
Penting untuk diketahui, ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah foto Mommies, anak di bawah umur, dan anak remaja disalahgunakan Grok.
Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan belakangan semakin berkembang dan banyak digunakan. Baik untuk keperluan pekerjaan maupun hiburan di media sosial. Tujuan terciptanya AI seharusnya mempermudah hidup kita. Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran besar terkait fitur baru dari platform X (dahulu Twitter) bernama Grok. Alih-alih membantu, Grok justru terseret dalam kontroversi pelecehan digital yang meresahkan masyarakat global.
Grok adalah asisten AI yang terintegrasi dalam platform X. Dikembangan oleh perusahaan Elon Musk bernama xAI, Grok didesain untuk memiliki kepribadian yang humoris. Sehingga terkesan menjadi “pemberontak” dibanding AI lain yang cenderung kaku dan sangat dibatasi..
Salah satu fitur paling kontroversialnya adalah Grok Imagine, sebuah alat pembuat gambar berbasis teks. Masalah muncul karena Grok memiliki filter keamanan yang sangat longgar, sehingga pengguna bisa dengan mudah memerintahkan AI ini untuk memanipulasi foto orang nyata menjadi konten yang tidak pantas. Hasilnya pun hanya dalam hitungan detik yang akan muncul di kolom reply.
Jika terus dibiarkan, fitur ini bisa semakin merugikan, khususnya bagi para perempuan yang fotonya bisa dicuri untuk diberi prompt yang tidak pantas.
BACA JUGA: 7 Negara yang Melarang Media Sosial untuk Anak-anak, Ada Malaysia hingga Australia
Penyalahgunaan Grok telah memicu gelombang Kekerasan Gender Berbasis Online (KGBO) atau pelecehan seksual digital. Masalah utamanya meliputi:

Pemerintah Indonesia mengambil langkah sangat tegas. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indonesia resmi memutus akses sementara (blokir) terhadap Grok pada 10 Januari 2026 lalu.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, melalui laman Komdigi menyampaikan, “Pemerintah memandang praktik deepfake seksual non-konsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat serta keamanan warga negara di ruang digital.”
Aturan tersebut dibuat untuk melindungi para perempuan dan anak di Indonesia agar terhindar dari konten pornografi manipulasi dan palsu yang dihasilkan dari AI Grok.
Hingga saat ini, beberapa negara telah melakukan pemblokiran atau penyelidikan ketat:
Jangan menganggap remeh penggunaan AI untuk mengedit gambar orang lain secara asusila. Di Indonesia, pelakunya bisa dijerat dengan berbagai pasal berlapis:

Agar Mommies, anak perempuan, dan remaja perempuan bisa meminimalisir terkena penyalahgunaan foto dengan AI, ini beberapa hal yang bisa dilakukan:
Hindari mengunggah foto wajah dengan kualitas tinggi (HD) dan posisi close-up di profil yang bersifat publik. Ini akan menyulitkan AI untuk memproses deepfake.
Pastikan akun media sosial (terutama Instagram dan X) disetel ke mode private agar hanya orang yang dikenal yang bisa melihat koleksi foto.
Jika harus mengunggah foto, gunakan watermark tipis di area wajah untuk mengganggu algoritma AI dalam melakukan pemindaian.
Jangan diam! Ambil tangkapan layar atau screenshot sebagai bukti. Kemudian laporkan ke platform dengan fitur Report. Mommies juga bisa laporkan ke Komdigi – Layanan Aduan Konten.
Mommies dan suami perlu memberi tahu anak remaja bahwa tren “mengedit foto teman” menggunakan AI apalagi untuk konten pornografi bukanlah lelucon, melainkan tindak kriminal yang bisa menghancurkan masa depan si anak dan temannya.
BACA JUGA: Pause Before Post, Hindari Drama dan Penyesalan Online di Media Sosial
Cover: Times of India