaan. Buku ini memberikan pandangan yang sangat manusiawi, bahwa ketika seorang ibu dan anak perempuannya sama-sama mengalami duka, keduanya berubah menjadi pribadi yang makin bertentangan. Namun, semua ini harus dilewati demi mereka lebih mengenal lagi satu sama lain. Pada akhirnya, Clara menjadi anak yang dewasa, sesuai usianya yang masuk 17 tahun, dan Morgan menemukan kesempatan kedua untuk bahagia. 

Baca juga: 25 Pertanyaan yang Bisa Ditanyakan ke Pacar Anak Remaja, Orang Tua Wajib Tahu!

7. How to Talk So Kids Will Listen & Listen So Kids Will Talk

Penulis: Adele Faber dan Elaine Mazlish

Ini bukan buku baru, pertama kali dicetak di tahun 1980. Meski demikian, isi yang disampaikan penulis masih sangat relate dengan kehidupan kita sebagai parenting di jaman sekarang. Baca buku ini rasanya seperti “dicolek” dan diingatkan, bahwa, orang tua bukan pemeran utama dalam sebuah keluarga. Komunikasi yang baik perlu terjadi secara dua arah, dan hal ini memang tidak mudah, semua orang tua mengaku betapa sulitnya untuk bisa menjaga emosi saat menghadapi anak, namun perlu terus kita latih bersama anak.    

8. Little Fires Everywhere

Penulis: Celeste Ng

Novel ini juga kebetulan sudah diadaptasi menjadi series yang dibintangi oleh Reese Witherspoon dan Kerry Washington. Buku ini masuk ke dalam list Reese’s Book Club, saking cintanya sama buku ini, Reese sampai memproduksinya menjadi sebuah series, bahkan memerankan salah satu pemeran utamanya. Buku ini mengisahkan tentang Mia Warren, seorang ibu tunggal yang awalnya merupakan seorang surrogate mother, namun pada akhirnya memilih untuk merawat anaknya sendiri. Lika-liku kehidupannya cukup menarik karena mengangkat berbagai isu, seperti rasisme, relasi antar keluarga kaya raya dan keluarga miskin, hubungan pertemanan remaja, sampai kehamilan di usia dini, dan aborsi. Buku ini wajib dibaca kalau saat ini Mommies sedang menghadapi remaja di rumah.

9. The Self-Driven Child: The Science and Sense of Giving Your Kids More Control Over Their Lives 

Penulis: Ned Johnson

Mommies yang butuh referensi lain soal parenting, bisa baca buku ini yang memberikan panduan parenting berbasis sains, yang menekankan pentingnya memberikan kontrol lebih besar kepada anak atas hidup mereka untuk membangun kemandirian, ketahanan (resiliensi), dan motivasi internal. Dari buku ini, orang tua bisa belajar untuk mengurangi kontrol berlebih (helicopter parenting) dan belajar untuk bertindak sebagai konsultan yang mendukung, agar anak mampu mengelola stres dan mengambil keputusan sendiri.

10. The Book You Wish Your Parents Had Read: (And Your Children Will Be Glad That You Did) 

Penulis: Philippa Perry

Buku ini merupakan salah satu buku parenting yang juga wajib dibaca. Pembahasan diangkat dari angle psikoterapi parenting yang fokus pada membangun hubungan sehat antar generasi dengan cara memahami pola asuh masa lalu, memvalidasi emosi anak, dan menjadi cerminan emosional yang stabil. Bukan hanya tips secara teknis, tapi dari bacaan ini orang tua bisa mendapatkan panduan aplikatif demi memperbaiki hubungan dengan anak melalui cara yang tidak menghakimi. Buku ini juga membantu kita sebagai orang tua untuk menyadari luka masa kecil dan bagaimana hal tersebut bisa memengaruhi cara kita mengasuh.

Nah, kira-kita mau baca yang mana duluan, nih? Atau mungkin, sudah pernah membaca beberapa buku di atas?

Image by Freepik