Menurut Psikolog, Ini Alasan Kenapa Anak Cepat Bosan saat Belajar

Education

Mommies Daily・in 3 hours

detail-thumb

Mulai dari penyebab dan cara mengatasinya, berikut penjelasan psikolog tentang kenapa anak cepat merasa bosan saat belajar.

Anak baru belajar beberapa menit, lalu mulai gelisah, melamun, atau mencari gawai. Adakah anak Mommies dan Daddies yang seperti itu? Banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya mudah bosan saat belajar. Padahal, rasa bosan bukan semata karena anak malas atau kurang disiplin.

Menurut psikolog, ada sejumlah alasan yang membuat anak cepat kehilangan minat saat belajar. Bukan hanya penyebab, ada juga informasi terkait cara mengatasinya. Simak artikel ini sampai akhir, ya!

BACA JUGA: Les Online atau Offline, Mana yang Paling Cocok untuk Anak? Ini Cara Menentukannya!

Penyebab Anak Cepat Merasa Bosan saat Belajar

Foto: Jason Sung/Unsplash

Lantas apa yang menjadi penyebab anak cepat bosan saat belajar? Menurut Psikolog Pendidikan Kara Handali, M.Psi., Psikolog.
, berikut tiga kemungkinan penyebabnya, mulai dari materi pelajaran yang kurang menarik sampai banyak distraksi.

1. Tidak Relevan dengan Kehidupan atau Kurang Menarik

Alasan pertama, materi pelajaran mungkin saja nggak relevan dengan kehidupan anak dan/atau kurang menarik. Kenapa? Sama seperti kita yang dewasa saja, jika sebuah informasi nggak relate dengan hidup kita, besar kemungkinan kita tidak akan menyimak apalagi mendalami informasi tersebut. Nah, anak pun demikian.

2. Rentang Atensi yang Pendek

Secara alami, manusia senang dengan hal-hal baru sehingga ketika dihadapi hal yang sama terus-menerus maka bisa saja terjadi kebosanan. Saat anak cepat bosan padahal belum terus-menerus, bisa saja rentang atensi anak cenderung singkat sehingga mereka lebih cepat membutuhkan sesuatu yang baru.

3. Banyak Distraksi

Alasan ketiga, banyaknya distraksi saat belajar. Coba, Mommies dan Daddies perhatikan lagi lingkungan belajar anak. Misalnya, permainan di tab lain saat belajar online, teman yang mengajak ngobrol, adik yang terlihat bersantai di depan mata, dan lain-lain yang berpotensi menjadi distraksi.

BACA JUGA: Cuaca Panas Bisa Menghambat Kemampuan Belajar Anak, Ini Kata Penelitian!

Apakah Paparan Gawai dan Konten Digital Bikin Anak Sulit Fokus Belajar?

Tak bisa dipungkiri bahwa semakin maju zaman semakin maju pula teknologinya, apalagi dunia digital. Nah, Mommies Daily juga bertanya apakah paparan gawai dan konten digital bisa membuat anak sulit fokus belajar. Berikut jawaban Psikolog Kara.

“Ya, paparan gawai dan konten digital yang serba instan memperpendek rentang atensi anak,” jelasnya. Menurut Psikolog Kara, anak tidak hanya terbiasa cepat memperoleh hal yang diinginkan, tetapi juga lebih cepat berpindah fokus dari satu hal ke hal lain. Hal ini disebabkan oleh paparan konten yang membuat waktu yang dibutuhkan dari kondisi “ingin” sampai “dapat” semakin singkat.

“Hal ini membuat anak lebih mudah frustrasi dan bosan ketika menghadapi tugas-tugas yang menuntutnya mempertahankan fokus, termasuk belajar dan mengerjakan tugas,” lanjutnya. 

Nah, jadi sudah jelas, ya, Mommies dan Daddies. Paparan gawai dan konten digital jika tidak dibatasi bisa membuat rentang atensi anak menjadi pendek. Lalu, rentang atensi yang pendek pun membuat anak sulit fokus belajar.

4 Cara Mengatasi Anak yang Cepat Bosan Belajar tanpa Memaksa atau Memarahi

anak cepat bosan belajar
Foto: jcomp/Freepik

Proses belajar seharusnya menjadi hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Mommies dan Daddies pun juga tidak perlu sampai stres dan kehabisan kesabaran ketika mendampingi anak belajar. Berikut tiga cara mengatasi anak yang cepat bosan belajar menurut Psikolog Kara:

1. Membatasi Screen Time

Pertama, membatasi screen time dapat melatih kemampuan anak untuk fokus lebih lama. Alih-alih langsung mengganti dengan aktivitas lain, beri anak kesempatan untuk merasa bosan. Rasa bosan justru menjadi awal dari munculnya kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah. Mommies dan Daddies bisa menjadikan kegiatan off-screen ini sebagai percobaan, dengan memberi pemahaman kepada anak bahwa merasa bosan adalah hal yang normal dan wajar terjadi.

2. Menggunakan Pendekatan yang Relevan dengan Kehidupan

Kedua, menggunakan pendekatan yang relevan atau dekat dengan keseharian anak. Misalnya, belajar sejarah dengan storytelling, belajar bahasa dengan menonton tayangan berbahasa tertentu, atau belajar fisika lewat benda atau peristiwa yang ditemui sehari-hari.

3. Mengajari Anak Menemukan Metode Belajar yang Menarik

Ketiga, orang tua bisa mengajak anak menemukan metode belajar yang menarik baginya. Kenali penyebab kebosanannya terlebih dahulu, misalnya bosan karena hanya membaca teks, terlalu lama duduk diam, atau mengerjakan soal yang itu-itu saja, dan sebagainya. Setelah itu, orang tua dapat bertanya atau mengamati metode belajar seperti apa yang lebih diminati, lalu mencobanya bersama.

4. Memberi Jeda Singkat

Terakhir, Mommies dan Daddies juga bisa memberi jeda singkat selama anak belajar, misalnya 15 menit belajar dan 2 menit istirahat. Selama istirahat, upayakan anak bergerak dan melakukan hal yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Contohnya, mengambil minum di ruangan lain, lompat-lompat, naik-turun tangga, dan seterusnya.

BACA JUGA: Dana Pendidikan Anak, Kapan Harus Siapkan? Ini Kata Pakar Keuangan

Nah, jika anak tampak cepat bosan saat belajar, Mommies dan Daddies bisa mengikuti dan menerapkan cara-cara mengatasinya yang bersumber langsung dari pakar. 

Penulis: Retno Raminne Nurhaliza Pitoyo

Cover: Annie Spratt/Unsplash